slideshow

Foto Kenangan

FKKP Senin, 19-10-2026 Matius 3:11-12

Senin, Oktober 19, 2026 | | | |


FKKP Senin, 19-10-2026

Matius 3:11-12


Matius 3:11-12 (TB2)  

Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku... Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. 
Alat penampi sudah di tangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi sekam itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan."

Doa Baca Matius 3:11-12 (TB2)

Tuhan Yesus, terima kasih atas firman-Mu. Ajarlah aku untuk sungguh-sungguh bertobat dan hidup dalam kebenaran-Mu. Penuhilah aku dengan Roh Kudus agar hidupku semakin diubahkan dan berkenan kepada-Mu. Bersihkanlah hatiku dari segala sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendak-Mu, supaya aku menjadi seperti gandum yang dikumpulkan ke dalam lumbung-Mu. Tolong aku untuk tetap setia mengikuti-Mu sampai akhir. Dalam nama Tuhan Yesus, amin. 🙏


Pertanyaannya : Apa makna rohani dari firman Tuhan tersebut?

Jawab :

Makna Rohani Matius 3:11–12 (TB2) 🙏

1\. Baptisan Roh Kudus: Tuhan Yesus berkuasa membaptis dengan Roh Kudus. Roh Kudus bekerja dalam diri kita untuk menuntun kita hidup sesuai kehendak Allah.

2\. Baptisan dengan api: Ayat ini juga berbicara tentang penghakiman Allah. Dalam konteks ayat 12, api melambangkan hukuman bagi mereka yang menolak Allah, bukan sekadar pemurnian.

3\. Gandum dan sekam: Gandum dikumpulkan ke dalam lumbung, sedangkan sekam dibakar. Ini menggambarkan pemisahan yang akan dilakukan Tuhan Yesus: Dia akan menyatakan siapa yang sungguh-sungguh menjadi milik-Nya dan siapa yang menghadapi penghakiman.

Rhema untuk kehidupan saya:

Saya mau bertobat dengan sungguh-sungguh dan memberi diri dipimpin Roh Kudus. Saya ingin terus bertumbuh dalam iman kepada Tuhan Yesus, supaya hidup saya berkenan kepada-Nya.

Inti maknanya: Tuhan Yesus bukan hanya Juruselamat, tetapi juga Hakim yang berkuasa. Karena itu, saya mau hidup dalam pertobatan, taat kepada firman-Nya, dan setia mengikuti Dia.

Doa singkat:

Tuhan Yesus, tuntunlah saya melalui Roh Kudus agar saya hidup dalam pertobatan dan ketaatan. Murnikan hati saya dan teguhkan iman saya supaya saya tetap setia kepada-Mu. Amin. 🙏



Kiriman FKKP dari Bu Ida Pangaribuan :


Senin, 19 Okt 2026 
MINGGU 3 -- HARI 1

*Rawatan Pagi*

Matius 3:11-12
*Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi la yang datang kemudian setelah aku lebih berkuasa daripada aku... Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Ku dus dan dengan api. Alat penampi sudah di tangan-Nya. la akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi sekam itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan*

Perjanjian Baru menggunakan gandum hayat untuk melambangkan kaum beriman [lihat Mat.3:12]... Yang dilambangkan oleh gandum memiliki hayat di batin; mereka adalah anak-anak Allah yang hidup. Tuhan Yesus akan membaptis mereka dalam Roh Kudus (ayat 11) dan mengumpulkan mereka ke dalam lumbung-Nya di surga melalui keterangkatan... Kita perlu dilahirkan dari air dan Roh (Yoh. 3:5)... Dengan cara ini kita dilahirkan kembali untuk menjadi anak-anak Allah, kaum beriman yang dilambangkan oleh gandum hayat, yang akan dikumpulkan ke dalam lumbung Tuhan. 
(The Conclusion of the New Testament, hal. 1151-1152)

Pembacaan Hari Ini


Kita perlu melihat rintangan-rintangan yang dihadapi hayat Allah di dalam kita.

Masalah pertama yang dihadapi hayat Allah di dalam manusia adalah masalah pengabaian. Setelah seseorang diselamatkan dan menjadi seorang Kristen, ia masih memiliki pemikiran-pemikiran dan konsepsi-konsepsinya.... Semua konsepsi insani kita ada dalam kegelapan, dan ini menghalangi kita dari mengenal hayat dan Kristus.

Segera setelah kita dibaptis, kita biasanya berpikir bahwa kita harus bergairah dan memberitakan Injil. Namun, ketika kita berdoa dan bersekutu dengan Tuhan di pagi hari, Kristus yang hidup di dalam kita mungkin menjamah kita dengan cara yang berbeda menurut operasi dan pergerakan-Nya yang konstan di dalam kita. Kemudian, segala sesuatu benar-benar mulai terjadi di dalam kita. Contohnya, saat Dia bekerja di dalam kita, kita akan melihat bahwa beberapa hal yang mungkin pernah kita lakukan di masa lalu itu tidak pantas, seperti... menyalahkan suami kita dan mengeluh tentang orang lain. Kita bahkan akan merasa bahwa kita harus meminta maaf. Oleh karena itu, kita perlu melepaskan rasa malu dan mendatangi orang-orang yang telah kita sakiti, dan berkata, "Saya sungguh menyesal atas cara saya memperlakukan Anda di masa lalu. Saya juga telah menyinggung Allah. Sekarang saya memohon agar Anda mau memaafkan saya". Inilah yang sedang dilakukan Kristus di dalam kita.

Jika kita sungguh-sungguh mengenal Tuhan, ketika kita berdoa kepada-Nya di pagi hari, Dia akan bergerak di dalam diri kita dan memberi kita kesadaran akan perlunya kita meminta maaf kepada istri kita. 

Setelah berdoa, kita harus merendahkan diri kita dan meminta maaf atas kesalahan-kesalahan masa lalu kita kepada istri kita. 

Setelah meminta maaf, kita perlu berkata kepada Tuhan, "Ya Tuhan, terima kasih. Aku telah menaati pergerakan-Mu di dalam diriku. Aku tidak punya pilihan; aku tidak ingin memiliki konsepsiku sendiri. Engkaulah satu-satunya pilihanku dan satu-satunya konsepsiku." Jika kita semua melakukan ini, Kristus yang hidup akan memiliki lebih banyak tumpuan dan kesempatan untuk berbicara kepada kita dan memberi kita lebih banyak perasaan. 

Hasil dari operasi yang terus-menerus ini akan meluas kepada bagaimana kita berurusan dengan orang lain, atau mungkin menjamah perbuatan salah kita terhadap orang lain. Pada saat seperti itu, kita hanya perlu memperhatikan Kristus, bukan citra diri atau harga diri kita. Kita perlu pergi kepada orang-orang dan meminta maaf atas kesalahan-kesalahan kita di masa lalu. Dengan cara ini, Kristus tentu akan lebih memiliki tumpuan di dalam kita.

Masalah kedua yang dihadapi hayat di dalam diri kita adalah kemunafikan. Ada seorang saudari di gereja di Nanking yang berbicara dengan lambat dan berjalan dengan lambat; segala sesuatu yang dilakukannya dengan lemah lembut. Akibatnya, semua saudara yang bertanggung jawab di gereja di Nanking berpikir bahwa ia sangat rohani. Namun, sesungguhnya, ini adalah kerohanian palsu. Kita perlu melihat bahwa bersikap lambat belum tentu dari hayat, dan bersikap cepat juga belum tentu dari hayat.

Hayat adalah diri Allah sendiri, hayat adalah Kristus, dan hayat adalah Roh Kudus. Apa pun yang bukan berasal dari Allah, dari Kristus, atau dari Roh Kudus bukan hayat. Karena itu, seberapa pun seseorang dapat memenuhi-bahkan melampaui-standar moralitas, hal itu belum tentu merupakan hayat.

Ekspresi hayat melibatkan penolakan terhadap watak dan kesukaan alamiah kita, serta hanya mengizinkan Kristus bekerja di dalam kita dan meremukkan kita. Maka, tindakan kita melalui operasi batiniah Kristus akan menjadi tindakan hayat. Jika kita selalu melakukan sesuatu menurut watak dan alamiah kita, hasilnya akan selalu berupa kemunafikan. 
(CWWL, 1953, vol. 1, "Knowing Life and the Church," hal. 131-135, 137-138)

Bacaan Tambahan: The Conclusion of the New Testament, berita 107


Kiriman FKKP dari Pak Domu Nababan :

Senin, 19 Okt 2026 
MINGGU 3 -- HARI 1

Judul Minggu ini:

Gandum Hayat ,Benih yang Baik,Garam Bumi,Terang Dunia dan Penjala Manusia

*Rawatan Pagi*

Matius 3:11-12
*Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi la yang datang kemudian setelah aku lebih berkuasa daripada aku... Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Ku dus dan dengan api. Alat penampi sudah di tangan-Nya. la akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi sekam itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan*

Perjanjian Baru menggunakan gandum hayat untuk melambangkan kaum beriman [lihat Mat.3:12]... Yang dilambangkan oleh gandum memiliki hayat di batin; mereka adalah anak-anak Allah yang hidup. Tuhan Yesus akan membaptis mereka dalam Roh Kudus (ayat 11) dan mengumpulkan mereka ke dalam lumbung-Nya di surga melalui keterangkatan...Kita perlu dilahirkan dari air dan Roh (Yoh. 3:5)...Dengan cara ini kita dilahirkan kembali untuk menjadi anak-anak Allah, kaum beriman yang dilambangkan oleh gandum hayat, yang akan dikumpulkan ke dalam lumbung Tuhan. 

Pembacaan Hari Ini


Kita perlu melihat rintangan-rintangan yang dihadapi hayat Allah di dalam kita.

Masalah pertama yang dihadapi hayat Allah di dalam manusia adalah masalah pengabaian. Setelah seseorang diselamatkan dan menjadi seorang Kristen, ia masih memiliki pemikiran-pemikiran dan konsepsi-konsepsinya.... Semua konsepsi insani kita ada dalam kegelapan, dan ini menghalangi kita dari mengenal hayat dan Kristus.

Segera setelah kita dibaptis, kita biasanya berpikir bahwa kita harus bergairah dan memberitakan Injil. Namun, ketika kita berdoa dan bersekutu dengan Tuhan di pagi hari, Kristus yang hidup di dalam kita mungkin menjamah kita dengan cara yang berbeda menurut operasi dan pergerakan-Nya yang konstan di dalam kita. Kemudian, segala sesuatu benar-benar mulai terjadi di dalam kita. Contohnya, saat Dia bekerja di dalam kita, kita akan melihat bahwa beberapa hal yang mungkin pernah kita lakukan di masa lalu itu tidak pantas, seperti... menyalahkan suami kita dan mengeluh tentang orang lain. Kita bahkan akan merasa bahwa kita harus meminta maaf. Oleh karena itu, kita perlu melepaskan rasa malu dan mendatangi orang-orang yang telah kita sakiti, dan berkata, "Saya sungguh menyesal atas cara saya memperlakukan Anda di masa lalu. Saya juga telah menyinggung Allah. Sekarang saya memohon agar Anda mau memaafkan saya. Inilah yang sedang dilakukan Kristus di dalam kita.

Jika kita sungguh-sungguh mengenal Tuhan, ketika kita berdoa kepada-Nya di pagi hari, Dia akan bergerak di dalam diri kita dan memberi kita kesadaran akan perlunya kita meminta maaf kepada istri kita. Setelah berdoa, kita harus merendahkan diri kita dan meminta maaf atas kesalahan-kesalahan masa lalu kita kepada istri kita. Setelah meminta maaf, kita perlu berkata kepada Tuhan, "Ya Tuhan, terima kasih. Aku telah menaati pergerakan-Mu di dalam diriku. Aku tidak punya pilihan; aku tidak ingin memiliki konsepsiku sendiri. Engkaulah satu-satunya pilihanku dan satu-satunya konsepsiku." Jika kita semua melakukan ini, Kristus yang hidup akan memiliki lebih banyak tumpuan dan kesempatan untuk berbicara kepada kita dan memberi kita lebih banyak perasaan. Hasil dari operasi yang terus-menerus ini akan meluas kepada bagaimana kita berurusan dengan orang lain, atau mungkin menjamah perbuatan salah kita terhadap orang lain. Pada saat seperti itu, kita hanya perlu memperhatikan Kristus, bukan citra diri atau harga diri kita. Kita perlu pergi kepada orang-orang dan meminta maaf atas kesalahan-kesalahan kita di masa lalu. Dengan cara ini, Kristus tentu akan lebih memiliki tumpuan di dalam kita.

Masalah kedua yang dihadapi hayat di dalam diri kita adalah kemunafikan. Ada seorang saudari di gereja di Nanking yang berbicara dengan lambat dan berjalan dengan lambat; segala sesuatu yang dilakukannya dengan lemah lembut. Akibatnya, semua saudara yang bertanggung jawab di gereja di Nanking berpikir bahwa ia sangat rohani. Namun, sesungguhnya, ini adalah kerohanian palsu. Kita perlu melihat bahwa bersikap lambat belum tentu dari hayat, dan bersikap cepat juga belum tentu dari hayat.

Hayat adalah diri Allah sendiri, hayat adalah Kristus, dan hayat adalah Roh Kudus. Apa pun yang bukan berasal dari Allah, dari Kristus, atau dari Roh Kudus bukan hayat. Karena itu, seberapa pun seseorang dapat memenuhi-bahkan melampaui-standar moralitas, hal itu belum tentu merupakan hayat.

Ekspresi hayat melibatkan penolakan terhadap watak dan kesukaan alamiah kita, serta hanya mengizinkan Kristus bekerja di dalam kita dan meremukkan kita. Maka, tindakan kita melalui operasi batiniah Kristus akan menjadi tindakan hayat. Jika kita selalu melakukan sesuatu menurut watak dan alamiah kita, hasilnya akan selalu berupa kemunafikan.

Note :
Kali ini FKKP yang di berikan Bu Ida Pangaribuan sama persis dengan FKKP yang diberikan Pak Domu Nababan.🙂

Penulis : Anita Handayani 







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung dan mempostingkan komentar nya 🌺👍

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Label

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...