FKKP Sabtu, 10-10-2026
Galatia 2:20
Galatia 2:20 (TB2)
Namun, aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Hidup yang sekarang aku hidupi secara jasmani adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.
Doa baca Galatia 2:20 (TB2) :
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Mu bagiku. Aku mau belajar menyangkal diriku sendiri dan membiarkan Kristus hidup di dalam aku. Biarlah pikiran, perkataan, dan perbuatanku mencerminkan karakter-Mu. Ajarlah aku untuk hidup bukan mengandalkan kekuatanku sendiri, melainkan oleh iman kepada-Mu. Kiranya hidupku menjadi kesaksian yang memuliakan nama-Mu dan membawa orang lain semakin mengenal Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus, amin.
Note:
Ayat Galatia 2:20 ditulis oleh Rasul Paulus.
- Siapa yang menulis? Rasul Paulus.
- Ditujukan kepada siapa? Jemaat-jemaat di Galatia, yaitu orang-orang percaya kepada Kristus di wilayah Galatia.
- Apa maksudnya? Paulus menjelaskan bahwa hidupnya tidak lagi berpusat pada dirinya sendiri, melainkan Kristus yang hidup di dalam dirinya. Ia hidup oleh iman kepada Yesus yang telah mengasihi dan menyerahkan diri-Nya bagi kita.
Makna rohaninya bagi kita: Sebagai orang percaya, kita diajak untuk menyerahkan hidup kepada Tuhan Yesus, sehingga pikiran, perkataan, dan perbuatan kita mencerminkan Kristus.
Amin. 🙏
FKKP kiriman Bu Ida Pangaribuan :
Sabtu, 10 Okt 2026
MINGGU 1 -- HARI 6
*Rawatan Pagi*
Galatia 2:20
*namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Hidup yang sekarang aku hidupi secara jasmani adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.*
Dalam Perjanjian Baru, kaum beriman juga ditetapkan sebagai orang orang Kristen (Kis. 11:26; 26:28). Dalam 11:26 orang Kristen adalah istilah ejekan. Murid-murid di Antiokhia disebut demikian sebagai sebutan ejekan yang menunjukkan bahwa mereka harus memikul kesaksian yang kuat bagi Tuhan, kesaksian yang menjadikan mereka berbeda dan aneh di mata orang-orang tidak beriman. (The Conclusion of the New Testament, hal. 1146-1147)
Pembacaan Hari Ini
Istilah "Kristen" kembali digunakan dalam 1 Petrus 4:16, di mana istilah tersebut mengacu kepada mereka yang menjadi pengikut Kristus, yang menanggung kehinaan-Nya. Konteks ayat ini mengenai berbagian dengan penderitaan Kristus [ayat 14a)..... "Dalam nama Kristus" sebenarnya berarti dalam persona Kristus, di dalam Kristus sendiri, karena nama mengacu kepada persona-Nya. Kaum beriman, yang telah percaya ke dalam Kristus (Yoh. 3:15) dan telah dibaptis ke dalam nama-Nya (Kis. 19:5), yaitu ke dalam diri-Nya sendiri (Gal. 3:27), berada di dalam Kristus (1 Kor. 1:30) dan esa dengan-Nya (6:17). Ketika mereka dihina dalam nama-Nya, mereka dihina bersama-Nya, berbagian dalam penderitaan-Nya. Setelah berbicara tentang dihina dalam nama Kristus, Petrus melanjutkan dalam 1 Petrus 4:16 bahwa jika seorang orang percaya menderita "sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu."
Pada zaman Petrus dan Paulus, kata "Kristen" merupakan sebutan yang menghina, tetapi hari ini istilah tersebut harus memiliki makna positif, yaitu manusia milik Kristus, seseorang yang esa dengan Kristus, bukan hanya milik Dia tetapi memiliki hayat dan sifat-Nya dalam kesatuan organik dengan-Nya, serta yang hidup oleh Dia, bahkan memperhidupkan Dia, dalam kehidupan sehari-harinya. Jika kita menderita karena menjadi orang seperti itu, kita tidak boleh merasa malu, melainkan berani memperbesar Kristus dalam pengakuan kita melalui cara hidup kita yang kudus dan unggul, untuk memuliakan, mengekspresikan Allah dalam nama ini.
Ketika kita percaya kepada Kristus, satu kesatuan organik terjadi antara kita dan Dia. Melalui percaya kepada Kristus, kita percaya ke dalam Dia dan demikian menjadi satu roh dengan Dia (1 Kor. 6:17). Inilah yang kita maksudkan dengan istilah "kesatuan organik."
Kesatuan organik kita dengan Kristus juga mencakup kita dibaptis ke dalam Kristus (Gal. 3:27). Maksud Allah dalam ekonomi-Nya adalah menempatkan kita ke dalam Dia dan masuk ke dalam kita serta hidup di dalam kita. Oleh karena itu, dibaptis ke dalam Kristus berarti memasuki kesatuan organik dengan perwujudan Allah Tritunggal, yang mampu mentransformasi seluruh diri kita.
Sekarang sebagai orang Kristen, orang-orang milik Kristus yang esa dengan Dia, kita perlu hidup oleh Dia, bahkan memperhidupkan Dia, dalam kehidupan sehari-hari kita.... Jika kita hidup oleh Kristus, kita masih yang melakukan kehidupan itu. Memperhidupkan Kristus berarti Kristus adalah hayat kita (Kol. 3:4). Ketika kita hidup, Dia hidup. Ketika Dia hidup, kita hidup.
Pemikiran utama dalam Alkitab adalah Kristus harus menjadi hayat kita dan kita harus memperhidupkan Dia sebagai kehidupan kita. Sasaran menjadi seorang Kristen adalah memperhidupkan Kristus. Selain itu, takdir yang Allah tetapkan bagi kita dalam ekonomi-Nya adalah agar kita memperhidupkan Kristus. Ekonomi Allah adalah untuk menyalurkan diri-Nya ke dalam kita dan menggarapkan diri-Nya ke dalam kita agar kita dapat mengambil Kristus sebagai hayat dan suplai hayat kita untuk memperhidupkan Dia. Hasrat Allah adalah agar kita memperhidupkan Kristus...Kristus harus menjadi hayat kita, perjalanan hidup kita sehari-hari, segala sesuatu kita.
Dalam Galatia 2:20, Paulus menyatakan, "Kristus yang hidup di dalam aku." Paulus tidak hanya dapat mengatakan bahwa Kristus hidup di dalam dia, tetapi juga bahwa baginya, hidup adalah Kristus [Flp. 1:21]. Di satu sisi, Kristus hidup di dalam Paulus; di sisi lain, Paulus memperhidupkan Kristus. Di batin, Kristus adalah hayat Paulus, dan secara lahiriah, Kristus adalah kehidupan Paulus. Karena itu, Paulus dan Kristus memiliki satu hayat dan satu kehidupan. Hayat Kristus adalah hayat Paulus, dan kehidupan Paulus adalah kehidupan Kristus. Kedua-nya, Kristus dan Paulus, hidup sebagai satu... Kesatuan organik yang terjadi antara kita dan Kristus membuat kita begitu dekat dan intim dengan-Nya sehingga kita bahkan menjadi satu roh dengan-Nya [1 Kor. 6:17]. (The Conclusion of the New Testament, hal. 1147-1150)
Bacaan Tambahan: Pengenalan Hayat, bab 14; Pelajaran-Hayat Filipi, berita 29
FKKP kiriman Pak Domu Nababan :
Sabtu, 10 Oktober 2026
Galatia. 2:20
*_Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Hidup yang sekarang aku hidupi secara jasmani adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku._*
*Kita adalah orang-orang Kristen, manusia-manusia-Kristus, orang-orang yang esa dengan Kristus, memiliki Kristus sebagai isi kita yang menyuplai dengan limpah lengkap dalam kesatuan organik dengan Dia untuk memperhidupkan Dia bagi perbesaran-Nya dalam kehidupan sehari-hari kita.*
Sasaran menjadi seorang Kristen & takdir yang telah Allah tetapkan bagi kita dalam ekonomi-Nya adalah agar kita berjalan oleh Roh itu untuk memperhidupkan Kristus bagi kemuliaan Allah, ekspresi-Nya.
Setiap orang Kristen di bumi ini memiliki perjalanan yang khusus yang telah Tuhan tetapkan baginya sebagai anggota Kristus yang berfungsi bagi pembangunan Tubuh-Nya; ia harus menempuh perjalanan itu sendiri; tidak ada orang lain yang bisa menggantikannya, dia juga tidak bisa menggantikan orang lain.
Istilah *“Kristen”* kembali digunakan dalam 1 Petrus 4:16, di mana istilah tersebut mengacu kepada mereka yang menjadi pengikut Kristus, yang menanggung kehinaan-Nya.
Kaum beriman, yang telah percaya ke dalam Kristus & telah dibaptis ke dalam nama-Nya , yaitu ke dalam diri-Nya sendiri , berada di dalam Kristus & esa dengan-Nya . Ketika kita dihina dalam nama-Nya, kita dihina bersama-Nya, berbagian dalam penderitaan-Nya.
Pada zaman Petrus dan Paulus, kata *“Kristen”* merupakan sebutan yang menghina, tetapi hari ini istilah tersebut harus memiliki makna positif, yaitu *_manusia milik Kristus, seseorang yang esa dengan Kristus, bukan hanya milik Dia tetapi memiliki hayat & sifat-Nya dalam kesatuan organik dengan-Nya, serta yang hidup oleh Dia, bahkan memperhidupkan Dia, dalam kehidupan sehari-harinya._*
Ketika kita percaya kepada Kristus, satu kesatuan organik terjadi antara kita & Dia. Melalui percaya kepada Kristus, kita percaya ke dalam Dia & demikian menjadi satu roh dengan Dia .
Inilah yang kita maksudkan dengan istilah *“kesatuan organik.”*
Kesatuan organik kita dengan Kristus juga mencakup kita dibaptis ke dalam Kristus . _Maksud Allah dalam ekonomi-Nya adalah menempatkan kita ke dalam Dia dan masuk ke dalam kita serta hidup di dalam kita._ Oleh karena itu, dibaptis ke dalam Kristus berarti memasuki kesatuan organik dengan perwujudan Allah Tritunggal, yang mampu mentransformasi seluruh diri kita.
Sekarang sebagai orang Kristen, orang-orang milik Kristus yang esa dengan Dia, kita perlu hidup oleh Dia, bahkan memperhidupkan Dia, dalam kehidupan sehari-hari kita. Memperhidupkan Kristus berarti Kristus adalah hayat kita.
Ketika kita hidup, Dia hidup.
Ketika Dia hidup, kita hidup.
Pemikiran utama dalam Alkitab adalah Kristus harus menjadi hayat kita & kita harus memperhidupkan Dia sebagai kehidupan kita.
*_Sasaran menjadi seorang Kristen adalah memperhidupkan Kristus._*
Selain itu, takdir yang Allah tetapkan bagi kita dalam ekonomi-Nya adalah agar kita memperhidupkan Kristus.
*EKONOMI ALLAH* adalah untuk menyalurkan diri-Nya ke dalam kita & menggarapkan diri-Nya ke dalam kita agar kita dapat mengambil Kristus sebagai hayat & suplai hayat kita untuk memperhidupkan Dia.
Hasrat Allah adalah agar kita memperhidupkan Kristus. Kristus harus menjadi hayat kita, perjalanan hidup kita sehari-hari, segala sesuatu kita.
*"_Kesatuan organik yang terjadi antara kita & Kristus membuat kita begitu dekat & intim dengan-Nya sehingga kita bahkan menjadi satu roh dengan-Nya_"*
Youtube :
Kumpulan Firman Tuhan di Youtube :
Facebook :
TikTok :
Instagram :
Twitter :
Penulis : Anita Handayani


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih sudah berkunjung dan mempostingkan komentar nya 🌺👍