slideshow

Foto Kenangan

FKKP Rabu, 07-10-2026 Roma 12:5 Filipi 3:10

Rabu, Oktober 07, 2026 | | | |

    

FKKP Rabu, 07-10-2026 Roma 12:5 Filipi 3:10

Roma 12:5 (TB)  

demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain.

Doa baca Roma 12:5







Filipi 3:10 (TB)  

Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,

Doa baca Filipi 3:10 (







FKKP kiriman Bu Ida Pangaribuan :

Rabu, 7 Okt 2026 
MINGGU 1 -- HARI 3

*Rawatan Pagi*

Roma 12:5
*demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain.*

Filipi 3:10
*Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,*

[Beberapa orang] menganggap bahwa yang dimaksud pemulihan itu hanya untuk pemulihan gereja-gereja lokal. Saya mengatakan, "Ya," dengan "tetapi."...Gereja-gereja lokal terlalu banyak mengekspresikan hal-hal fisik. Anda harus mengatur para penatua, mengangkat diaken-diaken untuk menangani urusan-urusan luaran yang banyak itu. Tetapi pada Tubuh Kristus, tidak ada hal-hal fisik. Gereja-gereja lokal hampir sembilan puluh persen bersifat fisik, tetapi mereka harus untuk sesuatu yang rohani, dan hal rohani ini adalah Tubuh Kristus.

Realitas Tubuh Kristus adalah suatu kehidupan yang korporat, bukan kehidupan yang individual. Kehidupan yang korporat ini adalah gabungan dari banyak orang saleh yang telah ditebus, dilahirkan kembali, dikuduskan, dan ditransformasi oleh Allah yang telah melalui proses dan rampung di dalam mereka. Melalui Allah yang telah rampung dan berhuni ini, kaum saleh tebusan ini telah dijadikan manusia-manusia-Allah yang sesungguhnya. 

*Pembacaan Hari Ini*

Dalam kelahiran kembali, seorang manusia dijadikan manusia-Allah, namun dia bukan manusia-Allah yang matang....Prosedur dalam pekerjaan gereja adalah melahirkan, merawat, lalu mengajar dan menyempurnakan, sehingga kaum saleh dapat menjadi matang untuk dibangun dalam gereja-gereja lokal bagi pembangunan Tubuh Kristus.

Kita tahu bahwa Allah menjadi manusia untuk menjadi seorang Manusia-Allah.... Dia menampakkan diri-Nya kepada murid-murid-Nya dan kepada orang-orang lain sebagai manusia yang sejati....Namun manusia ini tidak hidup berdasarkan diri-Nya sendiri, berdasarkan hayat insani-Nya sendiri. Dia malah menolak hayat insani-Nya. Dia menyangkal diri-Nya. ... Dia memberi tahu kita, bahwa apa pun yang Dia lakukan dan apa pun yang Dia katakan bukan berasal dari diri-Nya sendiri, melainkan dari Bapa yang mengutus Dia (Yoh, 14:10, 24). Dia adalah manusia sejati yang hidup di sana, namun Dia mati terhadap hayat alamiah-Nya...Mati terhadap hayat alamiah-Nya adalah salib, dan hidup berdasarkan hayat ilahi-Nya adalah dalam kebangkitan.

[Yesus adalah manusia, seorang manusia yang sejatil, tetapi Dia tidak hidup berdasarkan manusia sejati itu. Sebaliknya, Dia meletakkan manusia sejati itu di atas salib. Kemudian, dalam kebangkitan, Dia memperhidupkan hayat Allah. Hayat Allah dengan segala atribut-Nya ditampilkan dalam Yesus, Manusia-Allah ini, dan diekspresikan sebagai kebajikan-kebajikan Manusia-Allah ini.

Hayat [dalam manusia individu, Yesus Kristus) ini sekarang telah digandakan, direproduksi dalam banyak manusia yang telah ditebus, dilahirkan kembali, dan yang sekarang memiliki hayat ilahi di dalam mereka.... Realitas Tubuh Kristus adalah kehidupan korporat manusia-manusia-Allah yang telah disempurnakan, yang adalah manusia-manusia sejati yang tidak hidup berdasarkan hayat mereka, tetapi berdasarkan hayat Allah yang telah melalui proses, yang atribut-atribut-Nya telah diekspresikan melalui kebajikan-kebajikan mereka.

Paulus hidup dengan cara "mati untuk hidup" [lihat Gal. 2:196-20]. Dia mati terhadap manusia alamiahnya dan hidup berdasarkan manusia barunya dengan hayat ilahi. Maka dia berkata bahwa oleh suplai Roh Yesus Kristus yang serba lengkap, dia hidup dan memperbesar Kristus (Flp. 1:19-21a, Tl.).

Realitas Tubuh Kristus bukan hanya suatu kehidupan korporat, juga suatu kehidupan perbauran.... Kehidupan ini belum lengkap; dan masih terus berlangsung.... Kehidupan perbauran semacam ini berada dalam kebangkitan Kristus, dan realitas kebangkitan ini adalah Roh itu.

Bila hal ini sudah ada di antara kita (kalau tidak secara penuh, tentunya ada sebagian), maka realitas Tubuh Kristus benar-benar ada di antara kita. Siapa pun yang menempuh hayat perbauran seperti ini tidak akan menimbulkan masalah bagi orang lain. Mereka telah dibebas-kan dari diri mereka dan telah ditransformasi dan disempurnakan. Mereka tidak akan merendahkan atau mencela orang lain, dan mereka pun tidak akan terganggu oleh orang lain. Mereka tidak akan melakukan hal-hal yang menyebabkan perselisihan, pemberontakan, atau perpecahan. Sebaliknya, mereka berada dalam pemulihan sebagai puncak yang tinggi, Bukit Sion, di dalam Yerusalem.


FKKP kiriman Pak Domu Nababan :

Rabu, 07 Oktober 2026  

Roma. 12:5
*_Demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain._*

 Filipi. 3:10
*_Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya._*
    
  Mempelajari Kristus adalah kita digantikan oleh Kristus melalui makan Kristus; realitas yang nyata dalam Yesus ( _kehidupan Manusia-Allah dari Yesus yang individu_ ) menjadi realitas Tubuh Kristus ( _kehidupan manusia-Allah dari Kristus yang korporat_ ) melalui kita makan Kristus untuk menikmati Kristus sebagai suplai kita yang menyuplai, memberi tenaga, memberi kuasa, & memampukan, sehingga kita bisa memilih & melaksanakan kehendak Allah bagi kemuliaan-Nya di dalam gereja. 
 Kita mempelajari Kristus melalui dibangunkan oleh Dia setiap pagi sehingga kita memiliki telinga & lidah seorang murid untuk menopang orang yang lemah dengan firman; sebagai murid-murid Tuhan, pelajar-Nya, kita harus bergantung pada-Nya, percaya dalam nama-Nya, & tidak membuat terang kita sendiri. 
 Kita mempelajari Kristus sebagai Dia yang lemah lembut & rendah hati, sebagai Dia yang gandarnya menyenangkan & yang bebannya ringan, & sebagai Dia yang memberikan diri-Nya sendiri kepada kita sebagai perhentian ( _damai sejahtera yang sempurna & kepuasan yang penuh_ ) bagi jiwa kita .
 Kita mempelajari Kristus sebagai rahasia kecukupan kita yang berhuni untuk mengekspresikan atribut-atribut Allah dalam kebajikan-kebajikan insani Kristus, memperhidupkan Dia bagi perbesaran-Nya dalam segala jenis lingkungan, situasi, & keadaan. 
 Kita mempelajari Kristus sebagai Dia yang mendambakan belas kasihan menurut hati-Nya yang penuh kasih & pengampunan & roh-Nya yang menggembalakan dan mencari. 
 Beberapa orang menganggap bahwa yang dimaksud pemulihan itu hanya untuk pemulihan gereja-gereja lokal. 
*_Gereja-gereja lokal terlalu banyak mengekspresikan hal-hal fisik._*  Harus mengatur para penatua, mengangkat diaken-diaken untuk menangani urusan-urusan luaran yang banyak itu. *_Tetapi pada Tubuh Kristus, tidak ada hal-hal fisik._*
Gereja-gereja lokal hampir sembilan puluh persen bersifat fisik, tetapi kita harus untuk sesuatu yang rohani, & hal rohani ini adalah Tubuh Kristus.
*Realitas Tubuh Kristus* adalah suatu kehidupan yang korporat, ~°bukan kehidupan yang individual.°~
Kehidupan yang korporat ini adalah gabungan dari banyak orang saleh yang telah :
▪️ditebus, 
▪️dilahirkan kembali, 
▪️dikuduskan, & 
▪️ditransformasi oleh Allah yang telah melalui proses & rampung di dalam kita. 
Dalam kelahiran kembali, seorang manusia dijadikan manusia-Allah, namun dia bukan manusia-Allah yang matang.  
*_Prosedur dalam pekerjaan gereja_*  adalah :
- melahirkan, 
- merawat, 
- lalu mengajar & 
- menyempurnakan, sehingga kaum saleh dapat menjadi matang untuk dibangun dalam gereja-gereja lokal bagi pembangunan Tubuh Kristus. 
*Kita tahu bahwa Allah menjadi manusia untuk menjadi seorang Manusia-Allah.*
 Realitas Tubuh Kristus adalah kehidupan korporat manusia - manusia - Allah yang telah disempurnakan, yang adalah manusia-manusia sejati yang tidak hidup berdasarkan hayat mereka, tetapi berdasarkan hayat Allah yang telah melaluio proses, yang atribut-atribut-Nya telah diekspresikan melalui kebajikan-kebajikan mereka.
 Realitas Tubuh Kristus bukan hanya suatu kehidupan korporat, juga suatu kehidupan perbauran. Kehidupan ini belum lengkap; & masih terus berlangsung. Kehidupan perbauran semacam ini berada dalam kebangkitan Kristus, & realitas kebangkitan ini adalah Roh itu. 
 Bila hal ini sudah ada di antara kita ( *_kalau tidak secara penuh, tentunya ada sebagian_* ), maka realitas Tubuh Kristus benar-benar ada di antara kita.



Penulis : Anita Handayani 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung dan mempostingkan komentar nya 🌺👍

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Label

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...