slideshow

Foto Kenangan

FKKP Senin, 05-10-2026 Matius 9:9 Matius 11:29

Senin, Oktober 05, 2026 | | | |

    

FKKP Senin, 05-10-2026 Matius 9:9 Matius 11:29


Matius 9:9 (TB2)  

Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya, "Ikutlah Aku."  Matius pun bangkit dan mengikut Dia.

Doa baca Matius 9:9

• Sumbet ChatGPT :

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau memanggil Matius untuk mengikut-Mu, dan ia segera bangkit meninggalkan kehidupan lamanya. Tuhan, ketika Engkau memanggil aku, berikan aku hati yang peka, taat, dan rela meninggalkan segala sesuatu yang tidak berkenan kepada-Mu. Tolong aku untuk terus bangkit dan mengikuti-Mu setiap hari, serta menjadi orang yang dapat Engkau pakai bagi kehendak-Mu. Amin.


• Sumber Meta AI :

Berikut doa untuk merenungkan Matius 9:9 (TB2):

Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya, "Ikutlah Aku." Matius pun bangkit dan mengikut Dia.

### Doa Pribadi dari Matius 9:9

Tuhan Yesus,

Terima kasih karena Engkau melihat aku, sama seperti Engkau melihat Matius di rumah cukainya.

Di tengah kesibukan, pekerjaan, dan keberdosaanku, Engkau memanggil namaku dan berkata, "Ikutlah Aku."

Hari ini aku mendengar panggilan-Mu. 

Berikan aku keberanian seperti Matius, yang bangkit dan meninggalkan yang lama untuk mengikut Engkau.

Jangan biarkan aku ragu, jangan biarkan aku menoleh ke belakang.

Sucikan hatiku, ubahkan hidupku, dan pakailah aku menjadi murid-Mu yang setia.

Biarlah hidupku yang sederhana ini dapat menjadi kesaksian bagi orang lain tentang kasih-Mu.

Aku mau mengikut Engkau, Tuhan. Sepenuhnya.

Dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa.

Amin.


Jika untuk Doa Bersama / Sebelum Membaca Firman:

Mari kita berdoa.

Bapa di dalam surga, terima kasih untuk Firman-Mu di pagi hari ini. Saat kami akan membaca dan merenungkan Firman-Mu dari Matius 9:9, bukalah mata hati kami untuk melihat betapa besar anugerah panggilan-Mu. Ajarlah kami untuk peka mendengar suara-Mu dan taat segera, seperti Matius. Berbicaralah kepada kami ya Roh Kudus. Dalam nama Yesus kami berdoa, Amin.


• Sumber Bing CoPilot :

🙏 Berikut doa singkat berdasarkan Matius 9:9 (TB2):  

---

Doa  

Tuhan Yesus, Engkau memanggil Matius yang sedang duduk di rumah cukai dengan sederhana: "Ikutlah Aku." Ia pun bangkit dan mengikut Engkau tanpa ragu.  

Ajarlah aku memiliki hati yang siap taat seperti Matius, meninggalkan segala hal yang mengikatku, dan berani melangkah mengikuti panggilan-Mu. Tolong aku untuk tidak menunda, tetapi segera menjawab panggilan-Mu dengan iman dan kasih.  

Kiranya hidupku menjadi kesaksian tentang kuasa panggilan-Mu yang mengubahkan.  

Dalam nama Yesus Kristus aku berdoa. Amin.  

---




Matius 11:29 (TB) 

Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

Doa baca Matius 11:29

• Sumber CharGPT :

Tuhan Yesus, aku mau datang kepada-Mu, memikul kuk yang Engkau pasang dan terus belajar dari-Mu. Ajarlah aku memiliki hati yang lemah lembut dan rendah hati, tidak mengandalkan kekuatanku sendiri, tetapi berserah kepada-Mu dalam setiap keadaan. Biarlah jiwaku mendapat ketenangan di dalam-Mu, dan hidupku semakin menyerupai-Mu. Amin.


• Sumber Meta AI :

Mari kita berdoa dari Matius 11:29 ini:

Doa Ketenangan Jiwa

Tuhan Yesus yang lemah lembut dan rendah hati,

Terima kasih karena Engkau memanggilku hari ini, saat aku letih lesu dan berbeban berat.
Aku datang kepada-Mu apa adanya.

Hari ini aku mau memikul kuk yang Kaupasang. Aku tidak mau lagi memikul kuk kekuatiranku sendiri, kuk ekspektasi orang lain, dan kuk kesempurnaanku sendiri yang begitu berat.

Ajarilah aku, Tuhan. Ajar aku untuk belajar pada-Mu. Belajar untuk tidak tergesa-gesa, tidak mudah marah, tidak tinggi hati. Bentuk hatiku agar seperti hati-Mu yang lemah lembut dan rendah hati.

Tukarkan kegelisahanku dengan ketenangan-Mu. Tukarkan bebanku yang berat dengan beban-Mu yang ringan, karena Engkau memikulnya bersama-sama denganku.

Aku percaya, jiwaku akan mendapat ketenangan di dalam Engkau saja.

Di dalam nama Yesus, Sang Penolongku, aku berdoa.

Amin.



• Sumber Bing CoPilot :
🙏 Berikut doa singkat berdasarkan Matius 11:29 (TB):  

---

Doa  
Tuhan Yesus yang lemah lembut dan rendah hati, Engkau mengundang aku untuk memikul kuk-Mu dan belajar pada-Mu. Di dalam kasih-Mu, aku menemukan ketenangan bagi jiwaku.  

Ajarlah aku untuk meneladani kelembutan dan kerendahan hati-Mu, agar dalam setiap langkah hidup aku tidak terbeban oleh kesombongan atau kekerasan hati. Biarlah kuk yang Kupasang menjadi ringan karena kasih-Mu menopangku.  

Terima kasih, Tuhan, karena di dalam Engkau ada damai sejati. Amin.  

---



Kiriman FKKP dari Bu Ida Pangaribuan :


Senin, 5 Okt 2026 
MINGGU 1 -- HARI 1

*Rawatan Pagi*

Matius 9:9 
*Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di tempat pemungutan cukai, lalu Ia berkata kepadanya, "Ikutlah Aku." Matius pun bangkit dan mengikut Dia.*

Matius 11:29
*Pikullah gandar yang Kupasang dan belajarlah kepada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.*

Pertama, kaum beriman ditetapkan sebagai murid-murid. Istilah murid-murid sering digunakan dalam Injil dan dalam Kitab Kisah Para Rasul, tetapi tidak digunakan sama sekali dalam Surat-surat Kiriman...[Dalam Matius 5:1), ketika Kristus duduk di atas gunung, murid-murid-Nya, bukan kumpulan orang banyak, datang kepada-Nya untuk menjadi pendengar.... Orang banyak yang berhimpun mengelilingi Dia adalah lingkaran luar, tetapi murid-murid-Nya adalah lingkaran dalam.

Murid-murid ini adalah orang-orang beriman Yahudi. Namun, ketika mereka di atas gunung mendengarkan penetapan konstitusi kerajaan, mereka bukan perwakilan umat Yahudi tetapi kaum beriman Perjanjian Baru. Dalam Matius 28:19 Tuhan Yesus memberi tahu murid-murid-Nya untuk pergi dan memuridkan bangsa-bangsa, yaitu, orang-orang bukan Yahudi. Ini berarti bangsa-bangsa itu harus dipalingkan menjadi murid-murid. Karena itu, kaum beriman Yahudi dan bukan Yahudi adalah murid-murid. 
(The Conclusion of the New Testament, hal. 1131)

Pembacaan Hari Ini


Murid-murid adalah orang-orang yang mengikuti Kristus. Dalam ministri-Nya, Tuhan Yesus memberi tahu orang-orang untuk bertobat, sebab Kerajaan Allah sudah dekat (Mrk. 1:15; Mat. 4:17). Ketika seseorang bertobat, atau cenderung untuk pergi kepada-Nya, Dia berkata kepada mereka, "Ikutlah Aku" (Mat. 4:19; 9:9; 19:21; Luk. 9:59).

Murid-murid juga adalah orang yang mempelajari Kristus. Dalam Matius 11:29 Tuhan Yesus berkata, "Pikullah gandar yang Kupasang dan belajarlah kepada-Ku." Pendisiplinan diperlukan untuk mengikuti Kristus dan belajar kepada-Nya. Kita tidak bisa mengikuti Dia atau belajar dari-Nya tanpa didisiplinkan. Kita terutama perlu didisiplinkan untuk belajar dari Kristus. 
(The Conclusion of the New Testament, hal. 1132)

Kita dimuridkan dari seorang manusia alamiah menjadi seorang manusia-Allah, memperhidupkan hayat ilahi melalui menyangkal hayat alamiah kita menurut model Kristus sebagai Manusia-Allah pertama (Mat. 28:19). Orang-orang muda telah datang ke pelatihan sepenuh waktu bukan untuk dilatih dalam pemahaman insani, melainkan untuk dimuridkan dalam pemahaman ilahi. Ketika saya membantu mereka untuk dimuridkan, saya sendiri juga dimuridkan hari demi hari dalam berbagai aspek untuk memperhidupkan hayat ilahi dengan menyangkal hayat alamiah saya.

Kita harus menempuh kehidupan menurut model Kristus sebagai Manusia-Allah pertama. Ketika Kristus berada di bumi ini, Ia menyangkal hayat alamiah-Nya, diri-Nya sendiri. Ia berkata bahwa apa pun yang Ia katakan bukanlah perkataan-Nya, melainkan perkataan Bapa yang mengutus-Nya (Yoh. 14:24). Ia tidak pernah melakukan apa pun dari diri-Nya sendiri (5:19, 30). Ia melakukan segala sesuatu dari dan oleh Bapa yang mengutus. Ia bukan Sang Pengutus, melainkan Yang Diutus. Ia tidak memperhidupkan diri-Nya sendiri; sebaliknya, Ia memperhidupkan Sang Pengutus, Bapa (6:57a). Inilah model Manusia-Allah pertama.

Belum pernah ada manusia seperti itu sepanjang sejarah manusia ...Setelah inkarnasi Allah, ada manusia tertentu di bumi yang merupakan Manusia-Allah. Manusia-Allah ini tidak memperhidupkah hayat insani-Nya. Sebaliknya, Ia memperhidupkan hayat ilahi, diri Allah sendiri, dengan menyangkal hayat insani-Nya. Tuhan memanggil beberapa orang untuk mengikuti-Nya agar mereka melihat bagaimana Ia hidup, sehingga Ia dapat menunjukkan kepada mereka teladan seorang Manusia-Allah. Selama tiga setengah tahun mereka melihat dan dimuridkan oleh teladan ini. Dalam kehidupan gereja, kita juga sedang dimuridkan oleh Tuhan. Kehidupan gereja adalah kehidupan pemuridan untuk memurid-kan kita dari manusia alamiah menjadi seorang manusia-Allah. Allah tidak peduli apakah Anda orang baik atau orang jahat, karena segala sesuatu dari manusia alamiah Anda, baik atau buruk, harus dibawa ke salib. Semua persona alamiah harus dimuridkan kepada salib karena kita memiliki persona lain di dalam diri kita. Kita memiliki hayat dan sifat lain, yang keduanya ilahi, yang harus kita perhidupkan. 
(CWWL, 1994-1997, vol. 5, "The Vital Groups," hal. 88-89)

Bacaan Tambahan: The Conclusion of the New Testament, berita 105; Pelajaran-Hayat Efesus, berita 46-47; CWWL, 1994-1997, vol. 5, "The Vital Groups," bab 2-4, 6, 10-11


Kiriman FKKP dari Pak Domu Nababan :

Senin, 05 Oktober  2026

*_Murid-murid, Orang-orang Beriman, Orang-orang Kudus, dan Orang-orang Kristen*

 Matius. 9:9
*_Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di tempat pemungutan cukai, lalu Ia berkata kepadanya, “Ikutlah Aku.” Matius pun bangkit dan mengikut Dia._*

 Matius. 11:29
*_Pikullah gandar yang Kupasang dan belajarlah kepada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan._*
         
*Kita adalah murid-murid Kristus, orang-orang yang mengikuti & mempelajari Kristus menurut realitas yang nyata dalam Yesus, yang adalah kondisi sesungguhnya dari kehidupan Manusia-Allah dari Yesus yang tercatat dalam keempat Injil; ini adalah mengalami Kristus dalam pengalaman-pengalaman-Nya sehingga kita bisa menjadi reproduksi & duplikat organik-Nya agar Dia memiliki ekspresi korporat dari diri-Nya sendiri bagi kemuliaan-Nya di dalam gereja & di dalam Yerusalem Baru* 

Kita dimuridkan dari seorang manusia alamiah untuk menjadi seorang manusia-Allah, memperhidupkan hayat ilahi melalui menyangkal hayat alamiah kita menurut model Kristus sebagai Manusia-Allah pertama; ini adalah belajar Kristus & diajar di dalam Dia sebagai realitas yang nyata dalam Yesus, untuk diperbarui di dalam roh pikiran kita oleh firman Allah sehingga kita bisa menjadi manusia-Allah yang baru & korporat. 

 Melalui pembacaan Kitab Suci dengan penuh doa & melalui memiliki telinga untuk mendengarkan apa yang dikatakan Roh itu kepada gereja-gereja melalui ministri firman, kita dimuridkan oleh Tuhan melalui ditransformasi melalui pembaruan pikiran kita. Bagi kita diperbarui dalam pikiran kita adalah menyingkirkan semua konsepsi usang mengenai hal-hal dari kehidupan insani melalui menerima pemikiran-pemikiran baru dari Allah melalui pengajaran dari Kitab Suci & penerangan dari Roh Kudus. 

 Untuk menjadi murid-murid Tuhan yang diselamatkan dalam Kristus sendiri sebagai hayat untuk meraja dalam hayat atas Satan, dosa, & maut, kita harus disusun ulang oleh firman kudus Allah sehingga kita bisa diajar, diperintah, diatur, & dikendalikan oleh firman Allah.

 Pertama, kaum beriman ditetapkan sebagai murid-murid. Istilah murid-murid sering digunakan dalam Injil & dalam Kitab Kisah Para Rasul, tetapi tidak digunakan sama sekali dalam Surat-surat Kiriman.
Murid-murid adalah orang-orang yang mengikuti Kristus. 
Dalam ministri-Nya, Tuhan Yesus memberi tahu orang-orang untuk bertobat, sebab Kerajaan Allah sudah dekat. 
Murid-murid juga adalah orang yang mempelajari Kristus. Kita tidak bisa mengikuti Dia atau belajar dari-Nya tanpa didisiplinkan. *_Kita terutama perlu didisiplinkan untuk belajar dari Kristus._*

 Kita harus menempuh kehidupan menurut model Kristus sebagai Manusia-Allah pertama. Ketika Kristus berada di bumi ini, Ia menyangkal hayat alamiah-Nya, diri-Nya sendiri. Ia berkata bahwa apa pun yang Ia katakan bukanlah perkataan-Nya, melainkan perkataan Bapa yang mengutus-Nya . Ia tidak pernah melakukan apa pun dari diri-Nya sendiri . Ia melakukan segala sesuatu dari dan oleh Bapa yang mengutus. Ia bukan Sang Pengutus, melainkan Yang Diutus. Ia tidak memperhidupkan diri-Nya sendiri; sebaliknya, Ia memperhidupkan Sang Pengutus, Bapa. 
*Inilah model Manusia-Allah pertama.*
Belum pernah ada manusia seperti itu sepanjang sejarah manusia. Setelah inkarnasi Allah, ada manusia tertentu di bumi yang merupakan Manusia-Allah. Manusia-Allah ini tidak memperhidupkan hayat insani-Nya. Sebaliknya, Ia memperhidupkan hayat ilahi, diri Allah sendiri, dengan menyangkal hayat insani-Nya. 

 Tuhan memanggil beberapa orang untuk mengikuti-Nya agar mereka melihat bagaimana Ia hidup, sehingga Ia dapat menunjukkan kepada mereka teladan seorang Manusia-Allah. 
 Dalam kehidupan gereja, kita juga sedang dimuridkan oleh Tuhan. Kehidupan gereja adalah kehidupan pemuridan untuk memuridkan kita dari manusia alamiah menjadi seorang manusia-Allah. Allah tidak peduli apakah kita orang baik atau orang jahat, karena segala sesuatu dari manusia alamiah kita, baik atau buruk, harus dibawa ke salib. 
*_Semua persona alamiah harus dimuridkan kepada salib karena kita memiliki persona lain di dalam diri kita._*
*Kita memiliki hayat & sifat lain, yang keduanya ilahi, yang harus kita perhidupkan.*


Penulis : Anita Handayani 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung dan mempostingkan komentar nya 🌺👍

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Label

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...