slideshow

Foto Kenangan

FKKP Kamis, 01-10-2026 1 Petrus 5:2 Efesus 4:29

Kamis, Oktober 01, 2026 | | | |

 

FKKP Kamis, 01-10-2026 

1 Petrus 5:2 Efesus 4:29


1 Petrus 5:2 (TB) 

Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.

Doa Baca 1 Petrus 5:2 

● Sumber ChatGPT :

Berikut Doa Baca 1 Petrus 5:2 yang singkat:

Tuhan Yesus, ajarlah aku menggembalakan setiap orang yang Kaupercayakan kepadaku dengan sukarela, penuh kasih, dan sesuai kehendak-Mu. Jauhkan aku dari keinginan mencari keuntungan atau kemuliaan diri. Berikan aku hati seorang hamba yang setia, rendah hati, dan rela berkorban untuk membangun dan merawat domba-domba-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin. 🙏


● Sumber Meta AI :

Berikut doa perenungan dari 1 Petrus 5:2 (TB)
Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.

### Doa Bagi Hati Seorang Gembala

Bapa yang Maha Kasih,
Terima kasih untuk kepercayaan yang Engkau berikan untuk menggembalakan domba-domba-Mu.
Ampuni kami jika selama ini kami melayani karena terpaksa, karena kebiasaan, atau karena mencari keuntungan bagi diri sendiri.

Hari ini, ajar kami melayani dengan sukarela, seperti Kristus yang dengan rela memberikan diri-Nya.
Biarlah setiap pelayanan kami sesuai dengan kehendak-Mu, bukan kehendak kami.

Berikan kami hati yang penuh pengabdian,
yang tidak mencari hormat, pujian, atau upah,
tetapi yang tulus mengasihi jiwa-jiwa yang Engkau percayakan kepada kami.

Roh Kudus, pimpinlah kami,
agar kawanan domba yang ada pada kami terpelihara, dikuatkan, dan dibawa semakin dekat kepada-Mu.

Di dalam nama Tuhan Yesus, Gembala Agung kami, kami berdoa.
Amin.

---

Doa Singkat untuk Pelayanan Sehari-hari

Tuhan Yesus,
Pakailah aku hari ini untuk menggembalakan dengan kasih.
Jauhkan hatiku dari keterpaksaan dan kepentingan diri.
Biarlah aku melayani dengan sukarela dan dengan pengabdian diri yang tulus,
seperti Engkau telah melayani aku. Amin.


● Sumber Bing :

Doa berdasarkan 1 Petrus 5:2 mengajak kita untuk melayani sesama dengan hati yang sukarela, rendah hati, dan penuh pengabdian, sesuai kehendak Allah.

Renungan Singkat

Ayat ini mengingatkan para pemimpin dan jemaat bahwa memimpin atau membimbing orang percaya bukanlah untuk paksaan atau keuntungan pribadi, melainkan sebagai pelayanan yang tulus kepada Allah dan sesama. Gembala rohani dipanggil untuk menjadi teladan, menekankan pengabdian hati dan integritas, serta mengutamakan kepentingan rohani kawanan domba yang dipercayakan kepadanya . Melalui pelayanan ini, kita meneladani Kristus yang melayani dengan rendah hati.

Doa Berdasarkan 1 Petrus 5:2

Tuhan yang Maha Penyayang,
Ajarlah aku untuk melayani sesamaku dengan hati yang sukarela, bukan karena paksaan atau keinginan duniawi. Berikan aku ketulusan dan pengabdian diri dalam memimpin dan membimbing, agar setiap tindakan ku mencerminkan kehendak-Mu. Lindungilah aku dari keinginan mencari keuntungan atau kuasa atas orang lain, dan bantulah aku menjadi teladan yang baik bagi mereka yang Kau percayakan kepadaku. Semoga aku selalu mengutamakan kasih dan kebaikan-Mu dalam setiap pelayanan, dan dengan rendah hati serta setia menjalankan panggilan-Mu. Amin
.

Penerapan Praktis

  • Layani sesama dengan sukarela dan hati yang tulus.
  • Hindari niat pribadi atau keuntungan duniawi dalam pelayanan.
  • Jadilah teladan dalam iman, tindakan, dan kasih.
  • Ingat panggilan ini sebagai pelayanan kepada Allah, bukan diri sendiri.
Doa ini dan renungan mengajak kita untuk menyeimbangkan kepemimpinan dan pelayanan dengan ketulusan, rendah hati, dan kesetiaan penuh kepada kehendak Allah, sebagaimana diajarkan dalam 1 Petrus 5:2 TB .




Efesus 4:29 (TB2) 

Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh anugerah.

Doa Baca Efesus 4:29

● Sumber CharGPT:

Berikut Doa Baca Efesus 4:29 yang singkat:

Tuhan Yesus, ajarlah aku menjaga setiap perkataan yang keluar dari mulutku. Jauhkan aku dari perkataan yang menyakiti atau meruntuhkan, dan penuhi hatiku dengan kasih-Mu, supaya perkataanku selalu baik, membangun, menguatkan, dan menjadi saluran anugerah bagi setiap orang yang mendengarnya. Amin.


●Sumber Meta AI :

Ini doa untuk merenungkan Efesus 4:29 (TB2):

"Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh anugerah."

Doa Penjaga Lidah:

Bapa di surga,

Terima kasih untuk Firman-Mu di Efesus 4:29 hari ini.

Ampuni aku, Tuhan, jika masih ada perkataan kotor, dusta, keluh kesah, dan kata-kata yang melukai keluar dari mulutku. 

Kuduskan bibir dan hatiku, karena apa yang keluar dari mulut meluap dari hati.

Roh Kudus, jagalah lidahku hari ini.

Ajari aku untuk diam ketika perlu diam,

dan berbicara ketika perlu membangun.

Biarlah setiap kata yang kuucapkan membawa anugerah —

yang menguatkan yang lemah,

yang menghibur yang sedih,

yang membangun iman orang yang mendengarnya.

Pakailah mulutku menjadi alat kasih-Mu.

Dalam nama Yesus, Firman yang hidup, aku berdoa.

Amin.

---

Kalau kamu mau pakai untuk doa pagi sebelum beraktivitas, bisa tambahkan doa singkat ini:

Tuhan, biarlah perkataanku hari ini tidak meruntuhkan, melainkan membangun. Beri aku hikmat untuk berkata baik, tepat pada waktunya.


● Sumber Bing :

Efesus 4:29 mengajarkan agar kita menjauhi perkataan kotor dan memilih kata-kata yang membangun, sehingga doa yang sesuai dapat meminta Tuhan menolong kita berbicara dengan kasih dan hikmat.

Bacaan Alkitab (Efesus 4:29 TB2)

"Jangan ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya beroleh kasih karunia."

Contoh Doa

Ya Tuhan yang penuh kasih, aku bersyukur atas firman-Mu yang menuntun aku dalam perkataan sehari-hari. Tolong aku, supaya tidak ada kata-kata kotor atau menyakitkan yang keluar dari mulutku. Ajari aku memilih kata-kata yang membangun, penuh kasih, dan membawa damai bagi orang lain. Pimpin lidahku untuk menjadi sumber berkat, menolong mereka yang mendengarnya merasakan kasih dan rahmat-Mu. Semoga perkataan dan sikapku mencerminkan Engkau dan memuliakan nama-Mu, dalam nama Yesus Kristus, Amin.

Renungan Singkat

Efesus 4:29 mengingatkan kita bahwa kata-kata memiliki kekuatan untuk membangun atau merusak. Dengan mendoakan agar Tuhan menolong kita berbicara dengan hikmat, kita bisa menjaga hubungan baik, membangun komunitas yang penuh kasih, dan memuliakan Tuhan lewat perkataan kita. Fokus pada perkataan yang baik bukan hanya soal menghindari kata-kata kotor, tetapi juga aktif berbicara untuk kebaikan dan mendorong pertumbuhan rohani sesama.



FKKP kiriman Bu Ida Pangaribuan :

Kamis, 01 Okt 2026 

MINGGU 6 -- HARI 4

*Rawatan Pagi*

1 Petrus 5:2

*Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.*

Efesus 4:29

*Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh anugerah.*

Dalam Surat Kirimannya yang pertama, Petrus berbicara tentang Kristus sebagai Gembala dan Penilik jiwa kita, batin dan persona riil kita (2:25). Kemudian dalam 5:1-2 ia memberi tahu para penatua bahwa kewajiban mereka adalah menggembalakan kawanan domba Allah menurut Allah. Menurut Allah berarti kita harus memperhidupkan Allah. Kita harus selalu memiliki persediaan Allah. Kita memiliki Allah dalam pemahaman kita, dalam teologi kita, dan dalam pengajaran kita, tetapi kita mungkin tidak memperhidupkan Allah ketika kita menggembalakan orang. Ketika kita esa dengan Allah, kita menjadi Allah. Kemudian kita memiliki Allah dan adalah Allah dalam penggembalaan kita terhadap orang lain. Menggembalakan menurut Allah adalah menggembalakan menurut apa adanya Allah dalam atribut-atribut-Nya. Allah adalah kasih, terang, kekudusan, dan keadilbenaran...Kita harus menggembalakan orang muda, orang-orang lemah, dan orang-orang yang undur menurut apa adanya Allah dalam atribut-atribut-Nya. Allah adalah kasih, terang, kekudusan, dan keadilbenaran. .... Kita harus menggembalakan orang muda , orang-orang lemah, dan orang-orang yang undur menurut empat atribut ini. Maka kita akan menjadi gembala-gembala yang baik.

Jika kita ingin menikmati hayat dan meministrikan hayat kepada orang lain, kita harus menggembalakan mereka. Peministrian hayat yang riil adalah menggembalakan melalui mengunjungi dan mengontak orang


*Pembacaan Hari Ini*

Bertahun-tahun yang lalu saya mengira bahwa menilik adalah menyelidiki siapa yang salah dan siapa yang benar, siapa yang berlaku baik. dan siapa yang berlaku jelek. Akhirnya saya tahu bahwa menilik terutama adalah masalah menilik keperluan...Kepenilikan

[gembala]berhubungan dengan melindungi kawanan domba, memimpin kawanan domba, dan memberi makan kawanan domba.

Seperti yang Petrus katakan, para penatua harus menilik "dengan sukarela, menurut Allah" [1 Ptr. 5:2, T1.1. Menilik menurut Allah berarti menurut sifat, keinginan, cara, dan kemuliaan Allah, bukan menurut kesukaan, kepentingan, dan tujuan manusia, Para penatua jangan menilik menurut opini, konsepsi, rasa suka atau tidak suka mereka. Sebaliknya, mereka harus menilik menurut pilihan, keinginan, maksud, dan kesukaan Allah. Para penatua harus menilik gereja secara keseluruhan menurut pikiran, perasaan, maksud, dan pilihan Allah. Mereka harus menilik menurut kesukaan dan ketidaksukaan Allah.

Dalam 5:2 Petrus memperingatkan para penatua untuk tidak mencari keuntungan dengan cara-cara yang rendah, tetapi melaksanakan penilikan dengan penuh semangat. Ini berarti para penatua tidak boleh mengambil keuntungan dari kepenatuaan dan menggunakannya sebagai alat untuk mencari uang. Mereka harus dengan penuh semangat menilik seperti para orang tua yang dengan penuh gairah memelihara anak-anak mereka. 

Berapa banyak kita bisa membantu anggota-anggota ini [yang memiliki watak yang antik dan keras kepala] bergantung pada berapa banyak watak kita telah ditanggulangi. Tuhan menggunakan watak mereka sebagai cermin untuk memantulkan watak kita. Kita mungkin berkata bahwa masalah mereka adalah watak mereka, tetapi Tuhan mungkin bertanya kepada kita, "Bagaimana dengan watak Anda?"...Jika watak kita telah ditanggulangi oleh Tuhan, mereka akan tahu hal ini.... Ini akan membantu mereka mengizinkan watak mereka ditanggulangi. Hari ini gereja di tempat kita itu lembut dan segar, tetapi setelah beberapa tahun, watak-watak yang antik dari beberapa kaum saleh akan dimanifestasikan. Apakah kita bisa membantu mereka atau tidak, bergantung pada berapa banyak kita telah mengizinkan Tuhan menjamah watak kita.

Persekutuan dengan saudara-saudara dan koordinasi dengan mereka bisa membantu kita untuk keluar dari watak kita. Kita bisa menerima bantuan hanya dengan mengikuti para saudara yang dengannya kita berkoordinasi.... Sebagian besar orang dengan watak yang kuat berpikir bahwa mereka lebih cerdas daripada yang lain. Mereka berpikir bahwa mereka memiliki lebih banyak wawasan dan lebih banyak pandangan ke depan daripada yang lain. Karena itu, mereka tidak percaya pada orang lain, dan konsekuensinya, mereka tidak mengikuti orang lain. ...Orang seperti ini bisa dibantu hanya dengan mengikuti orang lain.

Untuk membantu orang menanggulangi watak mereka, watak kita harus terlebih dahulu ditanggulangi.


FKKP kiriman Pak Domu Nababan :

Kamis, 01 Oktober 2026   

 1 Petrus. 5:2

*"Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah … ."*

 Efesus. 4:29

**Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh anugerah."*

 Petrus memerintahkan para penatua untuk menggembalakan kawanan domba Allah menurut Allah :

 Menurut Allah berarti kita harus memperhidupkan Allah.

 Ketika kita esa dengan Allah, kita menjadi Allah  & kita adalah Allah dalam kita menggembalakan orang lain.

 Menggembalakan menurut Allah adalah menggembalakan menurut sifat, kedambaan, jalan, & kemuliaan Allah, bukan menurut kesukaan, kepentingan, tujuan, & watak kita.

 Menggembalakan menurut Allah adalah menggembalakan menurut apa adanya Allah dalam atribut-atribut-Nya.

 Untuk menggembalakan menurut Allah, kita perlu menjadi Allah dalam hayat, sifat, ekspresi, & fungsi. 

*_Kita harus selalu memiliki persediaan Allah._*

Kita memiliki Allah dalam pemahaman kita, dalam teologi kita, & dalam pengajaran kita, tetapi kita mungkin tidak memperhidupkan Allah ketika kita menggembalakan orang. Ketika kita esa dengan Allah, kita menjadi Allah. Kemudian kita memiliki Allah & adalah Allah dalam penggembalaan kita terhadap orang lain. 

 Menggembalakan menurut Allah adalah menggembalakan menurut apa adanya Allah dalam atribut-atribut-Nya. Allah adalah kasih, terang, kekudusan, & keadilbenaran. 

*_Kita harus menggembalakan orang muda, orang-orang lemah, & orang-orang yang undur menurut empat atribut ini._*

 Maka kita akan menjadi gembala-gembala yang baik.

Jika kita ingin menikmati hayat & meministrikan hayat kepada orang lain, kita harus menggembalakan mereka.

Peministrian hayat yang riil adalah menggembalakan melalui mengunjungi & mengontak orang.

 Menilik menurut Allah berarti menurut sifat, keinginan, cara, & kemuliaan Allah, bukan menurut kesukaan, kepentingan, & tujuan manusia. ~°Para penatua jangan menilik menurut opini, konsepsi, rasa suka atau tidak suka mereka.•~ 

Sebaliknya, mereka harus menilik menurut pilihan, keinginan, maksud, & kesukaan Allah. Para penatua harus menilik gereja secara keseluruhan menurut pikiran, perasaan, maksud, & pilihan Allah. Mereka harus menilik menurut kesukaan & ketidaksukaan Allah. 

Ini berarti para penatua tidak boleh mengambil keuntungan dari kepenatuaan & menggunakannya sebagai alat untuk mencari uang. Mereka harus dengan penuh semangat menilik seperti para orang tua yang dengan penuh gairah memelihara anak-anak mereka. 

 Berapa banyak kita bisa membantu anggota-anggota ini yang memiliki watak yang antik & keras kepala bergantung pada berapa banyak watak kita telah ditanggulangi. Tuhan menggunakan watak mereka sebagai cermin untuk memantulkan watak kita. 

Jika watak kita telah ditanggulangi oleh Tuhan, mereka akan tahu hal ini. Ini akan membantu mereka mengizinkan watak mereka ditanggulangi. 

 Hari ini gereja di tempat kita itu lembut & segar, tetapi setelah beberapa tahun, watak-watak yang antik dari beberapa kaum saleh akan dimanifestasikan. Apakah kita bisa membantu mereka atau tidak, bergantung pada berapa banyak kita telah mengizinkan Tuhan menjamah watak kita.

 *Untuk membantu orang menanggulangi watak mereka, watak kita harus terlebih dahulu ditanggulangi.*



Penulis : Anita Handayani 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung dan mempostingkan komentar nya 🌺👍

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Label

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...