slideshow

Foto Kenangan

FKKP Sabtu, 17-10-2026 Lukas 18:1-3

Sabtu, Oktober 17, 2026 | | | |

  

FKKP Sabtu, 17-10-2026

Lukas 18:1-3


Lukas 18:1-3 (TB)  

Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.
Kata-Nya: "Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun.
Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku.


Doa Baca Lukas 18:1-3 (TB)


Tuhan Yesus, terima kasih atas firman-Mu yang mengajar saya untuk selalu berdoa dan tidak jemu-jemu. Ajarlah saya untuk tetap tekun berdoa, percaya kepada-Mu, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Saya percaya Engkau mendengar doa saya dan mengetahui setiap pergumulan saya. Dalam nama Tuhan Yesus, amin. 🙏


FKKP kiriman Bu Ida Pangaribuan :


Jumat, 16 Okt 2026 
MINGGU 2 -- HARI 5

*Rawatan Pagi*

Yesaya 45:15
*Sungguh, Engkau Allah yang menyembunyikan diri, Allah Israel, Juruselamat.*

Yohanes 1:18
*Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.*

Jika Anda baik-baik membaca Alkitab. Anda akan melihat bahwa sepertinya Allah memiliki suatu watak, yaitu tidak senang menampilkan diri.
Dia senang bekerja secara rahasia dan bukan secara terbuka. Dia menciptakan alam semesta dan kemudian menyembunyikan diri-Nya di dalamnya, sampai kita tidak tahu di mana bisa menemukan Dia. Dia mengambil manusia itu hampir tidak dikenal. Sewaktu menjumpai Dia untuk kali pertama, orang-orang hanya melihat seorang manusia yang disebut Yesus dari Nazaret. Sewaktu menjumpai Dia untuk kali kedua, mereka mengenali Dia sebagai manusia yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata; dan pada pertemuan kali ketiga, mereka berpikir bahwa Dia pasti adalah seorang nabi. Ketika mereka menjumpai Dia kemudian, mereka merasakan, "Orang ini tentu lebih dari seorang nabi." Tetapi untuk menemukan dengan pasti siapakah Dia, bukan perkara yang mudah. Bahkan murid-murid-Nya, selama tiga setengah tahun mendampingi Dia, tidak mencapai pengetahuan yang benar akan Dia. Semua ini memberi tahu kita bahwa Dia senantiasa menyembunyikan diri-Nya. Dia akan memanifestasikan diri-Nya sejenak dan kemudian menyembunyikan diri-Nya lagi. 


Pembacaan Hari Ini


Perhatikanlah bagaimana Yesaya mengekspresikan pemikiran ini: "Sungguh, Engkau Allah yang menyembunyikan diri, Allah Israel" (Yes. 45:15). Pernyataan ini sangat tegas.... Pengutaraannya adalah berdasarkan pada akumulasi fakta... Yang telah ia lihat dari tindakan Allah, yang telah ia amati terjadi pada Israel di bawah tangan Allah, yang ia telah pandang dari pengalaman umat Allah-semua pengamatan ini telah memaksa nabi untuk mengakui bahwa Allah adalah Allah yang menyembunyikan diri-Nya. Mengapa Yesaya sampai pada kesimpulan ini?... Ini karena Allah melakukan banyak hal di tengah-tengah bangsa Israel dan banyak hal dalam kehidupan pribadi mereka, namun Dia me-nyembunyikan diri-Nya.... Sangat banyak yang dilakukan oleh-Nya, namun bangsa Israel sepenuhnya abai mengenai siapa yang melakukannya. Kemudian suatu hari Yesaya mengatakan, "Sungguh, Engkau Allah yang menyembunyikan diri." 

Jika kita dengan teliti mempelajari sejarah alam semesta, sejarah umat manusia, sejarah Perjanjian Lama, dan sejarah Perjanjian Baru, kita akan mencapai kesimpulan yang sama: Allah adalah Allah yang menyembunyikan diri-Nya... Ada banyak hal dan banyak kisah di alam semesta, namun dalam enam ribu tahun tidak ada orang yang pernah melihat Allah [Yoh. 1:18)... Pada masa Perjanjian Baru, meskipun Putra tunggal, yang ada di pangkuan Bapa, datang untuk mendeklarasikan Allah, deklarasi ini juga tersembunyi. Meskipun Putra sulung datang dengan tujuan mendeklarasikan Allah, Allah tersembunyi di dalam seorang manusia, bahkan seorang manusia yang tidak menarik. Wajah dan rupa manusia ini buruk; Dia tidak memiliki rupa yang menarik atau penampilan yang elok (Yes. 53:2). Ini mengakibatkan sangat sulit bagi siapa pun untuk mengenali bahwa Dia adalah Allah. Dia bertumbuh di kota kecil Nazaret di provinsi Galilea yang tidak penting. Orang-orang Yahudi mengetahui bahwa tidak ada nabi atau orang terkemuka yang datang dari Nazaret (Yoh. 1:46). Karena itu, ketika Yesus orang Nazaret muncul, sangat sedikit yang berpikir bahwa Dia mungkin adalah seorang nabi, apalagi bahwa Allah ada di dalam Dia. Namun Allah tersembunyi di dalam Dia. Sungguh fakta.

Karena Allah kita adalah Allah yang tersembunyi, orang lain mungkin memeriksa dan bertanya, "Di manakah Allahmu? Di manakah kerajaan-Nya?" Ketika kita ditanya demikian, kita mungkin akan menjawab dengan cara demikian: "Allahku tersembunyi. Aku tidak dapat melihat Dia, dan Anda juga tidak dapat melihat Dia. Tetapi Anda perlu menyadari bahwa cepat atau lambat, Allahku yang tersembunyi akan datang untuk melakukan sesuatu demi aku dan untuk menanggulangi mereka yang tidak percaya kepada Dia."

Hari ini kita perlu menyadari bahwa Allah yang Maha Kuasa yang sedang kita layani masih menyembunyikan diri-Nya, terutama ketika Dia menolong kita. Kita tidak dapat melihat Dia, dan kelihatannya Dia tidak melakukan apa-apa bagi kita. Sebenarnya, Dia menyertai kita sepanjang waktu dan, dengan cara yang tersembunyi, Dia melakukan banyak hal bagi kita.


FKKP kiriman Pak Domu Nababan :


Jumat, 16 Oktober 2026

 Yesaya. 45:15
*_Sungguh, Engkau Allah yang menyembunyikan diri, Allah Israel, Juru Selamat._*

 Yohanes. 1:18
*_Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya._*
     
*Allah adalah Allah yang menyembunyikan diri-Nya—Allah yang tersembunyi* 
 Meskipun Allah kita ada di mana-mana, Maha Kuasa, & penuh pengampunan, Dia juga adalah Allah yang bersembunyi, seperti yang ditunjukkan oleh Kitab Ester.
Allah menciptakan alam semesta & kemudian menyembunyikan diri-Nya di dalamnya, sampai kita tidak tahu di mana bisa menemukan Dia.

 Allah melakukan banyak hal di tengah-tengah bangsa Israel & banyak hal dalam kehidupan pribadi mereka, namun Dia menyembunyikan diri-Nya; Dia bekerja tanpa henti, namun Dia selalu tersembunyi.

 Kita perlu menyadari bahwa Allah yang Maha Kuasa yang kita layani masih menyembunyikan diri-Nya, terutama ketika Dia membantu kita. Allah yang menyembunyikan diri-Nya beroperasi di dalam kita dengan diam namun penuh kuasa.

 Jika kita baik-baik membaca Alkitab, kita akan melihat bahwa sepertinya Allah memiliki suatu watak, yaitu tidak senang menampilkan diri. Dia senang bekerja secara rahasia & bukan secara terbuka. Dia menciptakan alam semesta & kemudian menyembunyikan diri-Nya di dalamnya, sampai kita tidak tahu di mana bisa menemukan Dia. Dia mengambil tempat kediaman-Nya di dalam manusia, tetapi manusia itu hampir tidak dikenal. 

 Jika kita dengan teliti mempelajari sejarah alam semesta, sejarah umat manusia, sejarah Perjanjian Lama, & sejarah Perjanjian Baru, kita akan mencapai kesimpulan yang sama: *Allah adalah Allah yang menyembunyikan diri-Nya.* 
Karena Allah kita adalah Allah yang tersembunyi, orang lain mungkin memeriksa & bertanya, *_“Di manakah Allahmu? Di manakah kerajaan-Nya?”_*
Ketika kita ditanya demikian, kita mungkin akan menjawab dengan cara demikian: *_“Allahku tersembunyi. Aku tidak dapat melihat Dia, & Anda juga tidak dapat melihat Dia. Tetapi Anda perlu menyadari bahwa cepat atau lambat, Allahku yang tersembunyi akan datang untuk melakukan sesuatu demi aku dan untuk menanggulangi mereka yang tidak percaya kepada Dia.”_*

 Hari ini kita perlu menyadari bahwa Allah yang Maha Kuasa yang sedang kita layani masih menyembunyikan diri-Nya, terutama ketika Dia menolong kita. Kita tidak dapat melihat Dia, & kelihatannya Dia tidak melakukan apa-apa bagi kita. Sebenarnya, Dia menyertai kita sepanjang waktu & , dengan cara yang tersembunyi, Dia melakukan banyak hal bagi kita.


FKKP kiriman Pak Domu Nababan ; 


📆 Sabtu, 17 Oktober 2026 
Week 2️⃣  

*"_Hayat Kekal—Hayat Allah dengan Sifat Ilahi, Allah Tritunggal sebagai Struktur Alkitab, dan Allah yang Tersembunyi, Allah yang Menyembunyikan Diri-Nya_"* 

📖 Lukas. 18:1-3
*_Yesus menyampaikan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan bahwa mereka harus selalu berdoa tanpa jemu-jemu._*
*_Kata-Nya, “Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun. Di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku._”*
           
Makna perumpamaan dalam Lukas 18:1-8 itu sangat dalam, dan kita perlu mengenal Allah sebagaimana Dia diwahyukan, sebagai Allah yang tersembunyi .
◾ Iman yang melaluinya kita diselamatkan adalah tahap awal dari iman; iman yang membawa kita ke dalam kesatuan hayat dengan Kristus adalah iman yang menghubungkan—iman yang masuk ke dalam kita melalui kita mengontak Allah Tritunggal senantiasa sehingga kita bisa hidup oleh Putra Allah. 
◾ Iman yang menghubungkan adalah tuntutan ilahi bagi para pemenang untuk berjumpa dengan Kristus saat kembali-Nya yang berkemenangan. 
(1) Iman yang menghubungkan adalah Allah Tritunggal bergerak di dalam kita untuk menghubungkan kita dengan kekayaan-Nya yang tidak terduga.
(2) Iman yang menghubungkan adalah iman kaum beriman yang tidak percaya pada diri sendiri; sebaliknya, kepercayaan mereka adalah pada Allah.
(3) Ketika Tuhan Yesus datang kembali, Dia akan menemukan sejumlah pemenang yang hidup oleh iman yang menghubungkan dan akan menghargai mereka sebagai harta bagi kerajaan-Nya dalam seribu tahun pemerintahan-Nya.

🙎‍♀️ *Janda dalam Lukas 18:3 melambangkan kaum beriman.* 
Dalam hal ini, kaum beriman dalam Kristus adalah janda pada zaman ini karena Suami mereka, Kristus , tidak bersama mereka.
Dalam perumpamaan ini Tuhan menunjukkan bahwa kaum beriman dalam Kristus memiliki seorang lawan. *Lawan ini adalah Satan, Iblis, yang terhadapnya kita perlu pembalasan Allah.*
Kita harus berdoa dengan tidak jemu-jemu untuk pembalasan ini & tidak boleh putus asa.

👤 *Allah Tritunggal adalah untuk kenikmatan manusia.*
Namun umat manusia yang telah jatuh ini tidak memiliki konsepsi ini; sama sekali tidak memiliki perasaan terhadap-Nya. 
Orang-orang dunia sibuk dengan : 
🔹kawin mengawinkan, 
🔹jual beli, 
🔹menanam & 
🔹membangun. 
Mereka tidak memiliki pemikiran bahwa Allah adalah kenikmatan mereka, karena mereka semua telah teracuni, & terbius.

 ✴️ Kita perlu menyadari bahwa sebagai umat Allah dalam angkatan yang terbius & membius ini, kita seperti seorang janda. 
▪️Di satu pihak, Suami kita, Tuhan, tidak hadir. 
▪️Selain itu, kita memiliki seorang lawan yang selalu menganiaya kita.
Tuhan juga mewahyukan bahwa sewaktu kita mencari Dia, kita perlu membenci segala hal & segala perkara yang menghalangi kita dari kenikmatan kita terhadap Dia. Selain itu, ketika menikmati Dia, kita akan menderita penganiayaan. Penganiayaan itu berasal dari lawan kita, dia yang adalah musuh Allah & yang telah menjadi musuh kita karena kita berada di pihak Allah.

😈 Sewaktu lawan kita menganiaya kita, Allah kita terlihat tidak adil, karena Dia membiarkan anak-anak-Nya teraniaya secara tidak adil. *Misalnya,*. : 
▪️Yohanes Pembaptis dipenggal, 
▪️Petrus mati martir, 
▪️Paulus dipenjarakan, & 
▪️Yohanes dibuang. 
*_Bahkan sampai hari ini kita masih mengalami perlakuan yang tidak adil._*
😢 Ketika Suami kita kelihatannya absen, meninggalkan kita di bumi sebagai seorang janda, Allah kita untuk sementara waktu kelihatannya menjadi hakim yang tidak adil. *_Meskipun Dia kelihatannya tidak adil, kita tetap harus memohon kepada-Nya, berdoa dengan tidak jemu-jemu, & berkali-kali menyusahkan-Nya._*


Penulis : Anita Handayani 











Penulis : Anita Handayani 







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung dan mempostingkan komentar nya 🌺👍

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Label

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...