Apa yang dimaksud dari perkataan Yohanes dalam Yohanes 1:4 (TB)
Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.?
Jawab :
🌿 Makna Rohani Yohanes 1:4 (TB)
“Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.”
Ayat ini ditulis oleh Rasul Yohanes, yang sedang menjelaskan siapa Yesus Kristus dan apa arti kehidupan yang berasal dari-Nya.
Ada dua hal penting yang ingin disampaikan Yohanes.
1\. “Dalam Dia ada hidup”
Artinya, Yesus Kristus adalah sumber kehidupan. Hidup yang kita terima dari Allah bukan hanya kehidupan jasmani, tetapi juga hayat rohani dan hidup kekal melalui Kristus.
Ketika kita percaya kepada Yesus, kita menerima hidup dari-Nya dan mulai mengenal Allah secara pribadi.
2\. “Hidup itu adalah terang manusia”
Artinya, hidup yang berasal dari Kristus menjadi terang yang menerangi hati dan kehidupan kita. Terang-Nya menolong kita mengenal kebenaran, membedakan yang benar dari yang salah, serta berjalan menurut kehendak Allah.
Tanpa terang Kristus, manusia tidak dapat mengenal kebenaran Allah dengan benar. Namun, ketika kita datang kepada-Nya, kita dituntun untuk hidup dalam terang-Nya.
❤️ Apa artinya bagi kehidupan kita?
Misalnya, ketika kita menghadapi penolakan, kesedihan, atau kebingungan, kita dapat datang kepada Tuhan melalui doa dan firman-Nya. Kita belajar tidak hanya mengikuti perasaan sendiri, tetapi mencari kehendak Tuhan dan berjalan dalam kebenaran-Nya.
Rhema untuk kita:
Tuhan Yesus adalah sumber hayatku dan terang bagi hidupku. Aku tidak hanya ingin menerima hidup dari-Nya, tetapi juga ingin berjalan dalam terang-Nya setiap hari. Biarlah Kristus menerangi hatiku, membarui pikiranku, dan memimpin setiap langkahku agar hidupku semakin berkenan kepada Allah.
Inti maknanya: Hayat yang ada di dalam Kristus menjadi terang bagi manusia, sehingga kita dapat mengenal Allah dan hidup menurut kebenaran-Nya.
Amin. 🙏
Senin, 12 Okt 2026
MINGGU 2 -- HARI 1
*Rawatan Pagi*
Yohanes 1:4
*Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.*
1 Yohanes 5:12
*Siapa yang memiliki Anak, ia memiliki hidup; siapa yang tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.*
Hayat kekal merupakan topik yang besar dalam Alkitab; ini adalah berkat terbesar yang Allah berikan kepada kita dalam keselamatan-Nya. Mengenai mendapatkan hayat kekal dan menikmati berkat hayat kekal, dibagi menjadi periode masa yang berbeda. Periode pertama mencakup mendapatkan hayat kekal di zaman ini, kedua, mencakup mendapatkan hayat kekal di zaman yang akan datang, dan ketiga mencakup menikmati hayat kekal dalam kekekalan.
Kita mendapatkan hayat kekal di zaman ini ketika kita percaya. Ketika kita percaya Tuhan di zaman ini, kita mendapat hayat kekal. Kita tidak perlu menunggu sampai zaman yang akan datang atau kekekalan baru mendapatkannya.
Banyak orang salah mengerti dan mengira bahwa hayat kekal mencakup berkat dalam kekekalan. Sebenarnya Alkitab memperlihatkan bahwa hayat kekal bukan berkat dalam kekekalan; sebaliknya ini adalah hayat kekekalan. Hayat kekal ini telah ada sejak semula [1 Yoh. 1:1]. Наnya hayat Allah yang ada sejak semula. Karena itu, hayat kekal adalah hayat Allah, yang sudah ada sebelum alam semesta dan waktu dimulai. (Pokok-pokok Penting dalam Alkitab, Volume 2," hal. 300-302)
Pembacaan Hari Ini
Hayat kekal adalah hayat Allah, karena Allah itu kekal [1 Yoh. 1:2). Allah itu kekal, tanpa awal dan tanpa akhir, sebab itu hayat-Nya juga kekal, tanpa awal dan tanpa akhir. Hayat Allah, yang tidak berawal dan tidak berakhir, adalah hayat kekal.
Putra Allah adalah Allah berinkarnasi, Allah sendiri yang terwujud dalam Putra-Nya; sebab itu hayat Allah juga ada di dalam Putra-Nya [5:11-12]. Hayat ini, yang berada di dalam Putra Allah, adalah hayat yang kekal.
Tuhan Yesus yang berinkarnasi adalah Putra Allah, sebab itu hayat Allah, hayat kekal, ada di dalam-Nya [Yoh. 1:4]. Ketika kita menerima Dia dan mendapatkan Dia, kita mendapatkan juga hayat kekal yang ada di dalam Dia.
Allah di dalam Tuhan Yesus dengan cuma-cuma memberikan hayat-Nya, hayat kekal, sebagai pemberian kepada kita [Rm. 6:23]. Kita tidak perlu mengeluarkan harga apa pun; asal kita mau menerima, kita pasti mendapatkannya.
Karena hayat kekal, hayat Allah, diberikan kepada kita oleh Allah, ini adalah pemberian Allah, bukan pahala Allah, kepada kita [1 Yoh. 5:11).
Allah mengasihi kita dan memberi kita hayat-Nya, hayat kekal, yang ada di dalam Anak-Nya, supaya kita terima [Yoh. 3:16). Cara untuk menerima hayat kekal adalah percaya kepada Putra-Nya. Begitu kita percaya kepada Putra-Nya dan dengan iman menerima Putra-Nya, kita mendapat hayat kekal yang berada di dalam Putra-Nya.
Karena hayat kekal Allah yang ada di dalam Anak-Nya adalah satu pemberian, maka begitu kita percaya kepada Putra-Nya dan mendapatkan Putra-Nya, dengan sendirinya kita mempunyai hayat kekal yang ada di dalam Putra-Nya [ayat 36].
Begitu kita mendengar firman Tuhan, Injil, dan percaya kepada Dia, segera kita mempunyai hayat kekal [5:24]. Banyak orang mengira bahwa meskipun hari ini kita percaya Tuhan, kita harus menunggu sampai kelak baru mendapat hayat kekal. Mereka tidak menyadari bahwa di antara "percaya" dengan "mempunyai" tidak ada jarak waktu... Begitu kita percaya Tuhan, kita segera beroleh hayat kekal. Setelah kita percaya, kita tidak perlu menunggu, bahkan sejenak, untuk mendapatkan hayat kekal. Kita tidak perlu menantikan apa yang segera diberikan kepada kita.
Dalam kekristenan banyak orang yang beranggapan dan mengatakan bahwa orang-orang yang percaya Tuhan tidak bisa mengetahui dirinya memiliki hayat kekal atau tidak di zaman ini. Tetapi 1 Yohanes 5:13 dengan jelas mengatakan bahwa Firman Allah, Alkitab, membuat kita mengetahui bahwa kita beroleh hayat kekal.
Karena hayat yang kita peroleh adalah kekal, kita tidak akan binasa. Sifat hayat ini yang kekal menjamin bahwa kita tidak akan binasa. Lagi pula, begitu kita memiliki hayat kekal, kita berada dalam tangan Tuhan dan Bapa, jadi seorang pun tidak dapat merebut kita dari tangan Mereka [Yoh. 10:28-29]. Kita memiliki hayat Allah yang kekal yang menunjang kita secara batiniah, dan tangan Allah dan Tuhan yang melindungi kita secara lahiriah. Bagaimana kita bisa binasa?
(Pokok-pokok Penting dalam Alkitab, Volume 2," hal. 302-306)
Bacaan Tambahan: Pokok-pokok Penting dalam Alkitab, Volume 2, bab 12
Yohanes 10:28-29 (TB)
dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.
🌿 Makna Rohani Yohanes 10:28–29 (TB)
1\. Yesus memberikan hidup yang kekal. Hidup kekal adalah anugerah dari Tuhan bagi orang yang percaya kepada Yesus. Keselamatan bukan hasil usaha manusia semata-mata, melainkan pemberian kasih karunia Allah.
2\. Kita berada dalam tangan Yesus. Perkataan ini menunjukkan bahwa Yesus memelihara umat-Nya. Tidak ada kuasa yang lebih besar daripada Dia yang sanggup merebut kita dari tangan-Nya. Ini memberikan penghiburan dan keyakinan ketika kita menghadapi kesulitan.
3\. Bapa lebih besar dari siapa pun. Bapa dan Anak sama-sama menunjukkan kuasa dan perlindungan Allah bagi umat-Nya. Keselamatan kita berlandaskan kuasa dan kesetiaan Allah, bukan kekuatan diri kita sendiri.
4\. Hidup dalam keyakinan dan kesetiaan. Sebagai domba-domba Yesus, kita dipanggil untuk mendengarkan suara-Nya, mengenal Dia, dan mengikuti-Nya (Yohanes 10:27). Keyakinan akan perlindungan Tuhan mendorong kita untuk terus hidup dekat dengan-Nya.
❤️ Rhema untuk kehidupan kita
Aku tidak perlu hidup dalam ketakutan, karena hidupku berada dalam tangan Tuhan. Aku mau terus mendengarkan suara-Nya, mengikuti pimpinan-Nya, dan berpegang pada janji-Nya. Sekalipun menghadapi penolakan atau kesulitan, aku dapat tetap berharap kepada-Nya, sebab kasih dan kesetiaan Tuhan tidak berubah.
Inti maknanya: Kita memperoleh penghiburan dan keyakinan karena Yesus memberikan hidup kekal dan memelihara umat-Nya dalam kuasa Bapa.
Amin. 🙏
Pertanyaan : Hayat kekal apakah sama dengan kita tidak bisa mati?
Jawab ;
Tidak persis sama. 🙏
Hayat kekal bukan berarti tubuh jasmani kita tidak bisa mati.
Dalam Alkitab, kita perlu membedakan dua hal:
1\. Hidup jasmani
Tubuh jasmani manusia tetap bisa mengalami kematian. Orang yang percaya kepada Tuhan Yesus pun masih dapat mengalami kematian jasmani.
2\. Hayat kekal
Hayat kekal adalah hidup yang berasal dari Allah, yang kita terima melalui Yesus Kristus. Kematian jasmani tidak membatalkan janji Allah tentang hidup kekal bagi orang yang percaya kepada Anak-Nya.
Perhatikan firman Tuhan dalam Yohanes 11:25–26. Yesus berkata bahwa Dialah kebangkitan dan hidup. Orang yang percaya kepada-Nya akan hidup sekalipun sudah mati.
🌿 Kesimpulan rohani:
Hayat kekal bukan berarti kita tidak akan pernah mati secara jasmani, melainkan bahwa di dalam Kristus kita memiliki hidup kekal dan pengharapan akan kebangkitan.
Jadi, tubuh jasmani dapat mati, tetapi janji hidup kekal di dalam Kristus melampaui kematian jasmani.
Amin. 🙏
Pertanyaan : Apa maksudnya "kita memperoleh hayat kekal"?
Jawab :
“Kita memperoleh hayat kekal” artinya kita menerima hidup yang berasal dari Allah melalui Yesus Kristus.
Dalam bahasa yang lebih sederhana, hayat kekal bukan hanya hidup selama-lamanya, tetapi juga hidup yang memiliki hubungan dengan Allah melalui Kristus.
Berdasarkan Yohanes 10:28, ada tiga hal yang perlu kita pahami:
* Menerima hidup dari Yesus. Kita percaya kepada Tuhan Yesus dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat kita.
* Mengenal Allah dan hidup di dalam-Nya. Kita belajar mengikuti firman Tuhan dan mengalami pertumbuhan rohani. Yohanes 17:3 menjelaskan bahwa hidup kekal berkaitan dengan mengenal satu-satunya Allah yang benar dan Yesus Kristus yang diutus-Nya.
* Memiliki pengharapan akan kehidupan kekal. Kematian jasmani bukanlah akhir dari pengharapan kita, sebab Allah menjanjikan kehidupan kekal kepada orang yang percaya kepada Anak-Nya.
🌿 Rhema untuk kita:
Hayat kekal bukan sekadar janji untuk masa depan. Sejak percaya kepada Tuhan Yesus, kita menerima hidup dari Allah dan dipanggil untuk hidup dalam persekutuan dengan-Nya setiap hari. Kita belajar membiarkan Kristus membarui hati, pikiran, dan kehidupan kita.
Jadi, hayat kekal adalah hidup yang kita terima melalui Kristus, yang dimulai sekarang dalam hubungan kita dengan Allah dan mencapai kepenuhannya dalam kekekalan. 🙏
FKKP kiriman Pak Domu Nababan :
Senin, 12 Oktober 2026
*"_Hayat Kekal—Hayat Allah dengan Sifat Ilahi, Allah Tritunggal sebagai Struktur Alkitab, dan Allah yang Tersembunyi, Allah yang Menyembunyikan Diri-Nya_"*
Yohanes. 1:4
*_Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia._*
1 Yohanes. 5:12
*_Siapa yang memiliki Anak, ia memiliki hidup; siapa yang tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup._*
*Hayat ilahi bisa dianggap sebagai atribut Allah yang pertama & mendasar* :
Hayat Allah adalah hayat yang unik.
Efesus 4:18 adalah ayat yang unik yang membicarakan hayat Allah: _“Dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup yang berasal dari Allah (terasing dari hayat Allah, lit.), karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kekerasan hati mereka.”_
Efesus 4:18 (TB2)
dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup yang berasal dari Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kekerasan hati mereka.
Di alam semesta, hanya hayat Allah yang terhitung sebagai hayat.
Dalam pandangan Allah, hanya hayat-Nya adalah hayat; karena itu, ketika hayat Allah disebutkan dalam Perjanjian Baru, hayat ini diperlakukan seolah-olah dia adalah hayat yang unik.
Hayat Allah itu bukan ciptaan, tanpa awal atau akhir, ada dengan sendirinya, & senantiasa ada, tak berubah.
Dari sudut pandang kekekalan, hanya hayat Allah adalah hayat.
Hayat kekal merupakan topik yang besar dalam Alkitab; ini adalah berkat terbesar yang Allah berikan kepada kita dalam keselamatan-Nya. Mengenai mendapatkan hayat kekal & menikmati berkat hayat kekal, dibagi menjadi periode masa yang berbeda.
Periode pertama mencakup mendapatkan hayat kekal di zaman ini,
kedua, mencakup mendapatkan hayat kekal di zaman yang akan datang, &
ketiga mencakup menikmati hayat kekal dalam kekekalan.
Banyak orang salah mengerti & mengira bahwa hayat kekal mencakup berkat dalam kekekalan. Sebenarnya Alkitab memperlihatkan bahwa hayat kekal bukan berkat dalam kekekalan; sebaliknya ini adalah hayat kekekalan. Hayat kekal ini telah ada sejak semula .
*_Hanya hayat Allah yang ada sejak semula. Karena itu, hayat kekal adalah hayat Allah, yang sudah ada sebelum alam semesta & waktu dimulai._*
Hayat kekal adalah hayat Allah, karena Allah itu kekal . Allah itu kekal, tanpa awal & tanpa akhir, sebab itu hayat-Nya juga kekal, tanpa awal & tanpa akhir. Hayat Allah, yang tidak berawal & tidak berakhir, adalah hayat kekal.
Putra Allah adalah Allah berinkarnasi, Allah sendiri yang terwujud dalam Putra-Nya; sebab itu hayat Allah juga ada di dalam Putra-Nya . _Hayat ini, yang berada di dalam Putra Allah, adalah hayat yang kekal._
Allah di dalam Tuhan Yesus dengan cuma-cuma memberikan hayat-Nya, hayat kekal, sebagai pemberian kepada kita . Kita tidak perlu mengeluarkan harga apa pun; asal kita mau menerima, kita pasti mendapatkannya.
Karena hayat kekal, hayat Allah, diberikan kepada kita oleh Allah, ini adalah pemberian Allah, bukan pahala Allah, kepada kita.
Allah mengasihi kita & memberi kita hayat-Nya, hayat kekal, yang ada di dalam Anak-Nya, supaya kita terima .
Cara untuk menerima hayat kekal adalah percaya kepada Putra-Nya. Begitu kita percaya kepada Putra-Nya & dengan iman menerima Putra-Nya, kita mendapat hayat kekal yang berada di dalam Putra-Nya.
Karena hayat kekal Allah yang ada di dalam Anak-Nya adalah satu pemberian, maka begitu kita percaya kepada Putra-Nya & mendapatkan Putra-Nya, dengan sendirinya kita mempunyai hayat kekal yang ada di dalam Putra-Nya.
Karena hayat yang kita peroleh adalah kekal, kita tidak akan binasa. Sifat hayat ini yang kekal menjamin bahwa kita tidak akan binasa. Lagi pula, begitu kita memiliki hayat kekal, kita berada dalam tangan Tuhan & Bapa, jadi seorang pun tidak dapat merebut kita dari tangan Mereka.
*_Kita memiliki hayat Allah yang kekal yang menunjang kita secara batiniah, & tangan Allah & Tuhan yang melindungi kita secara lahiriah. Bagaimana kita bisa binasa?_*
Pertanyaan: Apa artinya hayat?
Jawab:
Hayat artinya hidup atau kehidupan.
Dalam Alkitab, khususnya dalam Perjanjian Baru dengan Catatan Versi Pemulihan, kata hayat sering digunakan untuk menjelaskan kehidupan Allah yang diberikan kepada manusia melalui Yesus Kristus.
Ada perbedaan yang perlu kita pahami:
* Hidup jasmani: kehidupan tubuh kita selama berada di dunia.
* Hayat ilahi: kehidupan yang berasal dari Allah dan diberikan kepada kita melalui Yesus Kristus.
* Hayat kekal: kehidupan Allah yang tidak berkesudahan, yang kita terima melalui iman kepada Anak Allah.
Dasar firman Tuhan:
Yohanes 1:4 (TB)
> “Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.”
Makna rohaninya: Yesus Kristus adalah sumber hayat. Ketika kita percaya kepada-Nya, kita menerima hayat kekal dan mulai mengalami kehidupan Allah di dalam diri kita. Hayat ini menolong kita semakin mengenal Tuhan, mengalami perubahan batin, dan hidup sesuai kehendak-Nya.
Jadi, hayat kekal bukan berarti tubuh jasmani kita tidak akan mati, melainkan kita menerima kehidupan kekal dari Allah melalui Yesus Kristus.
Amin. 🙏
Pertanyaan: Apa maksud dari kalimat ini: "Karena hayat yang kita peroleh adalah kekal, kita tidak akan binasa."?
Jawab:
Maksud kalimat “Karena hayat yang kita peroleh adalah kekal, kita tidak akan binasa” adalah:
Ketika kita percaya kepada Yesus Kristus dan menerima hayat kekal dari-Nya, kita memperoleh kehidupan yang berasal dari Allah. Kematian jasmani bukan berarti kita kehilangan janji kehidupan kekal yang diberikan Tuhan.
Dasar firman Tuhan:
Yohanes 10:28 (TB)
> “dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.”
Makna rohaninya:
* Hayat yang kekal: kehidupan Allah yang kita terima melalui Yesus Kristus.
* Tidak akan binasa: kita memiliki janji hidup kekal di dalam Kristus.
* Tidak direbut dari tangan Tuhan: Tuhan berkuasa memelihara domba-domba-Nya.
Jadi, kalimat tersebut bukan berarti tubuh jasmani kita tidak akan mati, melainkan orang yang menerima hayat kekal di dalam Kristus memiliki janji kehidupan kekal bersama Allah.
Amin. 🙏
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih sudah berkunjung dan mempostingkan komentar nya 🌺👍