FKKP Rabu, 21-10-2026
Matius 13:24 Matius 13:38
FKKP artinya Firman Kudus untuk Kebangunan Pagi
Judul buku FKKP nya :
Matius 13:24 (TB)
Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.
Doa baca Matius 13:24 (TB)
Makna rohani: Tuhan Yesus mengajarkan bahwa Kerajaan Sorga seperti benih yang baik yang ditaburkan di ladang. Benih yang baik menggambarkan firman Tuhan yang ditanam dalam hati kita. Kita perlu menerima firman-Nya dan membiarkannya bertumbuh sehingga hidup kita menghasilkan buah yang baik bagi kemuliaan Tuhan.
Doa Baca:
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau menaburkan benih firman-Mu dalam hatiku. Tolong aku menerima firman-Mu dengan hati yang terbuka dan membiarkannya bertumbuh dalam hidupku. Kiranya hidupku menghasilkan buah yang baik dan memuliakan nama-Mu. Amin. 🙏
Matius 13:38 (TB)
ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan ...
Doa baca Matius 13:38 (TB)
Makna rohani: Ladang adalah dunia, sedangkan benih yang baik adalah anak-anak Kerajaan. Sebagai anak Kerajaan Allah, kita dipanggil untuk hidup sesuai firman Tuhan dan menjadi kesaksian bagi orang lain melalui perkataan, sikap, dan perbuatan kita.
Doa Baca:
Tuhan Yesus, terima kasih karena aku adalah milik-Mu. Bentuklah hidupku agar sesuai dengan firman-Mu. Tolong aku menjadi anak Kerajaan yang menghasilkan buah baik dan membawa orang lain semakin mengenal Engkau. Amin. 🙏
FKKP kiriman Bu Ida Pangaribuan :
Rabu, 21 Okt 2026
MINGGU 3 -- HARI 3
*Rawatan Pagi*
Matius 13 : 24
*Yesus menyampaikan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya, "Hal Kerajaan Surga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya."*
Matius 13:38
*Ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan...*
[Daud) bergairah untuk membangun Bait bagi Allah (2 Sam. 7:1-3).. Kedambaannya untuk memperhatikan Allah dan mengasihi Allah di. terima oleh Allah, tetapi maksud dan keinginannya untuk membangun rumah ditolak oleh Allah, yang segera mengutus Nabi Natan kepada Daud untuk bertanya, "Masakan engkau yang mendirikan rumah bagi-Ku untuk Kudiami?" (ayat 5). Allah menolak niat baik Daud.
Tidak ada perkara yang berkaitan dengan pelayanan kita kepada Allah yang boleh ditentukan oleh kita. Memang benar bahwa kita harus mengasihi Allah, tetapi Allah tidak ingin kita berpikir untuk melakukan sesuatu bagi Dia. Hati kita untuk melayani-Nya itu dapat diterima, tetapi keputusan kita untuk melakukan sesuatu bagi Dia tidak dapat diterima. Allah berkata, "Masakan engkau...?"... Bukan hak Daud untuk memutuskan apakah akan membangun Bait atau tidak.... Allah menjawab Daud, "Juga diberitahukan TUHAN kepadamu: TUHAN akan memberikan keturunan (rumah, lit.) kepadamu" (ayat 11), seolah-olah berkata, "Daud, engkau tidak tahu apa yang engkau katakan ketika engkau berbicara tentang membangun rumah bagi-Ku. Akulah yang akan membangun rumah bagimu."
*Pembacaan Hari Ini*
Daud adalah orang yang benar-benar takut akan Allah. Ia tidak seperti beberapa orang Kristen hari ini yang membangun "gereja" sesuka hati mereka. Orang-orang seperti itu berpikir bahwa selama mereka memiliki uang dan hati, mereka bisa melakukan apa pun yang mereka inginkan kapan pun mereka mau. Namun, dalam diri Daud, kita melihat seorang yang takut akan Allah. Meskipun ia memiliki kesempatan, melihat keperluan, dan memiliki kemampuan untuk membangun Bait bagi Allah, ia berhenti...Jika sesuatu dimulai oleh manusia, Allah akan berkata, "Tunggu sebentar." Ketika inisiatif manusia berhenti, Allah yang memulai dan memberi perintah.
Ketika kita membaca Alkitab, kita harus melihat terang dalam contoh [ini]. Dalam perkara pelayanan, tidak ada seorang pun yang dapat memulai apa pun bagi Allah. Tidak ada batasan berapa banyak kita harus mengasihi Allah atau memalingkan hati kita kepada-Nya. Yang Allah tuntut dari kita adalah kasih kita dan hati kita, tetapi kita tidak boleh melampaui batas.. Allah adalah Yang memutuskan, dan kita harus menunggu. Ketika Dia memberikan perintah, kita dapat bekerja. Kita harus mengasihi Tuhan dan menantikan perintah-Nya; kita harus mencari kehendak-Nya dan menantikan wahyu-Nya. Sama seperti budak-budak dalam Perjanjian Lama mengasihi tuan-tuan mereka dan membiarkan telinga mereka ditusuk dengan penusuk ke tiang pintu, kita harus fokus menantikan perintah Tuan kita (Kel. 21:6).
Kekacauan dalam kekristenan bukan disebabkan oleh orang-orang yang suam-suam kuku, melainkan oleh orang-orang yang bergairah. Karena gairah mereka bagi Allah, mereka membangun kapel demi kapel; karena kasih mereka bagi Allah, mereka mendirikan sekolah demi sekolah. ... Adalah benar untuk mengasihi Allah, tetapi meskipun memiliki kasih yang tepat kepada Allah, banyak orang Kristen berjalan di jalan yang salah. Kita seharusnya hanya mengasihi Allah; kita tidak boleh memulai apa pun bagi Allah.
Saya sungguh mengagumi kondisi Daud di hadapan Allah. Jika Daud tidak takut kepada Allah... ia mungkin berpikir, "Apa yang engkau bicarakan? Aku berada di istana; aku memiliki uang dan otoritas. Ada keperluan, dan aku ingin bekerja sama dengan bertindak. Bukankah ini kehendak Allah?"..Namun, karena Daud takut akan Allah, ia tidak bereaksi kepada Natan; sebaliknya, ia berhenti. Berhenti bukanlah hal yang sepele.
Saudari M. E. Barber berkata, "Siapa pun yang tidak bisa berhenti bekerja bagi Allah, tidak bisa bekerja bagi Allah."...Daud tahu bahwa Allah memerlukan Bait, tetapi ketika firman Allah datang kepadanya, ia segera menghentikan pekerjaannya... Kemampuan Daud untuk tidak bekerja bagi Allah menunjukkan kerohaniannya. Jika kita adalah Daud, bisakah kita berhenti? Kesempatan akan datang, tetapi firman Allah mungkin juga datang, "Jangan lakukan apa pun. Melambatlah. Ubah rencanamu. Hanya keputusan-Ku yang penting." Banyak orang yang bergairah bagi Allah tidak dapat mendengar firman seperti itu. Inilah sebabnya mengapa banyak pekerja Allah tidak dapat bekerja bagi Allah. Semoga Allah membuka mata kita.
FKKP kiriman Pak Domu Nababan :
Rabu, 21 Okt 2026
MINGGU 3 -- HARI 3
*Rawatan Pagi*
Matius 13 : 24
*Yesus menyampaikan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya, "Hal Kerajaan Surga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya."*
Matius 13:38
*Ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan...*
[Daud) bergairah untuk membangun Bait bagi Allah (2 Sam. 7:1-3).. Kedambaannya untuk memperhatikan Allah dan mengasihi Allah di. terima oleh Allah, tetapi maksud dan keinginannya untuk membangun rumah ditolak oleh Allah, yang segera mengutus Nabi Natan kepada Daud untuk bertanya, "Masakan engkau yang mendirikan rumah bagi-Ku untuk Kudiami?" (ayat 5). Allah menolak niat baik Daud.
Tidak ada perkara yang berkaitan dengan pelayanan kita kepada Allah yang boleh ditentukan oleh kita. Memang benar bahwa kita harus mengasihi Allah, tetapi Allah tidak ingin kita berpikir untuk melakukan sesuatu bagi Dia. Hati kita untuk melayani-Nya itu dapat diterima, tetapi keputusan kita untuk melakukan sesuatu bagi Dia tidak dapat diterima. Allah berkata, "Masakan engkau...?"... Bukan hak Daud untuk memutuskan apakah akan membangun Bait atau tidak.... Allah menjawab Daud, "Juga diberitahukan TUHAN kepadamu: TUHAN akan memberikan keturunan (rumah, lit.) kepadamu" (ayat 11), seolah-olah berkata, "Daud, engkau tidak tahu apa yang engkau katakan ketika engkau berbicara tentang membangun rumah bagi-Ku. Akulah yang akan membangun rumah bagimu."
(CWWL, 1953, vol. 1, "Knowing Life and the Church," hal. 282)
Pembacaan Hari Ini
Daud adalah orang yang benar-benar takut akan Allah. Ia tidak seperti beberapa orang Kristen hari ini yang membangun "gereja" sesuka hati mereka. Orang-orang seperti itu berpikir bahwa selama mereka memiliki uang dan hati, mereka bisa melakukan apa pun yang mereka inginkan kapan pun mereka mau. Namun, dalam diri Daud, kita melihat seorang yang takut akan Allah. Meskipun ia memiliki kesempatan, melihat keperluan, dan memiliki kemampuan untuk membangun Bait bagi Allah, ia berhenti...Jika sesuatu dimulai oleh manusia, Allah akan berkata, "Tunggu sebentar." Ketika inisiatif manusia berhenti, Allah yang memulai dan memberi perintah.
Ketika kita membaca Alkitab, kita harus melihat terang dalam contoh [ini]. Dalam perkara pelayanan, tidak ada seorang pun yang dapat memulai apa pun bagi Allah. Tidak ada batasan berapa banyak kita harus mengasihi Allah atau memalingkan hati kita kepada-Nya. Yang Allah tuntut dari kita adalah kasih kita dan hati kita, tetapi kita tidak boleh melampaui batas.. Allah adalah Yang memutuskan, dan kita harus menunggu. Ketika Dia memberikan perintah, kita dapat bekerja. Kita harus mengasihi Tuhan dan menantikan perintah-Nya; kita harus mencari kehendak-Nya dan menantikan wahyu-Nya. Sama seperti budak-budak dalam Perjanjian Lama mengasihi tuan-tuan mereka dan membiarkan telinga mereka ditusuk dengan penusuk ke tiang pintu, kita harus fokus menantikan perintah Tuan kita (Kel. 21:6).
Kekacauan dalam kekristenan bukan disebabkan oleh orang-orang yang suam-suam kuku, melainkan oleh orang-orang yang bergairah. Karena gairah mereka bagi Allah, mereka membangun kapel demi kapel; karena kasih mereka bagi Allah, mereka mendirikan sekolah demi sekolah. ... Adalah benar untuk mengasihi Allah, tetapi meskipun memiliki kasih yang tepat kepada Allah, banyak orang Kristen berjalan di jalan yang salah. Kita seharusnya hanya mengasihi Allah; kita tidak boleh memulai apa pun bagi Allah.
Saya sungguh mengagumi kondisi Daud di hadapan Allah. Jika Daud tidak takut kepada Allah... ia mungkin berpikir, "Apa yang engkau bicarakan? Aku berada di istana; aku memiliki uang dan otoritas. Ada keperluan, dan aku ingin bekerja sama dengan bertindak. Bukankah ini kehendak Allah?"..Namun, karena Daud takut akan Allah, ia tidak bereaksi kepada Natan; sebaliknya, ia berhenti. Berhenti bukanlah hal yang sepele.
Saudari M. E. Barber berkata, "Siapa pun yang tidak bisa berhenti bekerja bagi Allah, tidak bisa bekerja bagi Allah."...Daud tahu bahwa Allah memerlukan Bait, tetapi ketika firman Allah datang kepadanya, ia segera menghentikan pekerjaannya... Kemampuan Daud untuk tidak bekerja bagi Allah menunjukkan kerohaniannya. Jika kita adalah Daud, bisakah kita berhenti? Kesempatan akan datang, tetapi firman Allah mungkin juga datang, "Jangan lakukan apa pun. Melambatlah. Ubah rencanamu. Hanya keputusan-Ku yang penting." Banyak orang yang bergairah bagi Allah tidak dapat mendengar firman seperti itu. Inilah sebabnya mengapa banyak pekerja Allah tidak dapat bekerja bagi Allah. Semoga Allah membuka mata kita. (CWWL, 1953, vol. 1, "Knowing Life and the Church," hal. 282-284)
Bacaan Tambahan: Para Pemenang, bab 2-3
Penulis : Anita Handayani
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih sudah berkunjung dan mempostingkan komentar nya 🌺👍