slideshow

Foto Kenangan

FKKP Selasa, 29-9-2026 1 Petrus 2:25 Ibrani 13:20

Selasa, September 29, 2026 | | | |

       

FKKP Selasa, 29-9-2026 1 Petrus 2:25 Ibrani 13:20


1 Petrus 2:25 (TB) 

Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

Doa Baca 1 Petrus 2:25

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah memanggilku kembali dari jalan yang sesat untuk menjadi domba yang berada dalam tuntunan-Mu. Jadilah Gembala dan Pemelihara jiwaku setiap hari. Tuntun langkahku, jagalah hatiku, dan mampukan aku untuk selalu mendengarkan suara-Mu serta hidup dalam kehendak-Mu. Amin.


Doa berdasarkan 1 Petrus 2:25 (TB)

"Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada Gembala dan Pemelihara jiwamu."

Mari kita berdoa:

Doa Kembali kepada Sang Gembala

Bapa yang baik, Gembala dan Pemelihara jiwaku,

Terima kasih untuk firman-Mu hari ini. Aku mengaku, dahulu aku sesat seperti domba yang hilang, berjalan menurut kehendakku sendiri, jauh dari jalan-Mu.

Terima kasih Tuhan Yesus, Engkau tidak membiarkanku tersesat selamanya. Engkau mencari aku, memanggil aku kembali, dan membawa aku pulang ke dalam pelukan-Mu.

Hari ini aku datang kembali kepada-Mu, Gembala jiwaku. 

Ampunilah segala kesesatanku, pikiranku yang menyimpang, hatiku yang mudah goyah.

Peliharalah jiwaku, Tuhan. Jagai hatiku dari kekhawatiran, dari godaan, dan dari keinginan untuk pergi jauh lagi dari-Mu. Tuntunlah langkahku hari ini agar tetap berada di padang rumput-Mu yang hijau, di dalam kebenaran dan kasih-Mu.

Aku menyerahkan hidupku, keluargaku, dan segala pergumulanku ke dalam tangan-Mu yang setia. Engkaulah Gembala yang tidak pernah meninggalkan domba-Mu.

Di dalam nama Tuhan Yesus, Gembala yang Agung, aku berdoa dan bersyukur.

Amin.


1 Petrus 2:25 (TB) mengingatkan kita bahwa dahulu kita sesat seperti domba, tetapi sekarang kita telah kembali kepada Kristus sebagai Gembala dan Pemelihara jiwa kita .

Teks Ayat

"Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu."

Makna dan Renungan

  1. Dahulu Sesat Seperti Domba
    Ayat ini menggambarkan kondisi manusia sebelum mengenal Kristus: tersesat dan tidak memiliki arah rohani, sama seperti domba yang mudah tersesat tanpa penggembala
    .
  2. Kembali Kepada Gembala dan Pemelihara Jiwa
    “Gembala” merujuk kepada Kristus, yang memimpin, melindungi, dan menjaga kita secara rohani. Istilah “pemelihara jiwa” menekankan bahwa Dia menguatkan dan memelihara kehidupan rohani kita
    .
  3. Aplikasi dalam Hidup Sehari-hari
    • Mengakui bahwa tanpa Kristus, kita mudah tersesat
    • Bersyukur dan berserah kepada Kristus sebagai Gembala yang menuntun
    • Memelihara hubungan doa, firman, dan komunitas rohani agar tetap berjalan di jalan-Nya

Contoh Doa Baca

"Ya Tuhan Yesus, dahulu aku seperti domba yang tersesat, tanpa arah dan tujuan. Terima kasih karena Engkau telah menjadi Gembala dan Pemelihara jiwaku. Tolong aku tetap setia mengikuti Engkau setiap hari, mendengarkan suara-Mu, dan hidup sesuai kehendak-Mu. Amin."
Dengan membaca dan merenungkan ayat ini, kita diingatkan perubahan yang terjadi ketika kita berbalik kepada Kristus: dari tersesat menjadi terlindungi, dari tanpa arah menjadi dipimpin oleh Gembala yang setia .


Ibrani 13:20 (TB2)  

Kiranya Allah damai sejahtera, yang dengan darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita,

Doa Baca Ibrani 13:20

Jika yang Ibu maksud adalah Doa Baca Ibrani 13:20 (TB2), berikut doa singkatnya:

Tuhan Yesus, Engkaulah Gembala Agung yang telah bangkit dari antara orang mati. Terima kasih atas darah perjanjian-Mu yang kekal yang membawa keselamatan dan damai sejahtera bagi hidupku. Tuntunlah aku untuk selalu mengikuti suara-Mu, setia kepada-Mu, dan hidup dalam kehendak-Mu setiap hari. Amin.


Doa berdasarkan Ibrani 13:20-21 (TB2)
"Kiranya Allah damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita, memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Nya, dan mengerjakan di dalam kita apa yang berkenan kepada-Nya, oleh Yesus Kristus. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin."

Mari kita berdoa:

Doa dari Allah Damai Sejahtera

Allah damai sejahtera, Bapa yang penuh kasih,

Terima kasih untuk darah perjanjian yang kekal itu. Terima kasih karena Engkau telah membangkitkan Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kami, dari antara orang mati.

Di dalam kebangkitan-Nya ada jaminan pengampunan, ada hidup yang baru, dan ada damai sejahtera yang melampaui segala akal bagiku.

Tuhan Yesus, Gembala Agungku, aku bersyukur Engkau hidup dan Engkau memimpin hidupku hari ini. Bukan aku lagi yang berjalan sendiri, tetapi Engkau yang menuntun, menjaga, dan memelihara jiwaku.

Ya Bapa, seperti firman-Mu berkata, perlengkapilah aku hari ini dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Mu. Perlengkapi hatiku dengan iman, mulutku dengan perkataan yang membangun, tanganku dengan perbuatan kasih.

Kerjakanlah di dalam diriku apa yang berkenan kepada-Mu, ya Tuhan, bukan menurut kehendakku, tetapi menurut kehendak-Mu.

Aku menyerahkan hari ini, pekerjaanku, keluargaku, dan masa depanku ke dalam damai sejahtera-Mu. Biarlah segala kemuliaan hanya bagi Yesus Kristus sampai selama-lamanya.

Dalam nama Yesus, Gembala Agung yang telah bangkit, aku berdoa.

Amin.


Ibrani 13:20 menyatakan bahwa Allah adalah sumber damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membangkitkan Yesus, Gembala Agung segala domba, untuk membawa umat-Nya kembali kepada Allah, sekaligus memperlengkapi kita untuk melakukan kehendak-Nya.

Bacaan Ibrani 13:20 TB2

"Maka Allah damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita" .

Makna Teologis

1. Allah sebagai Sumber Damai Sejahtera
Ayat ini menegaskan bahwa damai sejati berasal dari Allah sendiri. Damai sejahtera bukan sekadar ketiadaan konflik, tetapi rekonsiliasi yang sempurna antara Allah dan manusia melalui Kristus. Menurut John Calvin, melalui pengorbanan Yesus, orang percaya tidak hanya dibebaskan dari dosa tetapi juga diperbaharui agar hidup dalam ketaatan kepada Allah
.
2. Yesus sebagai Gembala Agung
Yesus digambarkan sebagai Gembala Agung yang telah bangkit dari kematian untuk memimpin, melindungi, dan menebus umat-Nya. R.C. Sproul menekankan tiga aspek pelayanan Kristus: perlindungan, pemeliharaan, dan penebusan melalui darah-Nya. Kebangkitan Yesus menjadi bukti bahwa penebusan telah diterima Allah
.
3. Darah Perjanjian yang Kekal
Istilah ini menunjukkan bahwa keselamatan tidak tergantung pada usaha manusia, tetapi pada pengorbanan Kristus yang sempurna dan abadi. Darah Kristus mencerminkan perjanjian anugerah Allah yang berlangsung selamanya, yang memastikan keselamatan bagi umat pilihan
.
4. Diperlengkapi untuk Melakukan Kehendak Allah
Doa dalam ayat ini meminta agar jemaat diperlengkapi Allah dengan segala yang baik untuk hidup dalam ketaatan. Ketaatan Kristen adalah hasil karya Allah dalam diri umat percaya (sanctification), bukan semata usaha manusia, sehingga setiap kemampuan untuk menaati Tuhan berasal dari anugerah-Nya
.

Aplikasi dalam Kehidupan Sehari-hari

  • Mengandalkan damai sejahtera Allah: Percayakan segala kekhawatiran kepada Tuhan sebagai sumber damai sejati dan hidup dalam harmoni dengan-Nya .
  • Mengikuti Yesus sebagai Gembala Agung: Hidup dipimpin dan dilindungi Kristus melalui firman dan Roh Kudus, sehingga kita tetap berada di jalan kebenaran .
  • Menjalani hidup yang memuliakan Allah: Gunakan talenta, keluarga, pekerjaan, dan pelayanan sehari-hari untuk memuliakan Kristus. Ketaatan mencerminkan karya Allah dalam hidup kita .

Kesimpulan

Ibrani 13:20 mengajarkan bahwa:
✅ Allah adalah sumber damai sejahtera sejati.
✅ Yesus sebagai Gembala Agung memimpin, melindungi, dan menebus umat-Nya.
✅ Keselamatan berdasar darah perjanjian yang kekal, bukan usaha manusia.
✅ Allah memperlengkapi kita untuk setia melakukan kehendak-Nya.
✅ Tujuan akhir hidup orang percaya adalah memuliakan Allah melalui iman, ketaatan, dan kasih.
Bacaan dan makna ayat ini menguatkan iman dan mengajak orang percaya untuk bergantung sepenuhnya pada kuasa dan anugerah Allah dalam menjalani kehidupan sehari-hari .



FKKP Kiriman Bu Ida Pangaribuan :

Selasa, 29 Sept 2026 
MINGGU 6 -- HARI 2

*Rawatan Pagi*

1 Petrus 2:25
*Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.*

Ibrani 13:20
*Kiranya Allah damai sejahtera, yang dengan darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita,*

Kristus adalah Penebus kita dalam kematian-Nya di kayu salıb. Kini Dia adalah Gembala dan Penilik jiwa kita dalam hayat kebangkitan di da lam kita. Karena itu, Dia mampu membimbing dan menyuplai kita dengan hayat agar kita bisa mengikuti jejak-Nya menurut teladan penderitaan-Nya (1 Ptr. 2:21). Menurut ayat 25, Kristus adalah Gembala dan Penilik jiwa kita. Jiwa kita adalah persona kita yang sejati, persona kita yang riil. Tuhan kita, sebagai Gembala dan Penilik jiwa kita, menggembalakan kita dengan memperhatikan kesejahteraan batin kita dan melaksanakan kepenilikan-Nya atas persona kita yang sejati. (Pelajaran-Hayat 1 Petrus, hal. 270-271)

Pembacaan Hari Ini

Kristus Gembala kita memelihara keperluan jiwa kita.... Dia adalah Gembala jiwa kita, batin kita. Kita semua memiliki roh, dan roh adalah organ batiniah kita. Tetapi diri kita adalah jiwa,... pikiran, emosi, dan tekad kita.

Orang-orang yang tidak beriman adalah pengembara di dalam jiwa, dan mereka tidak memiliki gembala untuk memelihara mereka. Tetapi situasi kita berbeda karena kita memiliki Gembala yang memelihara jiwa kita. Kita tidak hanya memiliki hayat Tuhan di dalam kita, tetapi juga memiliki Dia sebagai Gembala kita. Dia sekarang menggembalakan kita di dalam jiwa kita.

Perhatikan perkara penggembalaan Tuhan menurut pengalaman Anda....Di manakah penghiburan Tuhan, di dalam roh Anda atau di dalam jiwa Anda?... Sering kali kita membicarakan berpaling ke dalam roh, berharap dengan demikian segala sesuatu akan beres. Sesungguhnya, bahkan setelah kita kembali ke dalam roh, banyak hal mungkin tidak beres. Dari pengalaman Petrus bisa mengatakan bahwa Kristus adalah Gembala jiwa kita. Karena itu, Petrus tidak memberi tahu kita dalam 1 Petrus 2:25 bahwa Kristus adalah Gembala roh kita atau Gembala tubuh kita; dia dengan jelas mengatakan bahwa Kristus adalah Gembala jiwa kita.

Karena yang menderita adalah jiwa kita, yang memerlukan penggembalaan Tuhan adalah jiwa kita. Bukan tubuh kita yang memerlukan perawatan semacam ini, juga bukan roh kita. Jiwa kita--pikiran kita, emosi kita, dan tekad kita yang memerlukan Tuhan sebagai Gembala

Dalam pengalaman kita, kadang-kadang kita benar-benar tidak tahu apa yang harus dipikirkan. Kita tidak tahu harus mengarahkan pikiran kita kemana. Ini memerlukan suatu petunjuk bahwa pikuran kita memerlukan Tuhan Yesus sebagai Gembala. Saya dapat bersakai bahwa sering kali dalam situasi sedemikian Tuhan Yesus menjadi Gembala bagi saya. Sebagai hasil penggembalaan-Nya, pikiran kita diarahkan dan disetel ke jalan yang tepat. 

Emosi kita yang rumit mudah sekali kecewa. Hal ini terutama berlaku bagi emosi para saudari. Karena itu, kita memerlukan Tuhan Yesus menggembalakan kita di dalam emosi kita. Penggembalaan-Nya menghibur emosi kita.

Tekad kita juga memerlukan penggembalaan Tuhan. Sebagai manusia, kita sering kesulitan membuat keputusan yang benar. Kadang-kadang hal yang paling sulit untuk dilakukan adalah membuat keputusan. Orang-orang yang tidak beriman tidak ada yang memimpin dan menuntun mereka mengambil keputusan. Tetapi kita memiliki Gembala untuk memimpin kita dan menuntun kita. Pimpinan dan tuntunan Tuhan terutama berkaitan dengan tekad kita. Sebagai Gembala yang hidup, Tuhan terus-menerus mengarahkan tekad kita... Tuhan sungguh-sungguh adalah Gembala jiwa kita. Dia mengarahkan pikiran kita, menghibur emosi kita, memimpin dan menuntun tekad kita.

Menurut pengalaman saya, ada perbedaan antara memimpin dengan menuntun. Memimpin berkaitan dengan tujuan. Misalkan Anda mengendarai mobil dari rumah Anda ke kota tertentu. Peta perjalanan mungkin memimpin Anda kepada tujuan Anda. Tetapi begitu Anda tiba di kota itu, Anda akan memerlukan seorang penuntun, seseorang yang mengarahkan Anda ke tempat yang Anda tuju. Dalam Alkitab ada beberapa ayat yang berbicara tentang pimpinan Tuhan, dan yang lainnya membicarakan tuntunan-Nya. Di satu pihak, Tuhan akan memimpin umat-Nya ke Negeri Kudus. Tetapi begitu Dia telah memimpin mereka ke sana, Dia akan menuntun mereka ke Gunung Sion.

(Pelajaran-Hayat 1 Petrus, hal. 271-274)
Bacaan Tambahan: Kehidupan Manusia-Allah, bab 2



FKKP kiriman Pak Domu Nababan :

📅 Selasa, 29 September 2026 
Week 6️⃣   

*"PENGGEMBALAAN MENURUT  ALLAH"*

📖 1 Petrus. 2:25
*"Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu."*

📖 Ibrani. 13:20
*"Kiranya Allah damai sejahtera, yang dengan darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita."*
   
🔘 Allah *“dengan darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita”* .
🔘 Sebagai Gembala Kepala, Kristus menggembalakan kawanan domba-Nya melalui para penatua gereja. 
➖ Tanpa penggembalaan para penatua, gereja tidak dapat terbangun.
➖ Penggembalaan para penatua seharusnya adalah penggembalaan Kristus melalui mereka.
🔘 Sebagai Gembala jiwa kita, Kristus yang pneumatik menilik kondisi batin kita, memperhatikan situasi batin kita :
➖ Dia menggembalakan kita dengan memperhatikan kesejahteraan jiwa kita & dengan melaksanakan kepenilikan-Nya atas kondisi batin kita.
➖ Karena jiwa kita sangat rumit, kita memerlukan Kristus, yang adalah Roh pemberi-hayat di dalam roh kita, untuk menggembalakan kita di dalam jiwa kita, untuk memperhatikan pikiran, emosi, & tekad kita & memperhatikan masalah-masalah, keperluan-keperluan, & luka-luka kita.
  
✝️ Kristus adalah Penebus kita dalam kematian-Nya di kayu salib. 
Kini Dia adalah Gembala & Penilik jiwa kita dalam hayat kebangkitan di dalam kita. Karena itu, Dia mampu membimbing & menyuplai kita dengan hayat agar kita bisa mengikuti jejak-Nya menurut teladan penderitaan-Nya.

👤 *Kristus Gembala kita memelihara keperluan jiwa kita.*
Dia adalah Gembala jiwa kita, batin kita. Kita semua memiliki roh, & roh adalah organ batiniah kita. Tetapi diri kita adalah jiwa,  pikiran, emosi, & tekad kita. 
Kita tidak hanya memiliki hayat Tuhan di dalam kita, tetapi juga memiliki Dia sebagai Gembala kita. Dia sekarang menggembalakan kita di dalam jiwa kita.
🔆 Karena yang menderita adalah jiwa kita, yang memerlukan penggembalaan Tuhan adalah jiwa kita. Bukan tubuh kita yang memerlukan perawatan semacam ini, juga bukan roh kita. *Jiwa kita—pikiran kita, emosi kita, & tekad kita* — yang memerlukan Tuhan sebagai Gembala.

🤷‍♂️ Dalam pengalaman kita, kadang-kadang kita benar-benar tidak tahu apa yang harus dipikirkan. Kita tidak tahu harus mengarahkan pikiran kita ke mana. Ini adalah suatu petunjuk bahwa pikiran kita memerlukan Tuhan Yesus sebagai Gembala. 
*_Sebagai hasil penggembalaan-Nya, pikiran kita diarahkan & disetel ke jalan yang tepat._*
😠 Emosi kita yang rumit mudah sekali kecewa. 
Hal ini terutama berlaku bagi emosi para saudari. Karena itu, kita memerlukan Tuhan Yesus menggembalakan kita di dalam emosi kita. Penggembalaan-Nya menghibur emosi kita.
💪 Tekad kita juga memerlukan penggembalaan Tuhan. 
Sebagai manusia, kita sering kesulitan membuat keputusan yang benar. Kadang-kadang hal yang paling sulit untuk dilakukan adalah membuat keputusan. 

Haleluya ❗
Sebagai Gembala yang hidup, Tuhan terus-menerus mengarahkan tekad kita. Tuhan sungguh-sungguh adalah Gembala jiwa kita. Dia mengarahkan pikiran kita, menghibur emosi kita, memimpin & menuntun tekad kita.

Dalam Alkitab ada beberapa ayat yang berbicara tentang pimpinan Tuhan, & yang lainnya membicarakan tuntunan-Nya._*
🔹Di satu pihak, Tuhan akan memimpin umat-Nya ke Negeri Kudus. 
🔹Tetapi begitu Dia telah memimpin mereka ke sana, Dia akan menuntun mereka ke Gunung Sion.


Penulis : Anita Handayani 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung dan mempostingkan komentar nya 🌺👍

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Label

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...