slideshow

Foto Kenangan

FKKP Rabu, 30-9-2026 Efesus 4:11-12

Rabu, September 30, 2026 | | | |


FKKP Rabu, 30-9-2026 Efesus 4:11-12


Efesus 4:11-12 (TB2)  


Dialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

Doa Baca Efesus 4:11-12

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau memberikan rasul, nabi, pemberita Injil, gembala, dan pengajar untuk memperlengkapi umat-Mu bagi pekerjaan pelayanan dan pembangunan tubuh Kristus. Perlengkapilah aku juga dengan kasih, hikmat, dan kesetiaan, supaya aku dapat melayani sesuai karunia yang Engkau berikan dan menjadi berkat bagi orang lain. Pakailah hidupku untuk membangun tubuh Kristus dan memuliakan nama-Mu. Amin.


Doa Baca Efesus 4:11-12 (TB2)

Dialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus.

Mari berdoa:

Bapa yang baik, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus,

Terima kasih atas firman-Mu di Efesus 4:11-12. Terima kasih karena Engkau sendiri yang memberikan dan menetapkan rasul-rasul, nabi-nabi, pemberita Injil, gembala dan pengajar bagi kami.

Terima kasih untuk para hamba Tuhan yang telah Engkau pakai untuk memperlengkapi kami. Ampuni kami jika selama ini kami hanya menjadi penonton dalam gereja-Mu, bukan pelaku pelayanan.

Hari ini, Tuhan, perlengkapi aku. Kuduskan hidupku, bentuk karakterku, dan berikan aku hati yang mau melayani. Pakai karunia yang Kau taruh dalam hidupku, sekecil apapun itu, untuk membangun tubuh Kristus.

Berkati gembala, pengajar dan setiap pemimpin rohani yang Kau percayakan di atas kami. Beri mereka hikmat, kesetiaan dan urapan yang baru untuk terus memperlengkapi orang-orang kudus.

Jadikan aku alat-Mu untuk membangun, bukan meruntuhkan. Untuk melayani, bukan dilayani. Agar melalui hidupku, Kristus semakin nyata dan gereja-Mu semakin bertumbuh dalam kasih dan kesatuan.

Di dalam nama Yesus, kami berdoa.

Amin.


Efesus 4:11-12 menekankan pentingnya karunia rohani untuk memperlengkapi orang percaya dan membangun tubuh Kristus dalam pelayanan.

Refleksi Firman

Ayat ini menegaskan bahwa Tuhan memberikan rasul, nabi, pemberita Injil, gembala, dan pengajar bukan untuk kepentingan pribadi mereka, tetapi untuk memperlengkapi orang kudus bagi pekerjaan pelayanan dan membangun tubuh Kristus. Setiap karunia memiliki tujuan praktis: menguatkan jemaat, membimbing rohani, dan memastikan pertumbuhan iman secara menyeluruh. Ayat ini mengingatkan kita bahwa pelayanan Kristen bukan pekerjaan individu, tetapi kerjasama dalam tubuh Kristus, di mana setiap orang memiliki peran penting.

Doa Berdasarkan Efesus 4:11-12

Tuhan yang Maha Kuasa, kami bersyukur atas karunia rohani yang Engkau berikan: rasul, nabi, pemberita Injil, gembala, dan pengajar. Tolonglah kami, ya Tuhan, agar setiap orang percaya diperlengkapi untuk pelayanan, agar kita bisa saling membangun di dalam kasih dan iman. Jadikan kami hamba yang setia, yang menggunakan talenta dan karunia yang Engkau percayakan bukan untuk kehormatan diri sendiri, tetapi untuk peningkatan tubuh-Mu, jemaat-Mu, dan kemuliaan nama-Mu. Amin.

Aplikasi Pribadi

  • Mengenali karunia rohani: Pertimbangkan bagaimana Anda dapat menggunakan karunia Anda untuk pelayanan.
  • Mengutamakan pertumbuhan jemaat: Fokuskan pelayanan pada pembangunan iman dan karakter rohani orang lain.
  • Kerjasama dalam tubuh Kristus: Ingat bahwa setiap orang memiliki peran penting, dan kesatuan adalah kunci keberhasilan pelayanan.
Doa dan refleksi ini dapat digunakan di rumah, dalam kelompok doa, atau sebelum pelayanan gereja untuk memperdalam pemahaman dan menguatkan komitmen pelayanan Kristen.




FKKP kiriman Bu Ida Pangaribuan : 


Rabu, 30 Sept 2026 
MINGGU 6 -- HARI 3

*Rawatan Pagi*

Efesus 4:11 - 12
*Dialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,*

Keperluan manusia hari ini adalah keluarnya manusia batiniah kita. yaitu, keluarnya ruh kita. Ini adalah satu-satunya jalan manusia akan menerima suplai dari kita....Bagaimana kita bisa memisahkan manusia lahiriah dari manusia batiniah? Injil Yohanes berkata bahwa kecuali sebutir gandum jatuh ke dalam tanah dan mati, itu tetap satu biji saja. Tetapi jika ia mati, ia menghasilkan banyak buah (12:24). Jika orang-orang yang mengikuti Tuhan mau kehilangan hayat jiwa mereka, mereka akan mendapatkan hayat... Mereka yang berusaha di hadapan Tuhan dan yang manusia lahiriahnya diremukkan akan bisa melepaskan hayat batiniah mereka; mereka akan menghasilkan banyak buah. (CWWN, vol. 59, hal. 5-6)

Pembacaan Hari Ini

Kepenatuaan bertanggung jawab merawat seluruh gereja. Menurut Perjanjian Baru, semua penatua harus menjadi gembala yang merawat gereja sebagai kawanan domba Tuhan (Kis. 20:28; 1 Ptr. 5:1-2). Satu Timotius 3:2 berkata bahwa para penatua harus cakap mengajar. Dalam Perjanjian Baru, mengajar adalah menggembalakan. Dalam Efesus 4:11 gembala-gembala dan pengajar-pengajar adalah satu kelompok. Untuk menggembalakan orang lain, kita perlu tahu bagaimana mengajar.

Mengajar orang bukan perkara mengajarkan doktrin tetapi meministrikan suplai hayat kepada mereka. Ketika seorang gembala merawat kawanan domba, ia terutama bukan mengajar kawanan domba itu. Sebenarnya, kawanan domba itu tidak memerlukan banyak pengajaran. Yang diperlukan kawanan domba itu adalah pemberian makan untuk perawatan. Di dalam gereja, tanggung jawab utama para penatua adalah memberi makan kaum saleh, meministrikan suplai hayat kepada kaum saleh (Yoh. 21:15-17).

Banyak orang kudus menganggap penggembalaan sebagai suatu bentuk bantuan bagi kaum saleh. Menurut pandangan mereka, orang-orang yang menggembalakan lebih tinggi daripada mereka yang berada di bawah penggembalaan mereka. Sebenarnya, ini adalah konsepsi yang keliru. Penggembalaan yang benar bukan memerintah orang lain, melainkan meministrikan hayat kepada mereka (1 Ptr. 5:3). Mengenai para penatua, tanggung jawab utama mereka adalah meministrikan hayat.

Para penatua harus meluangkan banyak waktu bersama Tuhan untuk berdoa bagi gereja, berdoa bagi kaum saleh, dan mencari cara untuk memberi makan mereka, merawat mereka,  meministrikan hayat kepada mereka. Jika hal ini dapat dilakukan, setiap gereja lokal akan sehat. Di beberapa tempat, penatua-penatua tertentu sangat cakap dalam mengurus administrasi gereja, tetapi lemah dalam menggembalakan, yaitu dalam memberi makan kaum saleh. Dalam situasi seperti itu, gereja tidak dapat sehat, hidup, kaya, dan kuat, karena kaum saleh kekurangan rawatan.

Yang terutama, para penatua perlu berlatih untuk mempelajari hal-hal jalan menggembalakan, bukan sekadar memberikan instruksi kepada kaum saleh. melainkan memberi mereka makan. Para penatua perlu mengajar kaum saleh dengan firman yang merawat agar kaum saleh dapat bertumbuh dalam hayat (1 Tim. 4:6). Ini mutlak masalah hayat....Para penatua memberi perhatian penuh mereka pada satu hal, yaitu memberi makan kaum saleh.

Hari ini, kebutuhan terbesar adalah penggembalaan. Dalam hal ini. kita sangat lemah. Karena itu, kita perlu didorong untuk melatih diri agar berpengalaman, diperlengkapi, dan disiapkan sehingga kita tahu bagaimana menggembalakan seluruh gereja. 

Satu-satunya harapan Tuhan bagi para penatua adalah agar mereka menggembalakan kawanan domba.... Dalam Kisah Para Rasul 20, ketika Paulus memanggil para penatua di Efesus untuk datang kepadanya, ia memerintahkan mereka untuk menggembalakan kawanan domba (ayat 28). Petrus memiliki konsepsi yang sama. Ia menasihati para penatua untuk menggembalakan kawanan domba Allah yang ada pada mereka (1 Ptr. 5:1-2)...Hal utama dalam menggembalakan kawanan domba adalah memberi makan kawanan domba tersebut. Kita lemah dalam hal ini; di antara kita tidak banyak penatua yang bisa memberi makan orang lain. Saat ini, para penatua dalam gereja-gereja terutama mengurus urusan administratif. Kekurangan penggembalaan adalah penyebab utama gereja-gereja tidak bertumbuh sebagaimana mestinya. Semua penatua harus memandang serius perkara penggembalaan. Mereka perlu dilatih, diperlengkapi, dan dibekali agar dapat memberi makan orang lain dengan meministrikan suplai hayat kepada mereka.

(CWWL, 1977, vol. 2, hal. 481-483)
Bacaan Tambahan: CWWL, 1977, vol. 2, hal. 481-491



FKKP kiriman Domu Nababan : 


Rabu, 30 September 2026  

 Efesus. 4:11-12
*"Dialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus."*
 
 Untuk menggembalakan menurut Allah, kita perlu menjadi esa dengan Allah, disusun dengan Allah, memperhidupkan Allah, mengekspresikan Allah, mewakili Allah, & meministrikan Allah:
Penggembalaan menurut Allah menuntut kita untuk menjadi esa dengan Allah & disusun oleh Dia. Hanya orang-orang yang memperhidupkan Allah bisa menggembalakan menurut Allah.
 Tujuan kekal Allah adalah menggarapkan diri-Nya sendiri ke dalam kita sebagai hayat kita sehingga kita bisa mengekspresikan Dia.
Sebagai orang yang menggembalakan menurut Allah, kita perlu mewakili Allah & berfungsi sebagai Allah yang bertindak.
Menggembalakan menurut Allah adalah meministrikan Allah kepada orang lain :
 Berapa banyak kita bisa meministrikan Allah kepada orang lain bergantung pada kita diremukkan oleh Allah bagi pengaliran hayat. 
 Jika kita ingin meministrikan Allah kepada satu sama lain, kita perlu membicarakan firman kasih karunia, kebenaran, roh, & hayat, meministrikan Allah yang telah melalui proses yang telah digarapkan ke dalam diri kita. *_Keperluan manusia hari ini adalah keluarnya manusia batiniah kita, yaitu, keluarnya roh kita. Ini adalah satu-satunya jalan manusia akan menerima suplai dari kita._* 
 Jika orang-orang yang mengikuti Tuhan mau kehilangan hayat jiwa mereka, mereka akan mendapatkan hayat.  Mereka yang berusaha di hadapan Tuhan & yang manusia lahiriahnya diremukkan akan bisa melepaskan hayat batiniah mereka; mereka akan menghasilkan banyak buah. 
*Kepenatuaan bertanggung jawab merawat seluruh gereja.*
Menurut Perjanjian Baru, semua penatua harus menjadi gembala yang merawat gereja sebagai kawanan domba Tuhan. 
Untuk menggembalakan orang lain, kita perlu tahu bagaimana mengajar.
~°Mengajar orang bukan perkara mengajarkan doktrin°~  tetapi *meministrikan suplai hayat kepada mereka.* 
Ketika seorang gembala merawat kawanan domba, ia terutama bukan mengajar kawanan domba itu. 
_Kawanan domba itu tidak memerlukan banyak pengajaran._
Yang diperlukan kawanan domba itu adalah pemberian makan untuk perawatan. 
*Di dalam gereja, tanggung jawab utama para penatua adalah memberi makan kaum saleh, meministrikan suplai hayat kepada kaum saleh* 
Penggembalaan yang benar bukan memerintah orang lain, melainkan meministrikan hayat kepada mereka. *Mengenai para penatua, tanggung jawab utama mereka adalah meministrikan hayat.*
Para penatua harus meluangkan banyak waktu bersama Tuhan untuk berdoa bagi gereja, berdoa bagi kaum saleh, & mencari cara untuk memberi makan mereka, merawat mereka, meministrikan hayat kepada mereka. *_Jika hal ini dapat dilakukan, setiap gereja lokal akan sehat._*
 Di beberapa tempat, penatua-penatua tertentu sangat cakap dalam mengurus administrasi gereja, tetapi lemah dalam menggembalakan, yaitu dalam memberi makan kaum saleh. Dalam situasi seperti itu, gereja tidak dapat sehat, hidup, kaya, dan kuat, karena kaum saleh kekurangan rawatan.
 Yang terutama, para penatua perlu berlatih untuk mempelajari hal-hal rohani agar mereka mampu mengajar kaum saleh dengan jalan menggembalakan, bukan sekadar memberikan instruksi kepada kaum saleh, melainkan memberi mereka makan. 
Para penatua perlu mengajar kaum saleh dengan firman yang merawat agar kaum saleh dapat bertumbuh dalam hayat. Ini mutlak masalah hayat. Para penatua memberi perhatian penuh mereka pada satu hal, yaitu memberi makan kaum saleh.
*_Hari ini, kebutuhan terbesar adalah penggembalaan._*
Dalam hal ini, kita sangat lemah. Karena itu, kita perlu didorong untuk melatih diri agar berpengalaman, diperlengkapi, & disiapkan sehingga kita tahu bagaimana menggembalakan seluruh gereja.
*Satu-satunya harapan Tuhan bagi para penatua adalah agar mereka menggembalakan kawanan domba.*
*Hal utama dalam menggembalakan kawanan domba adalah memberi makan kawanan domba tersebut._* 
~°Kita lemah dalam hal ini; di antara kita tidak banyak penatua yang bisa memberi makan orang lain.°~ Saat ini, para penatua dalam gereja-gereja terutama mengurus urusan administratif. 
 Kekurangan penggembalaan adalah penyebab utama gereja-gereja tidak bertumbuh sebagaimana mestinya. *:Semua penatua harus memandang serius perkara penggembalaan._*
Mereka perlu dilatih, diperlengkapi, & dibekali agar dapat memberi makan orang lain dengan meministrikan suplai hayat kepada mereka.


PEKERJAAN MINISTRI ITU

 
Karena adanya pekerjaan yang sangat penting ini, maka Allah khusus memilih segolongan manusia untuk bekerja sama denganNya, dan segolongan manusia ini bertanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaan Allah tersebut. Ini tidak berarti, bahwa hari ini Allah tidak mempunyai pekerjaan lainnya, atau Allah tidak mempunyai pekerja-pekerja lainnya, melainkan pekerjaanNya yang utama pada hari ini adalah membangun Tubuh Kristus. Hari ini, Allah pun mempunyai banyak pekerja, tetapi hanya segolongan pekerja yang membangun Tubuh Kristus inilah yang merupakan pekerja yang istimewa.


Allah mempunyai banyak pekerjaan, karena itu, dalam pekerjaanNya terdapat bermacam-macam ministri. Ministri adalah sebagian pekerjaan yang khusus Allah amanatkan kepada seseorang untuk dikerjakan. Ada yang diutus Allah untuk ministri ini, ada yang diutus Allah untuk ministri itu. Jumlah ministri sangat banyak, sebab Allah memakai orang pada tempat dan tugas yang berbeda-beda. Tetapi Alkitab memperlihatkan kepada kita adanya satu ministri yang lebih istimewa daripada ministri-ministri lainnya. Alkitab menyebutnya "ministri itu", untuk membedakannya dari ministri-ministri yang lain. Dalam Alkitab, Allah menyebut pekerjaan yang menghimpun orang dan membina Tubuh Kristus ini "pekerjaan ministri itu" (Ef. 4:12; terjemahan lain), untuk membedakannya dengan pekerjaan ministri biasa. Banyak sekali orang yang melakukan pekerjaan Allah, tetapi hanya segolongan orang yang melakukan "pekerjaan ministri itu". Ministri yang ditugaskan kepada manusia sangat banyak, namun hanya segolongan orang saja yang tercakup dalam "ministri itu".

Baiklah kita tinjau bagaimana firman Allah menyinggung hal ini, "Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan, Ia memberikan karunia-karunia kepada manusia . . . Dan Ialah yang memberikan baik para rasul maupun para nabi, baik para pemberita Injil maupun para gembala dan pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan ministri itu, bagi pembangunan Tubuh Kristus, sampai kita semua mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, mencapai kedewasaan penuh, dan mencapai tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan perawakan kepenuhan Kristus." (Ef. 4:7-8,11-13 Tl.).

Dari ayat-ayat di atas, kita nampak dua perkara yang dikerjakan Kristus sesudah kebangkitan dan kenaikanNya ke sorga. 

Pertama, 
Kristus telah menang total serta menawan musuh, sehingga musuh tidak berdaya lagi menuduh dan memperalat manusia yang dulu menjadi budak-budaknya. Dia sudah menang, naik ke tempat yang tinggi serta menawan semua kuasa yang pernah mengekang manusia, sehingga di dalam Kristus, manusia juga dapat menaklukkan Iblis. Kelak Kristus akan merealisasikan kekuasaanNya di bumi dengan mengikat dan melempar Iblis ke jurang maut. 

Kedua, 
Sebelum Dia melaksanakan hal ini, Dia terlebih dulu akan menampilkan kekuasaanNya ini di dalam gereja, dengan menganugerahkan berbagai karunia kepada orang-orang yang dibebaskanNya dari musuh; pada satu aspek, sebagai bukti ditinggikannya manusia di dalam Dia, dan di aspek lain agar Dia dapat menggunakan mereka sebagai alat untuk menyelamatkan orang lain.

Karunia di sini bukan mengacu kepada karunia atau talenta yang diperoleh manusia secara individual dari Roh Kudus, melainkan kasih karunia yang dianugerahkan kepada manusia oleh Tuhan sebagai Kepala gereja, agar manusia itu menjadi karunia gereja, menjadi hambaNya, untuk melayani kaum saleh dan membangun TubuhNya. Dengan kata lain, Tuhan menganugerahkan segolongan pekerja kepada gereja sebagai karunia untuk membantu, membina dan membangun gereja, yakni yang khusus menggarap pekerjaan ministri itu. Dulu mereka adalah budak musuh, tetapi sekarang sudah sepenuhnya diselamatkan oleh kematian dan kebangkitanNya. Kini, dengan posisi kenaikanNya, Dia melantik mereka sebagai bejanaNya yang tangguh untuk membebaskan orang lain. Dia mengaruniakan kuasa kepada orang-orang ini agar mereka juga melaksanakan pekerjaan penyelamatan, sebagaimana yang dilakukanNya sendiri. Mereka telah diselamatkan dan sekarang dijadikan bejana dalam tanganNya untuk mengganyang musuh.

Ia menghendaki semua orang yang diselamatkan mengenal Dia, dipenuhi hayat dan Roh Kudus, serta murni tanpa tercampur oleh kedagingan. Untuk itu, perlu ada orang-orang yang bangkit melaksanakan tugas pembinaan umatNya, supaya mereka bisa mencapai tujuanNya. Sebab itu, hari ini ketika Ia duduk di sebelah kanan Allah dan menunggu musuh menjadi tumpuan kakiNya, Ia menganugerahkan segala karunia yang diperlukan kepada gereja, yakni para hambaNya dalam ministri itu, agar mereka menghimpun orang-orang yang terpanggil untuk menikmati kemuliaanNya, dan juga membina mereka sampai tingkat terpenuhi oleh diriNya sendiri.

            Ada satu perkara yang harus kita perhatikan, yaitu karunia yang kita sebut di sini bukan mengacu kepada karunia yang dibagi-bagikan Roh Kudus menurut kehendakNya pada saat Ia turun ke bumi, melainkan mengacu kepada orang-orang yang dilantik Tuhan sendiri di dalam gereja untuk persidangan dan pembinaan, agar kaum saleh mendapatkan faedah. Dalam Alkitab, kita nampak adanya dua kategori karunia. Yang pertama adalah karunia yang diterima gereja secara korporat dari Tuhan, dan yang kedua adalah karunia (talenta) yang kita peroleh secara individual dari Roh Kudus. Karunia yang kita peroleh secara individual dari Roh Kudus membuat kita mampu melayani dan melakukan pekerjaan tertentu di hadapan Allah. Ada yang menjadi nabi, ada yang menjadi pengajar, ada yang bisa berbahasa roh, ada yang bisa menyembuhkan sakit, dan sebagainya. Semua itu merupakan karunia yang dibagi-bagikan Roh Kudus kepada orang secara individual. Tetapi tidak demikian dengan karunia yang Tuhan berikan kepada gereja. Karunia yang satu ini justru adalah "orang-orang" yang telah memiliki karunia Roh Kudus itu.


Hari ini Tuhan bersemayam di dalam kemuliaan, namun hatiNya damba memanggil dan mendapatkan kembali orang-orang yang tersesat, bahkan lebih lagi, Ia sangat menaruh perhatian kepada kaum salehNya, yaitu gereja. Dia ingin lebih banyak mendispensikan (memberikan, menyalurkan) diriNya sendiri kepada mereka, agar mereka dipenuhi dengan diriNya sendiri. Dia menghendaki gereja menerima berbagai macam karuniaNya, mendapatkan pimpinan Roh Kudus, mengenal kehendak Allah, berperan serta dalam pekerjaan Kristus, dan mendapatkan segala realitasNya. Karunia-karunia itu justru adalah orang-orang yang mengatur, mempersekutukan dan menyuplaikan semua itu agar mendatangkan berkat bagi semua orang. Pekerjaan inilah yang disebut "pekerjaan ministri itu", dan ini berbeda dengan ministri-ministri yang umum. Tiap orang imani mempunyai karunia, tapi hanya "mereka" yang mendapatkan karunia khusus untuk "pekerjaan itu". Tiap orang imani pasti beroleh ministri dari Tuhan, tetapi ministri yang mereka miliki adalah yang umum; hanya yang dimiliki "orang-orang" ini yang istimewa, berbeda dengan yang lainnya. (Perhatikan: istilah "ministri" dan "pekerjaan" yang dipakai dalam buku ini, selalu mengacu kepada "ministri atau pekerjaan yang istimewa itu"). Orang-orang ini adalah para minister (pekerja) Allah yang merampungkan pekerjaan Allah di dalam ministri yang ditetapkan Tuhan. Orang-orang ini terdiri dari empat golongan sebagai berikut:
 

RASUL, NABI, PEMBERITA INJIL, GEMBALA DAN PENGAJAR
 
Sebenarnya, pengajar dan gembala merupakan satu karunia, bukan dua karunia, sebab sifat kedua karunia ini berkaitan erat).

Keempat jenis orang ini dapat dibagi dalam dua kelompok. Rasul dan nabi satu kelompok; 
pemberita Injil, gembala dan pengajar satu kelompok. 

Rasul dan nabi bekerja pada aspek dasar (Ef. 2:20), 

sedang pemberita Injil dan gembala/pengajar bekerja pada aspek pembangunan setelah dasar itu diletakkan. 

Rasul dan nabi langsung berasal dari Tuhan untuk memasang pondasi kediaman Allah di sorga dengan cara yang luar biasa. 

Tetapi pemberita Injil dan gembala (termasuk pengajar) merupakan ministri biasa di dalam gereja. Mereka berada di luar rasul dan nabi; menyelamatkan dan membina orang berdasarkan ajaran rasul dan nabi.

Keempat jenis orang-orang ini juga boleh dibagi dalam dua golongan lain: 

Rasul dan pemberita Injil lebih banyak bagi penginjilan, sedangkan nabi dan pengajar/gembala lebih banyak bagi gereja. 

Nabi menyampaikan firman Allah secara adikodrati (mengherankan / luar biasa), sedang pengajar menjelaskan firman Allah secara biasa; tetapi keduanya khusus bagi satu gereja lokal. Dalam Kisah Para Rasul 13:1 kita nampak kedua jenis orang tersebut di gereja Antiokhia.

Rasul adalah minister khusus untuk penginjilan, sama dengan pemberita Injil. Tetapi penginjilan rasul itu untuk gereja-gereja lokal, sedangkan penginjilan pemberita Injil untuk satu gereja lokal.

Alkitab menjelaskan, walau keempat jenis orang ini merupakan karunia yang dianugerahkan Allah kepada gereja, tetapi belum tentu sebagai karunia perorangan atau talenta pribadi yang dibagi-bagikan oleh Roh Kudus. Kita tahu bahwa nubuat nabi adalah sejenis karunia (I Kor. 12:10; Rm. 12:6), pengajar pun sejenis karunia (Rm. 12:7). Namun dalam Alkitab tidak pernah ada sejenis karunia/talenta yang memungkinkan orang menjadi rasul atau penginjil. Ada karunia nabi, ada karunia pengajar, tetapi tidak ada karunia rasul, atau karunia penginjil. Keempat jenis orang itu adalah karunia gereja, tetapi dua di antaranya adalah karunia yang diperoleh secara perorangan. Jadi, dari keempat jenis orang ini -- kecuali nabi dan pengajar yang sudah beroleh karunia nabi dan pengajar, sehingga mereka menjadi nabi dan pengajar -- 

Kita tidak tahu karunia/talenta apakah yang diterima rasul dan pemberita Injil dari Roh Kudus, yang melayakkan mereka menjadi rasul dan pemberita Injil. Namun, karunia-karunia apa pun yang mereka peroleh dari Roh Kudus, keempat jenis orang ini adalah pekerja-pekerja yang diangkat Allah dalam ministri itu. Mereka semua telah menerima jabatan dari Allah untuk melaksanakan pekerjaanNya yang khusus itu. Allah melantik mereka khusus untuk bertanggung jawab membangun Tubuh Kristus dalam gereja. Merekalah yang khusus bertanggung jawab atas pekerjaan rohani di dalam gereja, dan melalui pekerjaan merekalah Allah dapat mencapai seluruh tujuanNya pada masa kini.
 

 




Penulis : Anita Handayani 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung dan mempostingkan komentar nya 🌺👍

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Label

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...