slideshow

Foto Kenangan

FKKP Sabtu, 19-9-2026 Markus 4:26, 27b-29

Sabtu, September 19, 2026 | | | |

 

FKKP Sabtu, 19-9-2026 

Markus 4:26, 27b-29


Markus 4:26, 27b-29 (TB2)  

Lalu kata Yesus: "Beginilah hal Kerajaan Allah itu: Seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, ... dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, ... Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba."


Doa Baca Markus 4:26, 27b-29

Tuhan Yesus, ajar aku memahami bahwa pertumbuhan dalam Kerajaan Allah terjadi oleh kuasa-Mu dan menurut waktu-Mu. Seperti benih yang bertumbuh sedikit demi sedikit hingga menghasilkan buah, biarlah iman dan hidupku juga terus bertumbuh dalam ketaatan, kesabaran, dan kesetiaan. Tolong aku untuk tetap menabur kebaikan tanpa kuatir, percaya bahwa Engkau yang menumbuhkan dan pada waktunya akan menghasilkan buah yang indah. Amin.

Makna Rohani Markus 4:26, 27b–29

Perumpamaan ini mengajarkan bahwa Kerajaan Allah bertumbuh secara bertahap, dalam kuasa Allah dan menurut waktu-Nya.

  • 🌱 Benih menggambarkan firman Allah yang ditaburkan dalam hati manusia. Kita dipanggil untuk menaburkan dan menjalankannya.
  • 🌿 Tunas yang bertumbuh mengingatkan bahwa pertumbuhan rohani tidak selalu terlihat cepat. Allah bekerja sedikit demi sedikit, bahkan ketika kita tidak menyadarinya.
  • 🍇 Buah yang semakin matang menggambarkan perubahan hidup yang menghasilkan karakter, ketaatan, kasih, dan buah Roh.
  • 🌾 Musim menuai menunjukkan bahwa ada waktu yang Allah tetapkan untuk melihat hasil dari pekerjaan-Nya.

Inti rhema: Aku tidak perlu memaksakan pertumbuhan. Tugasku adalah setia menabur dan memelihara iman; Tuhanlah yang memberi pertumbuhan. Aku percaya bahwa pada waktu-Nya, benih firman yang ditanam akan menghasilkan buah.

Pesan untuk kehidupan: Jangan berkecil hati ketika perubahan dalam diri atau pelayanan belum terlihat. Tetap setia, karena pertumbuhan yang dikerjakan Tuhan sering berlangsung perlahan, tetapi nyata.


Ini Doa Baca untuk perikop Markus 4:26, 27b-29 — Perumpamaan Benih yang Tumbuh:

"Lalu kata Yesus: 'Beginilah hal Kerajaan Allah itu: Seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, ... dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, ... Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba.'"

Doa Sebelum Membaca Firman

Bapa Surgawi yang Maha Baik,

Kami datang ke hadirat-Mu dengan hati yang bersyukur.
Terima kasih untuk Firman-Mu yang hidup dan yang menumbuhkan.

Saat ini kami akan membaca dan merenungkan Firman-Mu tentang Kerajaan Allah yang seperti benih yang ditaburkan.

Ya Tuhan Yesus, Sang Penabur sejati, bukalah mata hati kami.
Jadikan hati kami tanah yang baik, yang gembur, yang siap menerima benih Kerajaan-Mu.

Ajar kami untuk setia dalam menabur — menabur doa, kasih, kebaikan, dan kesetiaan di keluarga, di pekerjaan, dan di pelayanan kami, sekalipun kami belum melihat hasilnya.

Dan ajar kami untuk berserah, bahwa pertumbuhan itu adalah pekerjaan-Mu. Engkaulah yang membuat tunas itu makin tinggi, dari tangkai menjadi bulir, dan bulir menjadi butir-butir yang penuh.

Roh Kudus, berbicaralah kepada kami melalui ayat ini. Biarlah Firman ini tidak hanya kami baca, tetapi bertumbuh dan berbuah di dalam hidup kami sampai musim menuai tiba.

Kami siap mendengar dan diubahkan.
Dalam nama Tuhan Yesus Kristus, kami berdoa.

Amin.

Makna rohani dari Markus 4:26, 27b-29 (TB2) ini sangat dalam. Ini adalah satu-satunya perumpamaan yang hanya ada di Injil Markus. Yesus mau mengajarkan tentang cara kerja Kerajaan Allah yang berbeda dengan kerajaan dunia.
Lalu kata Yesus: "Beginilah hal Kerajaan Allah itu: Seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, ... dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, ... Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba."

Inilah 4 makna rohaninya:

1. Tugas kita adalah MENABUR, bukan membuat bertumbuh
Petani itu hanya menabur. Setelah itu ia tidur dan bangun, dan Alkitab berkata "bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu".

Ini mengajarkan kita kerendahan hati. Dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan, atau mendoakan anak dan pasangan, bagian kita adalah setia menabur:
Menabur Firman, menabur doa, menabur kebaikan, menabur kejujuran.

Pertumbuhan bukan karena kehebatan kita. Ada kuasa Allah yang bekerja secara diam-diam, misterius, bahkan saat kita tertidur. Jangan memaksakan hasil. Jangan frustasi kalau belum melihat perubahan.

2. Kerajaan Allah bertumbuh secara ORGANIK dan PASTI
Ayat 28 berkata: "Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah"

Kata Yunani-nya adalah automate - dari situlah kata otomatis berasal. Artinya di dalam benih Firman itu sendiri sudah ada kuasa hidup dari Allah.

Sekali benih Firman jatuh di tanah hati yang mau menerima, ia PASTI akan bertunas. Mungkin tidak terlihat hari ini, tapi ia sedang bekerja di bawah tanah.

Ini memberi kita pengharapan. Jika hari ini imanmu kecil, doamu terasa kering, pelayananmu sepi, jangan berhenti. Benih itu sedang bertumbuh di tempat tersembunyi.

3. Pertumbuhan rohani itu BERTAHAP, tidak instan
Yesus sangat detail: mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.

Tuhan tidak langsung menjadikan kita sempurna.

Tangkai: Awal pertobatan, semangat baru.
Bulir: Mulai belajar Firman, mulai dibentuk karakternya.
Butir yang penuh: Menjadi dewasa, berbuah, dan bisa menjadi berkat bagi orang lain.

Jangan iri dengan pertumbuhan rohani orang lain. Jangan menghakimi diri sendiri yang masih "tangkai". Tuhan menghargai setiap proses. Yang penting bukan cepat, tapi terus bertumbuh dan penuh isinya, tidak hampa.

4. Ada MUSIM MENUAI yang pasti akan tiba
"Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba."

Ini berbicara tentang dua hal:
a. Untuk hidup sekarang: Setiap taburan air mata, doa, kesetiaan akan ada waktu tuaiannya. Galatia 6:9 berkata kita akan menuai jika tidak menjadi lemah.

b. Untuk kekekalan: Pada akhirnya, Tuhan Yesus sebagai Penuai Agung akan datang. Ia akan memisahkan buah yang matang dan siap. Hidup kita di dunia adalah masa persiapan untuk tuaian kekal itu.

Perumpamaan ini mengajak kita untuk hidup dengan sabar, setia, dan penuh pengharapan.

Refleksi pribadi untuk hari ini:

Benih apa yang sedang Tuhan minta saya tabur hari ini di rumah, di kantor, di lingkungan saya?
Apakah saya masih di tahap "tangkai" dan perlu bersabar untuk terus disiram oleh Firman dan doa?
Apakah saya sudah terlalu khawatir mengurusi pertumbuhan yang seharusnya menjadi bagian Tuhan?

Kiranya kita menjadi tanah yang baik, yang bukan hanya menerima benih, tetapi juga sabar menanti sampai berbuah penuh bagi kemuliaan-Nya.


FKKP kiriman Bu Ida Pangaribuan 

Sabtu, 19 Sept 2026 

MINGGU 4 -- HARI 6


*Rawatan Pagi*

Markus 4:26 - 29 *"Beginilah hal Kerajaan Allah itu: Seumpama orang yang menaburkan benih di tanah,...dan benih itu bertunas dan tumbuh, ...Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba."*

Dalam Markus 4:26-29 Tuhan Yesus mengatakan kerajaan seumpama seorang yang menaburkan benih di tanah. Benih bertunas, daun muncul, bulir muncul, akhirnya matang dan dituai. Kerajaan adalah benih yang ditaburkan ke tanah dan bertumbuh sampai mencapai kematangan, pada saat ini dia dituai. Benih adalah Tuhan Yesus sebagai Yang bersinar. Kita semua adalah tanah dalamnya yang ke dalamnya Tuhan Yesus ditaburkan sebagai benih. Benih ini bertumbuh dan akhirnya akan menghasilkan tuaian, manifestasi penuh kerajaan. 

Maka, kerajaan adalah Tuhan Yesus sebagai benih hayat yang ditaburkan ke dalam kita dan yang bertumbuh di dalam kita sampai Dia mencapai kematangan pada masa panen.... Pertumbuhan benih di dalam kita adalah proses kerajaan. Di satu pihak, kita berada dalam kerajaan, tetapi di pihak lain, kita berada dalam proses kerajaan... Hari ini benih kerajaan bertumbuh di dalam kita. Pertumbuhan kerajaan ini akan membawa kita kepada penuaian, dan penuaian ini akan menjadi manifestasi penuh kerajaan. (Kerajaan, hal. 26-27)

Pembacaan Hari Ini

Tuhan Yesus berkata bahwa jika Dia mengusir setan-setan bersandar Roh itu, berarti Kerajaan Allah datang kepada mereka [Mat. 12:28) Setan adalah roh yang kotor, najis, dan jahat, tetapi prinsipnya setan berarti pemberontak. Asalnya, setan-setan adalah makhluk ciptaan. Ketika Satan memberontak melawan Allah, mereka mengikuti dia dan menjadi setan-setan. Karena itu, setan-setan menunjukkan pemberontakan. Jika dalam kehidupan kita setiap hari ada sesuatu yang tidak berada di bawah pemerintahan Allah, ada sesuatu yang masih memberontak terhadap Allah, hal-hal itu pada prinsipnya adalah setan-setan. Mereka perlu diusir oleh Tuhan Yesus. Kita harus berdoa, "Tuhan Yesus, datang dan usirlah setan-setanku. Bahkan sampai hari ini pun aku bersifat memberontak." Anda mungkin memberontak ketika Anda berbelanja. Mungkin Anda pergi ke swalayan walaupun Tuhan Yesus di dalam Anda melarang Anda pergi. Di toko, Anda mengambil sesuatu sekalipun Tuhan Yesus menyuruh Anda meletakkan barang itu, Anda membelinya, dan sekarang barang itu masih ada di rumah Anda. Ini adalah pemberontakan, adalah prinsip setan.

Apakah Anda selalu berada di bawah pemerintahan Kristus? Kita mungkin berkata bahwa kita mengasihi Dia, tetapi tidak menerima pemerintahan-Nya. Kita mungkin berkata bahwa Kristus adalah hayat kita, tetapi Kristus sebagai hayat kita tidak riil bagi kita. Ini mungkin hanya istilah, bukan realitas.... Hayat Tuhan Yesus adalah hayat yang memerintah. Dalam setiap jenis hayat ada unsur yang memerintah yaitu hukum dan peraturan hayatnya. Kita mungkin memiliki hayat Kristus di dalam dan belum berada di bawah pemerintahan hayat-Nya. Jadi, dalam satu pengertian, kita mungkin masih dirasuk oleh setan-setan. Kita perlu Tuhan Yesus mengusir mereka keluar. Setelah itu, kita baru sungguh-sungguh ada dalam kerajaan. Kerajaan adalah realisasi realitas Kristus. Kita telah dipindahkan keluar dari kegelapan dan masuk ke dalam Kerajaan Kristus. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, kita banyak kekurangan realitas kerajaan.

Semua orang yang ada di dalam gereja juga berada di dalam Kerajaan Allah... Namun, tidak semua orang yang berada di dalam gereja berada di dalam realitas Kerajaan Surga, karena tidak semua dari mereka itu adalah para pemenang. Hanya para pemenang di dalam gereja yang berada di dalam realitas Kerajaan Surga...Ini hanya mencakup kaum beriman yang menempuh kehidupan surgawi dan adalah para pemenang.

Orang-orang yang didisiplinkan hari ini yang berada di dalam realitas Kerajaan Surga adalah orang-orang yang akan memerintah di masa yang akan datang di dalam manifestasi Kerajaan Surga.

Penampilan Kerajaan Surga, yaitu dunia kekristenan, berkaitan dengan orang-orang "Kristen KTP". Gereja dan Kerajaan Allah berkaitan dengan orang-orang yang telah diselamatkan. Realitas Kerajaan Surga dan manifestasi Kerajaan Surga berkaitan dengan kaum beriman yang menang. 
(Kerajaan, hal. 22-23, 715-716)
Bacaan Tambahan: Kerajaan, bab 49-50


FKKP kiriman Pak Domu Nababan

Sabtu, 19 September 2026 


Markus. 4:26-29
*"_… Beginilah hal Kerajaan Allah itu: Seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, … dan benih itu bertunas dan tumbuh. … Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba._"*

Ketika kita menggunakan bagian kita yang adalah ciptaan baru—diri Kristus sendiri sebagai unsur dari Kerajaan Allah—kita hidup dalam Kerajaan Allah.
Para pemenang akan mewarisi Kerajaan Kristus & Allah sehingga mereka bisa masuk ke dalam manifestasi Kerajaan Surga. 

Dalam Injil Yohanes, kita melihat banyak aspek dari kehidupan kaum beriman dalam alam spesies ilahi. 

*Kerajaan adalah benih yang ditaburkan ke tanah & bertumbuh sampai mencapai kematangan, pada saat ini dia dituai.*

Benih adalah Tuhan Yesus sebagai Yang bersinar. 
Kita semua adalah tanah dalamnya yang ke dalamnya Tuhan Yesus ditaburkan sebagai benih. 
Benih ini bertumbuh & akhirnya akan menghasilkan tuaian, manifestasi penuh kerajaan. 
Maka, *KERAJAAN* adalah Tuhan Yesus sebagai benih hayat yang ditaburkan ke dalam kita & yang bertumbuh di dalam kita sampai Dia mencapai kematangan pada masa panen. 
Pertumbuhan benih di dalam kita adalah proses kerajaan. 
Di satu pihak, kita berada dalam kerajaan, tetapi 
di pihak lain, kita berada dalam proses kerajaan. 
Hari ini benih kerajaan bertumbuh di dalam kita. 
*Pertumbuhan kerajaan ini akan membawa kita kepada penuaian, & penuaian ini akan menjadi manifestasi penuh kerajaan.*

*_Tuhan Yesus berkata bahwa jika Dia mengusir setan-setan bersandar Roh itu, berarti Kerajaan Allah datang kepada mereka_* 

Setan adalah roh yang kotor, najis, & jahat, tetapi prinsipnya setan berarti pemberontak. Asalnya, setan-setan adalah makhluk ciptaan. Ketika Satan memberontak melawan Allah, mereka mengikuti dia & menjadi setan-setan. 
*_Karena itu, setan-setan menunjukkan pemberontakan._*

Jika dalam kehidupan kita setiap hari ada sesuatu yang tidak berada di bawah pemerintahan Allah, ada sesuatu yang masih memberontak terhadap Allah, hal-hal itu pada prinsipnya adalah setan-setan.
Mereka perlu diusir oleh Tuhan Yesus. 
Kita harus berdoa, *_“Tuhan Yesus, datang dan usirlah setan-setanku. Bahkan sampai hari ini pun aku bersifat memberontak_.”*
Kita mungkin memberontak ketika kita berbelanja. 
Mungkin kita pergi ke swalayan walaupun Tuhan Yesus di dalam kita melarang kita pergi. *Apakah kita selalu berada di bawah pemerintahan Kristus?* 

Kita mungkin berkata bahwa kita mengasihi Dia, tetapi tidak menerima pemerintahan-Nya. 
Kita mungkin berkata bahwa Kristus adalah hayat kita, tetapi Kristus sebagai hayat kita tidak riil bagi kita. ~°Ini mungkin hanya istilah, bukan realitas.°~ Hayat Tuhan Yesus adalah hayat yang memerintah. 
Kita mungkin memiliki hayat Kristus di dalam & belum berada di bawah pemerintahan hayat-Nya. _Jadi, dalam satu pengertian, kita mungkin masih dirasuk oleh setan-setan._
Kita perlu Tuhan Yesus mengusir mereka keluar. Setelah itu, kita baru sungguh-sungguh ada dalam kerajaan. 

Kerajaan adalah realisasi realitas Kristus. 
Kita telah dipindahkan keluar dari kegelapan & masuk ke dalam Kerajaan Kristus. Namun, ~°dalam kehidupan sehari-hari, kita banyak kekurangan realitas kerajaan.°~ Oo Tuhan Yesus 
Semua orang yang ada di dalam gereja juga berada di dalam Kerajaan Allah.  Namun, ~°tidak semua orang yang berada di dalam gereja berada di dalam realitas Kerajaan Surga, karena tidak semua dari mereka itu adalah para pemenang.°~

*Hanya para pemenang di dalam gereja yang berada di dalam realitas Kerajaan Surga.*

Orang-orang yang didisiplinkan hari ini yang berada di dalam realitas Kerajaan Surga adalah orang-orang yang akan memerintah di masa yang akan datang di dalam manifestasi Kerajaan Surga.
Penampilan Kerajaan Surga, yaitu dunia kekristenan, berkaitan dengan orang-orang *“Kristen KTP”*
Gereja & Kerajaan Allah berkaitan dengan orang-orang yang telah diselamatkan. 
Realitas Kerajaan Surga & manifestasi Kerajaan Surga berkaitan dengan kaum beriman yang menang.
 



Penulis : Anita Handayani 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung dan mempostingkan komentar nya 🌺👍

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Label

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...