FKKP Jum'at, 18-9-2026
Yohanes 1:12-13
Yohanes 1:12-13 (TB2)
Namun, semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya hak supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya,
mereka yang dilahirkan bukan dari darah atau dari hasrat manusia, bukan pula oleh hasrat seorang laki-laki, melainkan dari Allah.
Doa Baca Yohanes 1:12–13
Tuhan Yesus, terima kasih karena melalui firman-Mu aku belajar bahwa setiap orang yang menerima dan percaya kepada-Mu diberi kuasa menjadi anak Allah. Tolong aku untuk sungguh-sungguh percaya kepada-Mu, hidup sebagai anak-Mu, dan membiarkan hidupku diubahkan oleh kehendak-Mu. Amin.
Doa untuk merenungkan Yohanes 1:12-13
Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.
Berikut doa yang bisa kamu bacakan setelah membaca ayat ini:
Doa Pribadi
Bapa di surga,
Terima kasih karena Engkau telah memberiku kuasa untuk menjadi anak-Mu.
Hari ini aku menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatku. Aku percaya dalam nama-Nya.
Terima kasih karena statusku sebagai anak bukan karena usahaku, bukan karena darah dan daging, tetapi karena kasih karunia-Mu semata. Engkau sendiri yang melahirkanku kembali.
Tolong aku untuk hidup sebagai anak yang Kau kasihi, bukan sebagai hamba yang ketakutan. Bentuk hatiku, pikiranku, dan perkataanku agar mencerminkan Bapa-ku.
Di dalam nama Yesus, aku berdoa. Amin.
Doa Singkat untuk Dibaca Bersama Keluarga
Tuhan Yesus, kami bersyukur karena Engkau datang untuk kami. Kami menerima Engkau di tengah keluarga kami. Jadikan kami sekeluarga sebagai anak-anak Allah yang hidup dalam kasih dan terang-Mu. Biarlah hidup kami lahir dari Allah dan memuliakan nama-Mu setiap hari. Amin.
Kiriman dari Bu Ida Pangaribuan
Jumat, 18 Sept 2026
MINGGU 4 -- HARI 5
*Rawatan Pagi*
Yohanes 1:12- 13
*Namun semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang dilahirkan bukan dari darah atau dari keinginan jasmani, bukan pula oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.*
Wahyu Kerajaan Allah dalam Injil Yohanes adalah berdasarkan dua ayat dalam Yohanes 3. ... Ayat 3 membicarakan melihat kerajaan, dan ayat 5 membicarakan masuk ke dalam kerajaan. Untuk melihat kerajaan kita perlu dilahirkan kembali. Untuk masuk ke dalam kerajaan kita perlu dilahirkan dari air dan Roh. Air melambangkan kematian Kristus, di mana kita semua dibaptis, dan Roh melambangkan kebangkitan. (Pengkajian Kristalisasi Injil Yohanes, hal. 159)
Pembacaan Hari Ini
Peristiwa dalam Yohanes 3 menyinggung hayat dalam kelahiran kembali. Peristiwa itu membicarakan Nikodemus, seorang pencari sejati yang datang kepada Tuhan pada malam hari (ayat 2). Dia datang dengan banyak pengetahuan dan konsepsi sebab dia adalah seorang guru di antara orang Yahudi. Dia menganggap Kristus sebagai seorang guru yang telah datang dari Allah. Dia mungkin berpikir bahwa dia memerlukan ajaran yang lebih baik untuk mengembangkan dirinya sendiri, tetapi jawaban Tuhan memberitahu dia bahwa dia perlu lahir baru.
Jika kita tidak lahir baru, kita tidak memiliki kapasitas untuk melihat Kerajaan Allah. Lahir baru adalah dilahirkan dari air, yang melambangkan kematian Kristus, dan dari Roh itu yang melambangkan kebangkitan Kristus. Kita perlu mati dengan Kristus dan dibangkitkan menjadi seorang yang baru dan lain, spesies baru, jenis yang baru.
Kerajaan Allah adalah pemerintahan Allah. Pemerintahan ilahi ini adalah suatu alam, bukan hanya alam kekuasaan ilahi melainkan juga adalah alam spesies ilahi, yang di dalamnya ada segala benda ilahi. Kerajaan tumbuhan adalah suatu alam dari spesies tumbuhan, dan kerajaan binatang adalah suatu alam dari spesies binatang. Demikian juga Kerajaan Allah adalah suatu alam dari spesies ilahi.
Allah menjadi daging untuk masuk ke dalam spesies insani; manusia menjadi Allah dalam hayat dan sifat-Nya, tetapi bukan dalam ke-Allahan ilahi-Nya, untuk masuk ke dalam spesies ilahi-Nya. Dalam Yohanes 3, Kerajaan Allah lebih mengacu kepada spesies Allah daripada pemerintahan Allah.
Untuk masuk ke dalam alam ilahi, alam spesies ilahi, kita perlu dilahirkan dari Allah agar memiliki sifat dan hayat ilahi.
Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah menunjukkan bahwa manusia adalah menurut jenis Allah, menurut spesies Allah. Kejadian 1 mengatakan bahwa setiap makhluk hidup diciptakan menurut jenis nya. Tetapi Allah menciptakan manusia, bukan menurut jenis manusia, melainkan menurut gambar dan rupa Allah untuk menjadi jenis Allah.
Kaum beriman, yang lahir dari Allah melalui kelahiran kembali untuk menjadi anak-anak-Nya dalam hayat dan sifat-Nya tetapi bukan dalam ke-Allahan-Nya (Yoh. 1:12-13), lebih berjenis Allah dibandingkan dengan Adam. Adam hanya memiliki penampilan luar dari Allah tanpa realitas yang di dalam, hayat ilahi. Kita memiliki realitas hayat ilahi di dalam kita, dan kita sedang ditransformasi dan diserupakan dengan gambar Tuhan di seluruh diri kita. Sangat masuk akal bila kita mengatakan bahwa semua anak Allah berada di alam ilahi milik spesies ilahi.
Karena itu, dalam kelahiran kembali, Allah memperanakkan allah-allah. Manusia memperanakkan manusia. Kambing memperanakkan kambing. Jika kambing tidak memperanakkan kambing, lalu apa yang diperanakkan kambing itu? Jika Allah bukan memperanakkan allah-allah, lalu apa yang Dia peranakkan? Jika anak-anak Allah bukan jenis Allah, spesies Allah, jenis apakah mereka itu? Bila mereka bukan allah-allah, lalu apakah mereka itu? Kita semua yang lahir dari Allah adalah allah-allah. Tetapi untuk mengutarakannya, karena adanya kesalahpahaman teologikal, sebaiknya mengatakan bahwa kita adalah manusia-Allah dalam spesies ilahi, yaitu dalam Kerajaan Allah.
Para manusia-Allah ini, yaitu anak-anak yang lahir dari Allah, bukan hanya menyusun rumah Allah (1 Tim. 3:15; 1 Ptr. 4:17; Yoh. 14:2) melainkan juga adalah penyusun yang dengannya Tubuh Kristus dibangun, dan Tubuh Kristus ini akan merampungkan Yerusalem Baru sebagai Kerajaan Allah dan Kristus yang kekal
(1 Kor. 6:9: Ef. 5:5: 2 Ptr. 1:11; Why-11:15). (Pengkajian-Kristalisasi Injil Yohanes, hal. 159-162)
Bacaan Tambahan: Pengkajian-Kristalisasi Injil Yohanes, bab 12
Kiriman dari Pak Domu Pangaribuan
Jumat, 18 September 2026
Yohanes. 1:12-13
*"_Namun semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang dilahirkan bukan dari darah atau dari keinginan jasmani, bukan pula oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah._"*
Kerajaan Allah adalah satu alam, bukan hanya dari kekuasaan ilahi tetapi juga dari spesies ilahi, di mana semua hal ilahi berada.
Allah menjadi manusia untuk masuk ke dalam spesies insani, & manusia menjadi Allah dalam hayat & sifat tetapi bukan dalam ke-Allahan untuk masuk ke dalam alam spesies ilahi.
Untuk masuk ke dalam alam spesies ilahi, kita perlu dilahirkan dari Allah untuk memiliki hayat ilahi & sifat ilahi.
Kita hidup dalam Kerajaan Allah sebagai alam dari hayat ilahi oleh perasaan hayat.
Di dalam gereja, kita hidup dalam Kerajaan Allah hari ini; Roma 14:17 adalah satu bukti kuat bahwa kehidupan gereja hari ini adalah kerajaan.
Wahyu Kerajaan Allah dalam Injil Yohanes adalah berdasarkan dua ayat dalam Yohanes 3.
Ayat 3 membicarakan melihat kerajaan, &
ayat 5 membicarakan masuk ke dalam kerajaan.
Untuk melihat kerajaan kita perlu dilahirkan kembali.
Untuk masuk ke dalam kerajaan kita perlu dilahirkan dari air dan Roh.
Air melambangkan kematian Kristus, di mana kita semua dibaptis, & Roh melambangkan kebangkitan.
Jika kita tidak lahir baru, kita tidak memiliki kapasitas untuk melihat Kerajaan Allah. Lahir baru adalah dilahirkan dari air, yang melambangkan kematian Kristus, & dari Roh itu yang melambangkan kebangkitan Kristus. *_Kita perlu mati dengan Kristus & dibangkitkan menjadi seorang yang baru dan lain, spesies baru, jenis yang baru._*
Kerajaan Allah adalah pemerintahan Allah.
Pemerintahan ilahi ini adalah suatu alam, bukan hanya alam kekuasaan ilahi melainkan juga adalah alam spesies ilahi, yang di dalamnya ada segala benda ilahi.
*Untuk masuk ke dalam alam ilahi, alam spesies ilahi, kita perlu dilahirkan dari Allah agar memiliki sifat dan hayat ilahi.*
Karena itu, dalam kelahiran kembali, Allah memperanakkan allah-allah.
*_Jika Allah bukan memperanakkan allah-allah, lalu apa yang Dia peranakkan?_*
Jika anak-anak Allah bukan jenis Allah, spesies Allah, jenis apakah mereka itu?
Bila mereka bukan allah-allah, lalu apakah mereka itu?
*_Kita semua yang lahir dari Allah adalah allah-allah._*
Tetapi untuk mengutarakannya, karena adanya kesalahpahaman teologikal, sebaiknya mengatakan bahwa _kita adalah manusia-Allah dalam spesies ilahi, yaitu dalam Kerajaan Allah._
Para manusia-Allah ini, yaitu anak-anak yang lahir dari Allah, bukan hanya menyusun rumah Allah melainkan juga adalah penyusun yang dengannya Tubuh Kristus dibangun, & Tubuh Kristus ini akan merampungkan Yerusalem Baru sebagai Kerajaan Allah & Kristus yang kekal.
Penulis : Anita Handayani
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih sudah berkunjung dan mempostingkan komentar nya 🌺👍