FKKP Selasa, 27-10-2026
Roma 8:14 Roma 8:16-17
FKKP artinya Firman Kudus untuk Kebangunan Pagi.
Judul buku FKKP nya : Kaum Beriman.
Roma 8:14 (TB)
Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.
Doa Baca Roma 8:14 (TB)
Tuhan Yesus, terima kasih karena aku adalah anak Allah. Terima kasih atas Roh Kudus yang tinggal di dalamku dan memimpin hidupku.
Tuhan, aku mau belajar untuk selalu mengikuti pimpinan Roh Kudus, bukan keinginan diriku sendiri. Tuntunlah pikiran, perkataan, dan perbuatanku agar senantiasa sesuai dengan kehendak-Mu.
Ajarlah aku semakin peka mendengarkan pimpinan Roh Kudus dan semakin setia berjalan bersama-Mu setiap hari.
Biarlah hidupku mencerminkan bahwa aku adalah anak Allah.
Dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Amin. 🙏
Makna rohani: Anak Allah bukan hanya orang yang percaya kepada-Nya, tetapi juga orang yang mau hidup dipimpin oleh Roh Allah.
Rhema: Sebagai anak Allah, aku mau terus belajar hidup dalam pimpinan Roh Kudus setiap hari.
Amin. Tuhan Yesus memberkati. 🙏
Roma 8:16-17 (Versi Pemulihan)
Roh itu sendiri bersaksi bersama-sama dengan roh kita bahwa kita adalah anak-anak Allah. Jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.
Doa Baca Roma 8:16–17 (Versi Pemulihan)
Ya Abba, ya Bapa, terima kasih karena Roh Kudus bersaksi bersama-sama dengan rohku bahwa aku adalah anak Allah.
Aku bersyukur karena di dalam Kristus, aku bukan hanya anak Allah, tetapi juga ahli waris yang berhak menerima janji-janji Allah.
Tuhan Yesus, ajarlah aku tetap setia mengikuti-Mu dalam segala keadaan, baik dalam sukacita maupun dalam penderitaan. Berikanlah aku kekuatan untuk tetap percaya dan tidak meninggalkan-Mu.
Aku rindu hidup semakin serupa dengan Kristus dan memiliki pengharapan untuk dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.
Terima kasih, ya Bapa, karena aku adalah anak-Mu dan menjadi ahli waris bersama Kristus.
Dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Amin. 🙏
Makna rohani: Roh Kudus memberikan kesaksian di dalam roh kita bahwa kita adalah anak-anak Allah. Sebagai anak, kita juga menjadi ahli waris Allah dan turut mengambil bagian dalam janji-Nya bersama Kristus.
Rhema: Aku adalah anak Allah, ahli waris Allah, dan di dalam Kristus aku memiliki pengharapan akan kemuliaan bersama-Nya.
Amin. Tuhan Yesus memberkati. 🙏
FKKP kiriman Bu Ida Pangaribuan :
Selasa, 27 Okt 2026
MINGGU 4 -- HARI 2
*Rawatan Pagi*
Roma 8 : 14
*Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.*
Roma 8 : 16-17
*Roh itu sendiri bersaksi bersama-sama dengan roh kita bahwa kita adalah anak-anak Allah. Jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.*
Perjanjian Baru berbicara tentang kaum beriman sebagai anak-anak Allah, putra-putra Allah, dan ahli-ahli waris Allah. Menjadi anak-anak Allah adalah hubungan awal atau utama kita dengan Allah. Kita mungkin adalah anak-anak tanpa pertumbuhan seorang putra, atau kita mungkin adalah putra-putra tanpa kualifikasi seorang ahli waris. Karena itu, kita perlu bertumbuh untuk menjadi putra-putra Allah. Kemudian kita perlu bertumbuh lebih lanjut, bertumbuh kepada kematangan, untuk menjadi ahli-ahli waris Allah. Sebagai ahli-ahli waris, kita akan mewarisi warisan ilahi. (The Conclusion of the New Testament, hal. 1081)
Pembacaan Hari Ini
Ada tiga istilah penting yang dipakai dalam [Roma 8:14-17]: anak anak, putra, dan ahli waris..Hayat Allah bekerja dalam ketiga tahap itu, agar kita menjadi putra-putra Allah. Hayat Allah melahirkan kita kembali dalam roh, mentransformasi kita dalam jiwa, dan mentransfigurasi tubuh kita. Maka kita mengalami kelahiran kembali, transformasi, dan transfigurasi. Semuanya memberi kita keputraan yang penuh. Hasil dari ketiga langkah tersebut, putra-putra menjadi benar-benar matang.
Bagian surat Roma ini memberi tahu kita bahwa Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah (ayat 16). Dalam ayat 16 tidak dikatakan tentang "putra-putra" atau "ahli-ahli waris," sebab pada tahap pertama keputraan kita, kita hanya anak-anak kecil yang dilahirkan kembali oleh hayat Allah. Setelah itu kita akan bertumbuh. Kemudian ayat 14 mengatakan, "Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah putra Allah"..(Tl.). Ketika kita bisa dipimpin oleh Roh itu, itu menandakan pertumbuhan hayat kita telah mencapai suatu tingkat. Kita telah bertumbuh dari anak-anak menjadi putra-putra, yang dapat menerima pimpinan Roh itu. Hal tersebut menunjukkan bahwa kita berada pada tahap kedua, tahap transformasi. Terakhir, kita akan menjadi ahli-ahli waris... Maka dalam bagian surat Roma ini, kita memiliki anak-anak oleh kelahiran kembali, putra-putra oleh transformasi, dan ahli-ahli waris oleh transfigurasi, atau pemuliaan. Kita dilahirkan sebagai anak-anak Allah, kita bertumbuh sebagai putra-putra Allah, dan kita menantikan saatnya di mana kita akan matang sepenuhnya, dan dinyatakan sah menurut hukum sebagai ahli-ahli waris Allah yang sah... Transfigurasi tubuh kita akan melayakkan kita untuk menjadi ahli-ahli waris dari warisan ilahi. Transfigurasi ini akan dirampungkan melalui pemuliaan.
Hasil dari ketiga tahap tersebut, kita akan memperoleh keputraan yang penuh. Ketiga tahap (keputraan) ini berhubungan dengan tiga tahap keselamatan Allah: tahap pertama, pembenaran, menghasilkan anak-anak; tahap kedua, pengudusan, membuat anak-anak bertumbuh menjadi putra-putra; dan tahap ketiga, pemuliaan, menghasilkan transfigurasi tubuh, sehingga kita menjadi ahli-ahli waris yang sah atas warisan ilahi.
Syarat untuk menjadi ahli-ahli waris Allah dan sesama ahli waris Kristus ialah, "menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia" (ayat 17). Ingatlah, bahwa penderitaan adalah jelmaan kasih karunia. Kalau kita menderita bersama-sama dengan Dia, kita pasti akan dipermuliakan bersama dengan Dia...Semakin banyak penderitaan yang kita alami, semakin banyak pula kemuliaan yang kita peroleh, sebab penderitaan meningkatkan kadar kemuliaan kita...Dalam 1 Korintus 15:41 Paulus berkata, "Kemuliaan bintang yang satu berbeda dengan kemuliaan bintang yang lain", menunjukkan bahwa ada bintang-bintang yang lebih terang daripada bintang lainnya. Kita semua akan bercahaya dan akan dimuliakan, tetapi kadar kemuliaan kita tergantung pada kadar penderitaan yang rela kita terima. Pada hari itu, cahaya yang dipancarkan Rasul Paulus pasti lebih terang daripada kita semua.. Kita semua akan dimuliakan, namun kadar kemuliaan itu akan berbeda-beda, tergantung pada penderitaan yang kita terima. Karena itu, dalam Roma 8:18 Paulus berkata, "Sebab aku yakin bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita." Penderitaan sekarang tidak terbilang apa-apa, jika dibandingkan dengan kemuliaan yang akan datang.
(Pelajaran-Hayat Roma, hal, 347-349, 335-336)
Bacaan Tambahan: Pelajaran-Hayat Roma, berita 19
FKKP kiriman Pak Domu Nababan :
Selasa, 27 Oktober 2026
Roma. 8:14
*"_Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah._"*
Roma. 8:16-17
*_"Roh itu sendiri bersaksi bersama-sama dengan roh kita bahwa kita adalah anak-anak Allah. Jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia._
Ayat-ayat berikut adalah ayat-ayat kunci dari Alkitab mengenai *“ahli waris Allah”* :
“Jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia"
Ini memperlihatkan bahwa ada syarat agar kita menjadi ahli waris.
Kita adalah ahli waris bukan hanya karena kita adalah anak-anak Allah.
Sebaliknya, setelah dilahirkan sebagai anak-anak, kita harus bertumbuh dalam hayat untuk menjadi putra-putra, & kemudian kita harus melewati penderitaan sehingga kita bisa dimuliakan untuk menjadi ahli waris yang sah.
Perjanjian Baru berbicara tentang kaum beriman sebagai :
▪️anak-anak Allah,
▪️putra-putra Allah, &
▪️ahli-ahli waris Allah.
Menjadi anak-anak Allah adalah hubungan awal atau utama kita dengan Allah.
Kita mungkin adalah anak-anak tanpa pertumbuhan seorang putra, atau
kita mungkin adalah putra-putra tanpa kualifikasi seorang ahli waris. Karena itu, kita perlu bertumbuh untuk menjadi putra-putra Allah. Kemudian kita perlu bertumbuh lebih lanjut, bertumbuh kepada kematangan, untuk menjadi ahli-ahli waris Allah. *_Sebagai ahli-ahli waris, kita akan mewarisi warisan ilahi._*
*Ada tiga istilah penting yang dipakai dalam Roma 8:14-17* : *_anak-anak, putra, dan ahli waris._*
Hayat Allah bekerja dalam ketiga tahap itu, agar kita menjadi putra-putra Allah. Hayat Allah melahirkan kita kembali dalam roh, mentransformasi kita dalam jiwa, & mentransfigurasi tubuh kita. Maka kita mengalami kelahiran kembali, transformasi, & transfigurasi. *_Semuanya memberi kita keputraan yang penuh. Hasil dari ketiga langkah tersebut, putra-putra menjadi benar-benar matang._*
Ketika kita bisa dipimpin oleh Roh itu, itu menandakan pertumbuhan hayat kita telah mencapai suatu tingkat. Kita telah bertumbuh dari anak-anak menjadi putra-putra, yang dapat menerima pimpinan Roh itu. Hal tersebut menunjukkan bahwa kita berada pada tahap kedua, tahap transformasi. Terakhir, kita akan menjadi ahli-ahli waris.
Kita dilahirkan sebagai anak-anak Allah,
kita bertumbuh sebagai putra-putra Allah, &
kita menantikan saatnya di mana kita akan matang sepenuhnya, & dinyatakan sah menurut hukum sebagai ahli-ahli waris Allah yang sah. *_Transfigurasi tubuh kita akan melayakkan kita untuk menjadi ahli-ahli waris dari warisan ilahi._*
Transfigurasi ini akan dirampungkan melalui pemuliaan.
Hasil dari ketiga tahap tersebut, kita akan memperoleh keputraan yang penuh. Ketiga tahap keputraan ini berhubungan dengan tiga tahap keselamatan Allah :
tahap pertama, pembenaran, menghasilkan anak-anak;
tahap kedua, pengudusan, membuat anak-anak bertumbuh menjadi putra-putra; &
tahap ketiga, pemuliaan, menghasilkan transfigurasi tubuh, sehingga kita menjadi ahli-ahli waris yang sah atas warisan ilahi.
Ingatlah!!
*Bahwa _PENDERITAAN adalah JELMAAN KASIH KARUNIA_.*
Kalau kita menderita bersama-sama dengan Dia, kita pasti akan dipermuliakan bersama dengan Dia. Semakin banyak penderitaan yang kita alami, semakin banyak pula kemuliaan yang kita peroleh, sebab penderitaan meningkatkan kadar kemuliaan kita.
*_Penderitaan sekarang tidak terbilang apa-apa, jika dibandingkan dengan kemuliaan yang akan datang._*
Penulis : Anita Handayani
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih sudah berkunjung dan mempostingkan komentar nya 🌺👍