slideshow

Foto Kenangan

FKKP Jum'at, 30-10-2026 Kisah Para Rasul 26:18 Filipi 3:21

Jumat, Oktober 30, 2026 | | | |

 


    

 FKKP Jum'at, 30-10-2026 

Kisah Para Rasul 26:18 Filipi 3:21  

FKKP artinya Firman Kudus untuk Kebangunan Pagi. 

Judul buku FKKP nya : Kaum Beriman.


Kisah Para Rasul 26:18 (TB)  

untuk membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah, supaya mereka oleh iman mereka kepada-Ku memperoleh pengampunan dosa dan mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang yang dikuduskan.

Doa Baca Kisah Para Rasul 26:18 (TB)

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah memanggil manusia untuk berbalik dari kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah.

Tuhan, bukalah mata rohaniku agar semakin mengenal kebenaran firman-Mu. Tolonglah aku untuk selalu hidup di dalam terang-Mu dan tidak kembali kepada kehidupan yang jauh dari-Mu.

Terima kasih karena melalui iman kepada-Mu, aku memperoleh pengampunan dosa dan mendapat bagian dalam warisan bersama orang-orang yang telah dikuduskan.

Pakailah hidupku untuk menjadi saksi-Mu, agar semakin banyak orang mengenal kasih dan keselamatan di dalam Tuhan Yesus.

Dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Amin. 🙏

Makna rohani: Tuhan Yesus memanggil manusia keluar dari kegelapan menuju terang-Nya. Melalui iman kepada Kristus, kita menerima pengampunan dosa dan memperoleh bagian dalam warisan orang-orang kudus.

Rhema: Aku telah dipanggil untuk hidup dalam terang Kristus, menerima pengampunan dosa, dan menjadi saksi kasih-Nya.

Amin. Tuhan Yesus memberkati. 🙏


Filipi 3:21 (TB)  

yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.

Doa Baca Filipi 3:21 (TB)

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau memiliki kuasa atas segala sesuatu. Aku bersyukur karena firman-Mu memberikan pengharapan bahwa kelak Engkau akan mengubah tubuh kita menjadi serupa dengan tubuh-Mu yang mulia.

Tuhan, selama aku masih hidup di dunia ini, ajarlah aku untuk terus bertumbuh dalam iman, hidup dalam kekudusan, dan semakin serupa dengan karakter-Mu.

Kuatkanlah pengharapanku agar aku tetap setia mengikuti-Mu sampai tiba waktunya aku mengalami kemuliaan bersama-Mu.

Terima kasih atas janji-Mu yang memberikan pengharapan akan kehidupan kekal.

Dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Amin. 🙏

Makna rohani: Filipi 3:21 mengingatkan kita bahwa tubuh kita yang sekarang tidak bersifat kekal. Kristus akan mengubahnya menjadi serupa dengan tubuh kemuliaan-Nya. Semua itu terjadi oleh kuasa-Nya.

Rhema: Pengharapanku bukan pada kehidupan dunia yang sementara, melainkan pada janji Kristus yang akan memuliakan aku bersama-Nya.

Amin. Tuhan Yesus memberkati. 🙏





FKKP kiriman Bu Ida Pangaribuan :

Jumat, 30 Okt 2026 
MINGGU 4 -- HARI 5

*Rawatan Pagi*

Kisah para rasul 26 : 18
*Untuk membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah, supaya mereka oleh iman mereka kepada-Ku memperoleh pengampunan dosa dan mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang yang dikuduskan.*

Filipi 3:21
*Yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.*

Dalam status mereka sebagai ahli-ahli waris Allah, kaum beriman berbagi dengan seluruh kaum saleh dalam terang Allah Tritunggal yang terwujud di dalam Kristus sebagai bagian mereka. Kisah Para Rasul 26:18 berbicara tentang pengampunan dosa-dosa dan warisan (bagian, LAI) di antara mereka yang telah dikuduskan oleh iman di dalam Kristus...
Warisan ilahi ini adalah Allah Tritunggal dengan segala adanya Dia, semua yang telah Dia lakukan, dan semua yang akan Dia lakukan bagi umat tebusan-Nya. Allah Tritunggal ini terwujud di dalam Kristus yang almuhit (Kol. 2:9), yang adalah bagian yang dibagikan kepada kaum saleh sebagai warisan mereka (1:12). Roh Kudus adalah jaminan, garansi, dari warisan ilahi ini, yang padanya kita berbagian dan nikmati hari ini sebagai pencicipan dan akan berbagian dan nikmati secara penuh di zaman yang akan datang dan sampai kekekalan 
(1 Ptr. 1:4). 
(The Conclusion of the New Testament, hal. 1087-1088)

Pembacaan Hari Ini

Kaum beriman umumnya diajarkan bahwa warisan dalam Kisah Para Rasul 26:18 adalah rumah besar surgawi. Namun, warisan ini sebenarnya adalah Kristus sebagai perwujudan Allah Tritunggal yang telah melalui proses.... Paulus berkata bahwa Bapa telah melayakkan kita "untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam terang" [Kol. 1:12).

Negeri yang baik adalah lambang dari Kristus yang almuhit, yang diberikan kepada kita sebagai warisan kita. Kata Yunani yang diterjemahkan sebagai "bagian" dalam Kolose 1:12 juga dapat diterjemahkan sebagai "undian," yang mengacu kepada pembagian. Ketika Paulus menulis ayat ini, tak diragukan lagi ia membayangkan gambaran pembagian negeri yang baik kepada bangsa Israel (Yos. 14:1) dan menggunakan kata bagian dengan latar belakang catatan Perjanjian Lama mengenai negeri itu.... Sama seperti negeri Kanaan adalah segalanya bagi bangsa Israel, demikian pula Kristus, realitas dari lambang negeri yang baik, adalah
Segalanya bagi kita. Karena itu Kristus, perwujudan Allah Tritunggal yang telah melalui proses, adalah warisan kita, yang kita bagi bersama semua orang kudus di dalam terang.

Kristus sekarang ada dalam kemuliaan. Pada akhirnya kita akan di bawa
ke dalam kemuliaan dan dimuliakan bersama Kristus. Ketika kita di muliakan tubuh kita yang hina akan ditransfigurasi menjadi tubuh Ketika kita vang mulia (Flp. 3:21). Pada saat itu, kita akan sepenuhnya dan mutlak dibawa ke dalam diri Allah sebagai kemuliaan kita. Kemudian kita akan tampil bersama Kristus dalam kemuliaan (Kol. 3:4)

Beberapa di antara kita mungkin dengan tegas memegang konsepsi objektif mengenai pemuliaan. Menurut konsepsi ini, mereka yang selamatkan dan dilahirkan kembali akan tiba-tiba dimuliakan. Diperkirakan, pemuliaan kaum beriman akan terjadi secara instan pada kedatangan Tuhan Yesus. Namun, meskipun pemuliaan kita mungkin terlihat sebagai peristiwa yang tiba-tiba, sebenarnya hal itu merupakan perampungan dari proses pertumbuhan dan perkembangan bertahap dalam hayat. Melalui kelahiran kembali, hayat kemuliaan telah masuk ke dalam kita, dan sekarang kita memiliki benih kemuliaan di dalam kita. Hayat yang kita miliki di dalam kita sebagai benih adalah hayat kemuliaan.
Inilah Kristus di dalam kita, pengharapan akan kemuliaan (1:27). Pada akhirnya, benih ini akan mekar, dan dengan demikian kita akan dibawa ke dalam kemuliaan. Hal itu seperti transfigurasi Tuhan Yesus (Mat 17:1-2). Ketika Tuhan ditransfigurasi di atas gunung, bukan berarti kemuliaan shekinah tiba-tiba turun dari surga atas Dia; ini adalah kemuliaan ilahi bersinar dari dalam Dia. Demikian pula, kemuliaan yang ke dalamnya kita akan dibawa adalah pancaran dari kemuliaan yang sudah ada di dalam kita saat ini. Ini berarti Kristus tidak memimpin kita ke da-lam suatu kemuliaan yang objektif, melainkan ke dalam kemuliaan yang telah ditaburkan ke dalam kita sebagai benih. Karena itu, dimuliakan berarti kemuliaan yang telah ditaburkan ke dalam kita sebagai benih menjenuhi seluruh diri kita. Ketika kita telah diresapi dan dijenuhi oleh unsur kemuliaan, kemuliaan itu akan terpancar dari kita. Inilah maknanya bagi kita, para ahli waris Allah, untuk dimuliakan bersama Kristus. 
(The Conclusion of the New Testament, hal. 1088-1089)

Bacaan Tambahan: The Conclusion of the New Testament, berita 101



FKKP kiriman Bu Pak Domu Nababan :

Jumat, 30 Oktober 2026   

 Kisah Para Rasul. 26:18
*_"Untuk membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah, supaya mereka oleh iman mereka kepada-Ku memperoleh pengampunan dosa dan mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang yang dikuduskan._"*

 Filipi. 3:21
*_"Yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya."_*

  Warisan ilahi ini adalah Allah Tritunggal dengan semua yang Dia miliki, semua yang telah Dia lakukan,& semua yang akan Dia lakukan bagi umat tebusan-Nya.
 Sebagai ahli-ahli waris Allah, kaum beriman juga akan dimuliakan bersama Kristus.
 Kristus sekarang ada dalam kemuliaan.
 Pada akhirnya, kita akan dibawa ke dalam kemuliaan & dimuliakan bersama Kristus.
 Ketika kita dimuliakan, tubuh kita yang hina akan ditransfigurasi ke dalam satu tubuh yang mulia.
 Hayat yang kita miliki di dalam kita sebagai benih adalah hayat kemuliaan; ini adalah Kristus di dalam kita, pengharapan akan kemuliaan.
 Ketika kita diresapi & dijenuhi dengan unsur kemuliaan, kemuliaan itu akan keluar dari kita; inilah maknanya bagi kita, ahli-ahli waris Allah, untuk dimuliakan bersama Kristus.
 Warisan ilahi ini adalah Allah Tritunggal dengan segala adanya Dia, semua yang telah Dia lakukan, & semua yang akan Dia lakukan bagi umat tebusan-Nya. Allah Tritunggal ini terwujud di dalam Kristus yang almuhit , yang adalah bagian yang dibagikan kepada kaum saleh sebagai warisan mereka . 
*Roh Kudus*  adalah : _jaminan, garansi, dari warisan ilahi ini, yang padanya kita berbagian & nikmati hari ini sebagai pencicipan & akan berbagian & nikmati secara penuh di zaman yang akan datang & sampai kekekalan._
 Sama seperti negeri Kanaan adalah segalanya bagi bangsa Israel, demikian pula Kristus, realitas dari lambang negeri yang baik, adalah segalanya bagi kita. Karena itu, Kristus, perwujudan Allah Tritunggal yang telah melalui proses, adalah warisan kita, yang kita bagi bersama semua orang kudus di dalam terang.
 Kristus sekarang ada dalam kemuliaan.  Ketika kita dimuliakan, tubuh kita yang hina akan ditransfigurasi menjadi tubuh yang mulia . Pada saat itu, kita akan sepenuhnya & mutlak dibawa ke dalam diri Allah sebagai kemuliaan kita. Kemudian kita akan tampil bersama Kristus dalam kemuliaan .
 Melalui kelahiran kembali, hayat kemuliaan telah masuk ke dalam kita, & sekarang kita memiliki benih kemuliaan di dalam kita. *_Hayat yang kita miliki di dalam kita sebagai benih adalah hayat kemuliaan._*
 Karena itu, dimuliakan berarti kemuliaan yang telah ditaburkan ke dalam kita sebagai benih menjenuhi seluruh diri kita. Ketika kita telah diresapi & dijenuhi oleh unsur kemuliaan, kemuliaan itu akan terpancar dari kita. Inilah maknanya bagi kita, para ahli waris Allah, untuk dimuliakan bersama Kristus.


Youtube :

Facebook :

Tiktok :

Instagram :

X :


Penulis : Anita Handayani 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung dan mempostingkan komentar nya 🌺👍

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Label

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...