slideshow

Foto Kenangan

FKKP Jum'at, 23-10-2026 Matius 5:14-16

Jumat, Oktober 23, 2026 | | | |

 

 FKKP Jum'at, 23-10-2026 

Matius 5:14-16

FKKP artinya Firman Kudus untuk Kebangunan Pagi. 

Judul buku FKKP nya : Kaum Beriman.


Matius 5:14-16 (TB2) 

Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin disembunyikan.
Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah tempayan, melainkan di atas kaki pelita sehingga memberi terang kepada semua orang di dalam rumah itu.
Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

🌿 Doa Baca Matius 5:14–16 (TB2)

Makna Rohani:

Tuhan Yesus mengingatkan bahwa kita adalah terang dunia. Terang itu bukan untuk disembunyikan, melainkan dinyatakan melalui perbuatan baik, kasih, kesabaran, dan perkataan yang membangun. Ketika orang melihat kehidupan kita, mereka seharusnya dapat mengenal kebaikan Tuhan dan memuliakan Bapa di surga.

Rhema untuk saya:

Saya ingin menjadi terang bagi orang lain melalui kehidupan dan konten pujian yang saya bagikan. Bukan untuk mencari kemuliaan bagi diri sendiri, melainkan supaya semakin banyak orang mengenal Tuhan Yesus melalui firman Tuhan dan perbuatan saya.

🙏 Doa Baca:

Ya Bapa di surga, terima kasih karena firman-Mu mengingatkan saya untuk menjadi terang dunia. Tolong saya agar hidup dalam kasih, melakukan perbuatan baik, dan membagikan firman-Mu dengan tulus. Biarlah setiap lagu pujian dan konten yang saya buat menjadi sarana untuk membawa orang mengenal Tuhan Yesus. Bukan nama saya yang dimuliakan, melainkan nama-Mu saja. Dalam nama Tuhan Yesus, amin. 🙏🌷



FKKP kiriman Bu Ida Pangaribuan :

Jumat, 23 Okt 2026 
MINGGU 3 -- HARI 5

*Rawatan Pagi*

Matius 5 : 14 - 16 
*Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagi pula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah tempayan, melainkan di atas kaki pelita sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga.*

Dalam sifat, umat kerajaan adalah garam yang menyembuhkan [Mat. 5:13), dan dalam sikap, mereka adalah terang yang menerangi [ayat 141

Dalam Matius 5:13 Tuhan Yesus berbicara tentang bumi dan dalam ayat 14, tentang dunia. Bagi bumi, diperlukan garam, tetapi bagi dunia, diperlukan terang. Kegelapan tidak ada di bumi; sebaliknya, ini ada di dunia, yang mengacu kepada masyarakat insani, sistem Satan. Dunia, sistem Satan, masyarakat insani yang gelap, memerlukan terang. Terang dunia dalam ayat 14 adalah sorotan pelita untuk menerangi mereka yang dalam kegelapan. Bagi dunia yang gelap, umat Kerajaan Surga adalah terang yang menghapus kegelapan. 
(The Conclusion of the New Testament, hal. 1158-1159)

Pembacaan Hari Ini

Ketika seseorang dirasuki, ia langsung jatuh ke tangan Satan dan di kendalikan serta diikat oleh Satan. Ketika seseorang terobsesi, ia ditipu oleh dirinya sendiri. Satu Yohanes 1:8 mengatakan bahwa orang yang mengaku bahwa mereka tidak pernah berdosa sedang menipu diri sendiri; mereka terobsesi. Berbohong berbeda dengan terobsesi. Mereka yang berbohong dihukum oleh hati nuraninya, tetapi mereka yang terobsesi sangat percaya diri. Mereka yakin bahwa mereka tidak berbohong padahal sebenarnya mereka berbohong..... Seseorang yang terobsesi menganggap persepsinya tentang realitas sebagai realitas itu sendiri dan menganggap realitasnya itu mutlak benar. Dua Tesalonika 2:10-12 berbicara tentang orang-orang yang binasa yang tidak mengasihi kebenaran, melainkan percaya kepada dusta. Ini sangat menyedihkan. Ketika seorang Kristen terlalu meninggikan diri sendiri, ia mengikuti kebohongan pikirannya. Kecuali kebohongan-kebohongan ini dihilangkan, ia cepat atau lambat akan jatuh ke dalam obsesi.

Cara untuk dibebaskan dari obsesi terdapat dalam Mazmur 36:10: "Di dalam terang-Mu kami melihat terang." "Terang-Mu" mengacu kepada terang Allah, dan "kami melihat terang" mengacu kepada kita melihat sifat sebenarnya dari segala sesuatu melalui sorotan terang Allah. Banyak orang senang menghakimi menurut pikiran, gagasan, imajinasi, dan dugaan mereka. Pandangan-pandangan semacam itu sering bertentangan dengan fakta. Orang-orang yang paling menyedihkan adalah mereka yang menganggap diri mereka benar, yang sangat percaya diri, dan yang pandai berdebat dengan orang lain...Kita harus datang ke hadapan Tuhan dengan rasa takut dan gentar serta berada di bawah sorotan-Nya. Jika kita melakukan ini, kita tidak akan terobsesi dalam pelayanan Tuhan dan tidak akan bertindak seperti Paulus sebelum perpalingannya.

Salah satu prinsip penerangan adalah terang bersinar melalui sebuah celah. Tuhan berkata bahwa terang ada di dalam kita dalam Matius 6:23. Terang batiniah ini adalah penerangan dari Roh Kudus di batin. Namun, bisa ada hambatan terhadap penerangan batiniah ini... Yohanes 3:19-20 menunjukkan seseorang tidak akan menerima terang jika ia berprasangka dan memiliki gagasan yang sudah terbentuk sebelumnya. Oleh karena itu, hambatan pertama kepada terang adalah prasangka dan penolakan untuk datang kepada terang. Semakin dalam seseorang berada dalam kebenaran, semakin sedikit keyakinan yang seharusnya ia miliki terhadap dirinya sendiri. Seseorang yang penuh prasangka dan tidak ingin berada di bawah terang itu berbahaya. Hambatan kedua untuk menerima terang dari Tuhan adalah kedambaan seseorang untuk menerima kemuliaan dari manusia. Ada beberapa kondisi tertentu yang harus secara jelas dipenuhi sebelum seseorang dapat menerima terang. Kondisi pertama adalah memiliki hati yang mencari kehendak Allah. Jika seseorang mencari kehendak Allah, ia akan mengenal sifat sebenarnya dari segala sesuatu (Yoh. 7:17). Namun, bahkan hati seperti itu pun tidak selalu menjamin bahwa kita tidak akan tertipu. Karena itu, kita harus memohon belas kasihan Tuhan agar la menaruh di dalam kita hati yang benar-benar mencari kehendak-Nya... Dusta tidak memerlukan harga apa pun; dusta itu murah. Jika kita menginginkan kebenaran, kita harus membayar harga [lihat Ams. 23:23). Inilah kondisi kedua untuk menerima terang. Semoga Tuhan membelaskasihani kita sehingga kita memiliki hati yang mencari kehendak Allah dan bersedia membayar harga untuk mendapatkan kebenaran. 
(CWWN, vol. 44, hal. 901-903)

Bacaan Tambahan: CWWN, vol. 4, bab 117-119

FKKP kiriman Pak Domu Nababan :


Jumat, 23 Oktober  2026   

 Matius. 5:14-16
*_Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagi pula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah tempayan, melainkan di atas kaki pelita sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga._*
       
*_Kaum beriman adalah terang dunia, orang-orang yang membiarkan terang mereka bersinar di hadapan manusia untuk menyingkirkan kegelapan dunia. _*

 Terang adalah hadirat Allah; karena kita telah dilahirkan dari Allah, kita sekarang adalah terang di dalam Tuhan & harus berjalan sebagai anak-anak terang. 

 Jalan untuk diselamatkan dari obsesi, penipuan diri sendiri, adalah hidup di dalam terang, terbuka kepada penyorotan Allah, & tidak menghasilkan terang kita sendiri.  Hayat berasal dari sorotan terang, terang adalah firman Allah, & terang adalah perasaan hayat batiniah. 
*Dalam sifat* , umat kerajaan adalah garam yang menyembuhkan. 
*Dalam sikap* , kita adalah terang yang menerangi. 
Bagi bumi, diperlukan garam, tetapi bagi dunia, diperlukan terang. Kegelapan tidak ada di bumi; sebaliknya, ini ada di dunia, yang mengacu kepada masyarakat insani, sistem Satan. Dunia, sistem Satan, masyarakat insani yang gelap, memerlukan terang. 
Bagi dunia yang gelap, umat Kerajaan Surga adalah terang yang menghapus kegelapan.
Ketika seseorang dirasuki, ia langsung jatuh ke tangan Satan & dikendalikan serta diikat oleh Satan. Ketika seseorang terobsesi, ia ditipu oleh dirinya sendiri. 
*_Berbohong berbeda dengan terobsesi._*
Mereka yang berbohong dihukum oleh hati nuraninya, tetapi
mereka yang terobsesi sangat percaya diri. 
Mereka yakin bahwa mereka tidak berbohong padahal sebenarnya mereka berbohong. 

 Ketika seorang Kristen terlalu meninggikan diri sendiri, ia mengikuti kebohongan pikirannya. Kecuali kebohongan-kebohongan ini dihilangkan, ia cepat atau lambat akan jatuh ke dalam obsesi.

 Cara untuk dibebaskan dari obsesi terdapat dalam Mazmur 36:10: *“_Di dalam terang-Mu kami melihat terang.”_*  
*“Terang-Mu”* mengacu kepada terang Allah, & 
*“kami melihat terang”* mengacu kepada kita melihat sifat sebenarnya dari segala sesuatu melalui sorotan terang Allah. 

 Orang-orang yang paling menyedihkan adalah mereka yang menganggap diri mereka benar, yang sangat percaya diri, & yang pandai berdebat dengan orang lain. Kita harus datang ke hadapan Tuhan dengan rasa takut & gentar serta berada di bawah sorotan-Nya. Jika kita melakukan ini, kita tidak akan terobsesi dalam pelayanan Tuhan dan tidak akan bertindak seperti Paulus sebelum perpalingannya.
*Salah satu prinsip penerangan adalah terang bersinar melalui sebuah celah.* 
Tuhan berkata bahwa terang ada di dalam kita dalam Matius 6:23. Terang batiniah ini adalah penerangan dari Roh Kudus di batin.
Oleh karena itu, hambatan pertama kepada terang adalah prasangka & penolakan untuk datang kepada terang.
Semakin dalam seseorang berada dalam kebenaran, semakin sedikit keyakinan yang seharusnya ia miliki terhadap dirinya sendiri. Seseorang yang penuh prasangka dan tidak ingin berada di bawah terang itu berbahaya. ~°Hambatan kedua untuk menerima terang dari Tuhan adalah kedambaan seseorang untuk menerima kemuliaan dari manusia.°~
Ada beberapa kondisi tertentu yang harus secara jelas dipenuhi sebelum seseorang dapat menerima terang. 
Kondisi pertama adalah memiliki hati yang mencari kehendak Allah. Jika seseorang mencari kehendak Allah, ia akan mengenal sifat sebenarnya dari segala sesuatu . *_Namun, bahkan hati seperti itu pun tidak selalu menjamin bahwa kita tidak akan tertipu._*
Karena itu, kita harus memohon belas kasihan Tuhan agar Ia menaruh di dalam kita hati yang benar-benar mencari kehendak-Nya. 
Dusta tidak memerlukan harga apa pun; dusta itu murah. Jika kita menginginkan kebenaran, kita harus membayar harga. 
Inilah kondisi kedua untuk menerima terang. 
*_Semoga Tuhan membelaskasihani kita sehingga kita memiliki hati yang mencari kehendak Allah & bersedia membayar harga untuk mendapatkan kebenaran._*






Penulis : Anita Handayani 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung dan mempostingkan komentar nya 🌺👍

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Label

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...