Kata Tuhan dan TUHAN di Alkitab artinya apa?
Oleh Anita Handayani
Sumber : Junita Loen-Ulaan
Dalam Perjanjian Lama, jika menemukan kata "TUHAN" seluruhnya menggunakan huruf besar, ini adalah terjemahan dari Nama Diri Allah dalam bahasa Ibrani, yaitu YHWH (Yahweh).
Makna: Nama ini berasal dari kata Hayah yang berarti "Ada".
Arti Filosofis: Merujuk pada Pribadi yang kekal, tidak berubah, dan ada dengan sendirinya (Maha Ada). Ini adalah nama perjanjian yang menekankan hubungan setia antara Allah dengan umat-Nya.
Jika ditulis dengan huruf kecil setelah 'T', kata ini biasanya merujuk pada kata Adonai (Ibrani) atau Kyrios (Yunani).
Berarti "Tuan", "Pemilik", atau "Penguasa". Ini menekankan kedaulatan Allah sebagai majikan atau pemilik atas hidup manusia.
Kyrios (Perjanjian Baru): Memiliki arti yang serupa, yaitu "Tuhan", "Raja", atau "Dia yang memiliki otoritas penuh". Dalam Perjanjian Baru, gelar ini secara khusus disematkan kepada Yesus Kristus untuk menyatakan ketuhanan-Nya.
Penting untuk membedakan antara "Tuhan" dan "Allah" dalam konteks Alkitab:
Allah (dari kata Elohim atau Theos): Menekankan pada jabatan atau kodrat-Nya sebagai Pencipta yang Mahakuasa.
Tuhan: Menekankan pada hubungan (sebagai Pemilik/Tuan) dan nama pribadi (Yahweh).
Contoh :
Markus 2:28 (TB) jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat."
Markus 2:28 (TB2) Karena itu Anak Manusia adalah Tuan juga atas hari Sabat.
Mazmur 38:15 (TB) (38-16) Sebab kepada-Mu, ya TUHAN, aku berharap; Engkaulah yang akan menjawab, ya Tuhan, Allahku.
Menurut AI Google :
Kata TUHAN (kapital semua) dalam Alkitab Indonesia (TB) merujuk pada nama diri Allah yaitu YHWH (Yahweh) dalam teks Ibrani, berbeda dengan "Tuhan" (kapital awal) yang merupakan terjemahan dari Adonai. Penggunaan huruf kapital semua ini hampir selalu ditemukan di Perjanjian Lama.
Contoh ayat yang menggunakan kata TUHAN (kapital semua):
Kejadian 2:4: "Demikianlah riwayat penciptaan langit dan bumi pada waktu TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit."
Keluaran 3:15: "...TUHAN, Allah nenek moyangmu... itulah nama-Ku selama-lamanya..."
Ulangan 6:4: "Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!"
Mazmur 100:3: "Ketahuilah, bahwa TUHANlah Allah..."
Poin Kunci:
Perjanjian Lama: Kata "TUHAN" (kapital semua) adalah padanan dari nama pribadi YHWH, sedangkan "ALLAH" (kapital semua) sering kali merujuk pada kombinasi Adonai YHWH atau YHWH itu sendiri dalam konteks tertentu.
Alasan: Penulisan ini digunakan untuk membedakan antara YHWH (nama pribadi Allah) dan Adonai (tuan/Tuhan) karena tradisi Yahudi tidak mengucapkan nama YHWH secara langsung.
Perjanjian Baru: Tidak menggunakan kapital semua (TUHAN) seperti Perjanjian Lama, karena tidak berbasis teks Ibrani langsung.
Dalam Alkitab, perbedaan kapitalisasi kata "Tuhan" memiliki makna khusus: TUHAN (kapital semua) merujuk pada nama diri Allah (YHVH/Yahweh) di Perjanjian Lama, sedangkan Tuhan (kapital di awal) adalah terjemahan dari kata Adonai (Tuhan/Tuan) atau Kurios (Yunani) yang merujuk pada gelar otoritas.
Berikut adalah perbedaan penggunaannya:
TUHAN (Kapital Semua/LORD): Umumnya ada di Perjanjian Lama.
Kejadian 2:4: "Demikianlah riwayat penciptaan langit dan bumi pada waktu TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit." (Menegaskan nama YHVH).
Mazmur 83:19 (TB: 83:18): "supaya mereka tahu, bahwa Engkau sendirilah yang bernama TUHAN, Yang Mahatinggi di seluruh bumi.".
Tuhan (Kapital di Awal/Lord): Digunakan baik di Perjanjian Lama maupun Baru.
Mazmur 110:1: "Tuhan (Adonai) berfirman kepada tuanku: "Duduklah di sebelah kanan-Ku..."
Roma 10:9: "...jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan (Kurios)...".
Roma 14:8: "Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan.".
Penggunaan kapital semua (TUHAN) adalah konvensi penerjemah untuk membedakan nama suci YHVH dari gelar sehari-hari atau gelar penghormatan "Tuhan" (Lord).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih sudah berkunjung dan mempostingkan komentar nya 🌺👍